
Setelah selesai makan siang,Fahri mendekati Kirana yang sedang membereskan meja makan.
"Sayang..maafkan aku yaa,yang dikatakan Riko itu tidak benar..aku tidak pernah membawa wanita lain ke sini selain dirimu",ucap Fahri.
"Apalagi sampai menduakanmu atau bermain wanita dibelakang mu,aku tidak seperti itu yankk...",lanjut Fahri.
"Aku tahu..",jawab Kirana singkat.
Setelah membereskan meja makan kini Kirana berganti mencuci piring yang sudah dipakai untuk makan siang tadi.Fahri mendekati Kirana dan memeluknya dari belakang.
"Terus..kenapa kamu marah?",tanya Fahri sembari menaruh dagunya dipundak Kirana.
"Aku..aku..siapa yang marah??aku tidak marah..",jawab Kirana.
"jangan ngambek lagi yaa..nanti cantiknya hilang lho,aku kangen yankk..",ucap Fahri sembari menciumi tengkuk leher Kirana.
"Hentikan mas..aku sedang mencuci piring",ucap Kirana berusaha menghentikan Fahri.
"Tapi aku tidak mau berhenti,aku pengen..",bisik Fahri.
"Nggak ahh..nanti mas Fahri PHP-in Kirana lagi..",sungut Kirana.
"Kapan aku PHP-in kamu yakk..",Fahri menghentikan aktivitasnya yang sedang mengendus leher jenjang Kirana.Kini iaembalik tubuh Kirana hingga mereka sekarang saling berhadapan.
"itu..ta.. tadi..pagi..",jawab Kirana terbata-bata, lagi-lagi Kirana merutuki kebodohannya yang selalu keceplosan.
"Tadi pagi??",Fahri menatap wajah Kirana,membuat wajah Kirana semakin memerah dan ia memilih menundukkan kepalanya.
"Apa kau mau melanjutkannya lagi??kita belum menuntaskannya bukan??",ucap Fahri yang matanya sudah dipenuhi kabut gairah.
Tangannya menelusup masuk kebagian bawah Kirana,ia mengelus pangkal paha Kirana,dan kemudian satu jarinya menyeruak ke dalam lembah kenikmatan yang sudah basah.
Kirana menggigit bibir bawahnya,agar tak mengeluarkan suara des ahan dari bibirnya.Sementara tangan Fahri yang satu lagi sudah mer emas gundukan kenyal yang menjadi favoritnya.Mata Kirana merem melek menikmati setiap sentuhan Fahri yang melenakan,hingga ia sadar di dalam apartemen mereka masih ada Riko yang sedang bersantai di ruang tengah di depan TV.
"Mmhh..mas..disini masih ada mas Riko..ahh..",satu Des ahan lolos dari bibir Kirana.
__ADS_1
Fahri segera menghentikan aktivitasnya,ia melihat ke arah Kirana dan menarik jemarinya yang sedang menari-nari dilembah kenikmatan milik Kirana.
"Mass..kenapa berhenti..",rengek Kirana.
"Sabar sayang..sebentar aku usir pengganggu itu dulu,hmm..",jawab Fahri sembari mengelus pipi Kirana dengan ibu jarinya.
"Jangan lama-lama..ini udah tanggung banget,aku nggak mau nanggung yang kedua kalinya..",rengek Kirana sambil menghentakkan kakinya.
"iya bentar.. kamu tunggu disini dulu yaa...", Fahri mencium bibir Kirana sekilas.
Fahri berjalan menghampiri Riko yang sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya sembari tersenyum sendiri.
"Ciihhh.. senyum-senyum sendiri udah kayak orang gila..",sindir Fahri
"Apa sih bos.. bawaannya sensi melulu,efek nggak dapat jatah ya gitu tuhh..",ucap Riko sembari tertawa mengejek.
"Sialan..",Fahri melempar bantal ke arah Riko.
"Chating sama siapa,bilangin Vita yaa..suaminya chating sama cewek lain",seru Fahri.
"Oh ya sudah gih pulang sana,lagian istri hamil malah ditinggal-tinggal..",ucap Fahri.
"Ihh ini juga kalau nggak karena si boss,aku juga ogah jauh-jauh kesini..",seru Riko.
