
"Sebaiknya nggak usah Vita..aku malu makainya..",ucap Kirana.
"Ihh Kirana nihh..dibilang nyenengin suami itu pahalanya besar..udah ambil aja,aku bayarin sekalian punyaku...tenang,sekarang aku kan sudah jadi nyonya Riko Pratama setidaknya sekali-sekali bolehlah bayarin belanjaan kamu,jangan kamu terus yang bayarin akuu...heheheh",ucap Vita sembari nyengir kuda
"Terserah kamu aja deh...",ucap Kirana pasrah.
Setelah berbelanja lingerie,keduanya berniat akan makan siang di kafe yang ada di mall tersebut.Mereka menuju ke kafe dengan sesekali bersenda gurau.Dan tiba-tiba Vita memegangi kepalanya.
"Kenapa Vita??",tanya Kirana.
"Nggak tahu nih Kii.. tiba-tiba kepalaku rasanya pusing banget..",jawab Vita sembari menahan kepalanya yang terasa pusing.
brughhh..
tiba-tiba tubuh Vita terjatuh dan tak sadarkan diri sontak Kirana menjerit dan membuat orang-orang berkerumun ke arah mereka.Kemudian salah seorang dari mereka membantu Kirana untuk mengangkat tubuh Vita ke mobilnya.Kirana meminta supirnya untuk membawa Vita ke rumah sakit terdekat dengan malm tersebut.
Kirana teringat,saking paniknya ia belum menghubungi Riko,suami Vita.Ia pun segera mencari kontak Riko di ponselnya.
"Hallo..mas riko..",ucap Kirana panik.
^^^"Hallo Kii..kenapa??kenapa kamu menangis??",tanya Riko^^^
"Mas Riko..Vita mas..Vita..",ucap Kirana dalam isaknya.
^^^"Vita??kenapa dengan Vita???Vita kenapa??",tanya Riko ikut panik.^^^
"Vita tiba-tiba pingsan mas..saat ini Kirana dalam perjalan menuju ke rumah sakit terdekat..",ucap Kirana.
^^^"Oke..kamu tenang yaa... kamu share lokasinya sekarang",ucap Riko.^^^
"Baik mass...", ucap Kirana kemudian memutuskan teleponnya, setelah itu ia mengirimkan lokasi rumah sakitnya.
Beberapa menit kemudian,Kirana sudah sampai di rumah sakit.Vita sudah berada di ruangan IGD,sedangkan ia menunggu di luar dengan perasaan yang tak karuan.
Di kantor Fahri.
"ada apa Ko..siapa yang telepon??",tanya Fahri.
"Kirana bos...",jawab Riko sembari mengutak-atik ponselnya.
"Kirana??ada apa dengan Kirana??kenapa dengan Kirana??",tanya Fahri panik.
"Kirana tidak apa-apa bos..tapi Vita...".
"Vita??kenapa dengan Vita..".
"Vita tiba-tiba jatuh pingsan bos..Kirana sudah membawa nya ke rumah sakit terdekat..",ucap Riko.
"Terus..kenapa kamu masih ada disini??",tanya Fahri.
"Ayo kita ke rumah sakit,apa kamu tidak cemas dengan keadaan istrimu...",hardik Fahri.
"I.. iya bos..",jawab Riko.
Keduanya segera menuju ke rumah sakit.Fahri dan Riko melihat Kirana yang tengah menangis sendirian di depan ruang IGD.Mereka berlari menghampiri Kirana.
__ADS_1
"Sayang...",Fahri memanggil Kirana.
"Mas Fahri...",Kirana memeluk tubuh Fahri.
"Kirana bagaimana keadaan Vita?",tanya Riko.
"Vita masih di dalam mas..dokter masih menanganinya..",jawab Kirana.
"Mas Fahri aku takut...",ucap Kirana dalam isaknya dan masih dalam pelukan Fahri.
"Tenanglah sayang..Vita tidak apa-apa..",Fahri mengelus punggung Kirana mencoba menenangkan Kirana.
Beberapa menit kemudian,dokter keluar dari ruang IGD.
"Keluarga nyonya Vita..",ucap dokter tersebut.
Riko bergegas berlari ke dokter tersebut,Kirana dan Fahri pun tak mau ketinggalan info tentang Vita.
"Iya dok..saya suaminya, bagaimana keadaan istri saya dok?",tanya Riko panik.
"Nyonya Vita tidak apa-apa,hanya saja ia mungkin kecapean dan juga mungkin perutnya sejak tadi pagi belum terisi jadi membuatnya jatuh pingsan",ucap dokter tersebut.