"ya sudah,sudah tahu keadaan ku juga kan..dan terima kasih sudah membawakan banyak makanan kesini,sekarang mending kamu balik ke Jakarta sana,Vita sudah nungguin kasihan..",Fahri menarik tangan Riko memaksanya untuk berdiri.
"ehh..boss nanti dulu apa,aku masih capekk nihh besok dehh aku baliknya...yaa...",elak Riko.
Sementara Kirana disudut ruangan sana sudah mengerucutkan bibirnya,membuat Fahri semakin gemas saja.
"Nggak bisa..ayo cepetan,lebih cepat lebih baik,Vita juga pasti seneng suaminya cepet pulang..lagian kamu nggak kangen apa?",cerocos Fahri.
"Ya..kangen sihh, sebenarnya aku nggak bisa jauh-jauh dari Vita ini semua kan gara-gara si bos..",jawab Riko.
"Ya sudah ayo...berarti sekarang juga kamu harus balik ke Jakarta",Fahri menarik tangan Riko sampai ke depan pintu.
__ADS_1
"Ehh..tapi boss..lho ini kok aku jadi kayak di usir ya.. ",ucap Riko yang sudah berada di depan pintu.
"Emang...ya sudah, hati-hati di perjalanan yaa..semoga selamat sampai tujuan,byee...",Fahri membuka pintu apartemennya dan mendorong Riko ke depan pintu kemudian menutup kembali pintu apartemennya.
"tapi boss...ehh ..bos...dasarr bos laknat, sembarangan main tutup-tutup pintu aja...",omel Riko di depan pintu apartemen Fahri.
"Eh,tapi bener juga sihh mending balik ke Jakarta sekarang aja ahh..lagian disini hawanya juga dingin bangett,brrr...mau jadi obat nyamuk kalau disini,hih ogah...",Riko melangkahkan kakinya keluar.
Sementara itu,setelah menutup pintu Fahri menghampiri Kirana yang sudah mengerucutkan bibirnya sedari tadi.
"Maaf ayank...kita lanjutin yang tadi yukk,mau disini atau dikamar,hmm...",tanya Fahri.
"Sudah kepalang tanggung disini aja kali ya...lagian kita juga belum pernah melakukannya di dapur kan??hmm..",ratu Fahri.
Tanpa aba-aba Fahri langsung mengangkat tubuh Kirana dan mendudukkannya di meja makan.Kemudian ia mulai mencium dengan rakus bibir Kirana,Kirana pun yang sudah on sedari tadi ikut membalas ciuman Fahri tak kalah rakusnya.Mereka saling meny esap dan lidah mereka pun saling membelit satu dengan yang lain bahkan keduanya juga saling bertukar Saliva satu dengan yang lainnya.
Ciuman panas mereka semakin dalam dan panas,Fahri tak akan melepaskan ciumannya andai saja keduanya tidak kehabisan nafas.Fahri melihat bibir Kirana yang membengkak karena ulahnya dan nafasnya tersengal.Keduanya sudah berkabut ga i rah.
Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk menyatukan bibir keduanya kembali,tangan Fahri juga tak tinggal diam,entah sejak kapan kancing dress Kirana sudah terlepas semua dan dress itu sudah melorot menutupi bagian bawah tubuhnya saja.
Dengan lihai tangan Fahri membuka kaitan bra Kirana.Dan membuang ke sembarang arah penutup gundukan kenyal yang menjadi favorit Fahri itu.Tangan Fahri menari-nari di sana,bongkahan itu sangat pas di genggaman Fahri.Pijatan lembut Fahri membuat Kirana semakin mend esah nikmat, menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Fahri yang membuatnya terbuai dan terlena hingga ia pun kembali mende sah.
"Ahh..mas Fahri..",Des ah Kirana.
"Kau menikmatinya sayang,hmm...",tanya Fahri disela-sela aktivitasnya.
Sementara bibirnya sudah turun menikmati susu langsung dari sumbernya,ia meraup dengan rakus seperti bayi yang sedang kelaparan.
bersambung..
nggantung...nggantung dehhh...
maafkan author ya readers,wkwkkaburr....
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1