"Dok..ini hasil lab nyonya Vita ..",seorang perawat menyerahkan amplop berwarna putih hasil pemeriksaan dari laboratorium.
"Terima kasih sus..",dokter itu membuka amplop putih tersebut dan melihat hasil pemeriksaan medis Vita.
"Emm.. benar dugaan saya..",gumam dokter tersebut dan masih bisa didengar oleh Riko,Kirana dan Fahri .
"Dugaan apa maksud dokter??istri saya tidak kenapa-kenapa kan?",tanya Riko panik.
"Kabar gembira??maksud dokter...",tanya Riko.
"Selamat tuan.. istri anda positif hamil,sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah..",ucap dokter tersebut.
Deg..
Riko nampak tercengang beberapa detik kemudian ia mengungkapkan syukur.
"Beneran dok,Istri saya hamil??",tanya Riko memastikan.
"iya tuan,sekali lagi selamat yaa..."
"Terima kasih dok..".
"Kalau begitu saya permisi dahulu..",dokter itu pamit.
"Selamat ya ko.. sebentar lagi kamu akan jadi ayah..",Fahri mengucapkan selamat kepada Riko dan menepuk bahunya
"Terima kasih bos..",jawab Riko dengan tersenyum.
"Selamat yaa mas Riko...",Kirana menyalami Riko.
"Terima kasih Kii..",ucap Riko.
Fahri tahu mungkin Kirana bahagia dengan kehamilan Vita,tapi ada kekecewaan diwajahnya yang tidak bisa di sembunyikan nya.Fahro merangkul tubuh Kirana dan mengelus pundak kirana.ia menciumi pucuk kepala Kirana.
__ADS_1
Perawat sudah memindahkan Vita ke kamar rawat inap,terlihat Riko duduk mendampingi Vita, tangannya menggenggam tangan Vita.Sementara Fahri dan Kirana berdiri di dekat mereka.
Tak berapa lama,Vita terlihat mengerjapkan matanya.Ia terbangun dari pingsannya.
"Mas Riko...",ucap Vita dengan lirih.
"Sayang..kamu sudah sadar..kamu mau minum??",Riko mengambilkan minum Vita.
Riko membantu Vita untuk minum,kemudian ia membaringkan kembali tubuh Vita.
"Apa yang sakit sayang...",tanya Riko.
"Kepalaku masih sedikit pusing...kenapa aku bisa ada di rumah sakit ini?",tanya Vita.
"Kirana membawamu ke rumah sakit..karena tadi kamu pingsan..",jawab Fahri.
"Terima kasih Kirana,kamu memang sahabat terbaikku..",ucap Vita sembari menatap Kirana.
"Sama-sama Vita..",jawab Kirana.
"Sayang..aku ada kabar gembira buat kamu..",ucap Riko.
"kabar gembira apa mas..mas Riko menang lotre??",tanya Vita.
"Sayang..kamu bisa tidak serius sedikit,dalam keadaan sakit pun kamu masih saja bercanda..",ketus Riko.
"Aku kan cuma nanya..mas Riko marah ya..",tanya Vita.
"Sayang..aku tidak marah..maaf yaa kamu jangan salah faham...",
"Ya sudah..apa kabar gembiranya cepat katakan..",ucap Vita yang mulai penasaran.
"Sayang..disini.. didalam sini..ada anak kita...",Riko mengelus perut Vita.
"Apa...a..aku hamil??",tanya Vita.
"Iyaa sayang.. sebentar lagi kita akan menjadi orang tua untuk anak kita..",jawab Riko.
Vita tak kuat menahan rasa harunya,ia menangis haru, bersyukur karena ada kehidupan lain di dalam perut nya saat ini yang harus di jaganya.
Fahri lagi-lagi mencoba menenangkan Kirana dengan memeluknya,sesekali ia mencium pucuk kepala istrinya tersebut,tak mau istrinya itu terbawa perasaan.Kirana mendongakkan kepalanya memandan wajah Fahri,ia tersenyum.Dalam hatinya ia sangat bersyukur mendapatkan suami sebaik dan sepengertian Fahri.
"Aku baik-baik saja sayang..kamu tak usah khawatir..",bisik Kirana pelan.
"I Love you,honey..",Fahri mencium kening Kirana.
"Love you more sayang..",balas Kirana,ia mengeratkan pelukannya kepada suami itu.
TBC dears...
holla readers..lunas yaa sudah double up.
terima kasih sudah mendukung karya-karya author.
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1