
Claudia yang sudah kesal dengan omongan Vita melihat Kirana dan Sherly yang tampak terlihat sangat akrab dan hangat bertambah geram.Claudia mengepalkan tangannya dan menghentak-hentakkan kakinya karena kesal melihat keharmonisan putrinya dan ibu sambungnya.
"IRI??? BILANG BOSSS,hahahaha",ucap Vita tepat disamping telinga Claudia.
"Kau ini bocah tengil,lancang sekali..",pekik Claudia karena tidak ingin suaranya terdengar oleh Sherly.
Sementara Vita bergabung dengan Kirana dan Sherly.
"Kakak ini temen sekolah mommy yaa?",tanya Sherly.
"Iyaa,nama ku Vita kamu Sherly kan?".
"Iyaa.. kok kakak tahu?? pasti mommy yang kasih tahu,iya kan??",tanya Sherly.
"hehe iyaaa",jawab Vita sambil tersenyum lebar.
"Mommy,kak Vita.. Sherly permisi ke kamar mandi dulu yaa..".
"iya sayang..",jawab Kirana dan Vita kompak.
"Anak Lo manis banget kii,upsh.. mommy,unchh.. sweet bangettt",goda Vita.
"Apaan sih Vita mommy,mommy",ucap kirana.
"Nah itu, Sherly manggil kamu mommy kamu biasa saja,kenapa aku manggil mommy kamu ngambek,hahahah",ujar Vita seraya tertawa.
"Beda lagii, Sherly anak ku,nah kamu siapa??
"Aku anakmu mommy",ucap Vita dengan wajah yang seolah-olah memelas.
"mana ada anak sama ibu,tuaan anaknya",ucap Kirana dengan menyebikkan bibirnya.
"Kurang ajar kamu Kiii",Vita pura-pura ngambek.
"Hahhaha.. udah-udah stop,mamanya Sherly mana yaa,kok nggak kelihatan",tanya Kirana.
"Ngapain kamu nyari nenek Lampir itu,aku aja ogah nglihatnya".
"Hushh.. nanti kedengaran Sherly lho",Kirana mengarahkan telunjuknya kedepan bibirnya.
"Barang-barang siapa ini ada disini", teriak Claudia dan terdengar oleh Kirana dan Vita.
Kirana dan Vita lari ke arah asal suara itu.
__ADS_1
"Astaga.. barang-barangku,bukuku,bajuku.. heeii nenek lampir Lo itu keterlaluan banget sihh",ucap Vita geram yang melihat Claudia membuang barang-barangnya dikamar yang ditempati Vita.
Vita memunguti barang-barangnya yang dibuang oleh Claudia ke lantai,Kirana membantu Vita.
"Heii bocah tengil,kamu tuh nggak pantes tidur di kamar sebagus ini,bereskan barang-barangmu atau aku buang ini semuanya",ancam Claudia.
"Maaf,tapi kamu nggak berhak menyuruh Vita untuk keluar dari kamar ini,karena Vita sudah duluan menempati kamar ini dan mas Fahri sudah mengizinkannya",ujar Kirana.
"Aku mau menempatinya,jadi dia harus keluar dari kamar ini",ucap Claudia sembari menudingkan telunjuknya ke arah Vita.
"Masih banyak kamar lainnya,anda boleh menempati yang lainnya...".
"Diam kamu..!! jangan merasa jadi nyonya besar yaa di rumah ini, suka-suka aku mau tidur disini atau dimana saja terserah aku",ucap Claudia sambil bertolak pinggang.
"Sudahlah Kii,aku tidur dikamar lain saja,lagian nggak akan ada habisnya berdebat dengan nenek lampir ini,mending yang waras ngalah",sahut Vita.
"Ehh,bocah tengil!! ngomong apa kamu barusan??aku masih waras yaa,,kamu tuh yang Gila..dasar bocah bau kencur,tengil banget",seru Claudia tidak mau kalah.
"Hhhaha,woii tante.. gini nih yang belum bisa move on dari mantan suami,sudah tahu mantan suaminya sudah menikah lagi tapi masih sibuk saja pengen ngrebut suami orang",sindir Vita.
"Heii kamu dengar yaa.. Fahri itu cinta mati sama aku,dia yang belum bisa move on dari aku,temanmu ituu cuma buat pelampiasan saja,kamu dengar yaa sebentar lagi pasti temanmu itu bakalan dicampakkan dan didepak dari rumah ini", ujar Claudia dengan nada tinggi penuh emosi.
"Lo tuh yaa.."
"Tapi Kii aku belum selesai ngomong.."
"Sudahlah..",Kirana memohon kepada Vita dengan wajah memelas untuk mengakhiri perdebatannya dengan Claudia.
"Oke baiklah,bener katamu Kii, buang-buang waktu dan energi saja aku meladeni nenek lampir ini",Ucap Vita menyeringai.
"Gih,sana keluar dari kamar ini", Claudia mendorong tubuh Kirana dan Vita keluar dari kamar dan menutup pintu kencang.
brakkk!!!
"ehh,busyeett dahhh nenek lampir",ucap Vita yang kaget mendengar suara pintu dibanting.
"Sudahlah,ayo Vita kita ke kamar yang lain",ajak Kirana.
Kirana membawa Vita ke kamar yang berada dibawah tangga.
"Maaf ya Vita,kita pindah tidur disini yaa",ujar Kirana.
"Santai aja lagi Kii,disini juga nyaman, kamarnya juga luas",jawab Vita.
__ADS_1
Kirana merasa lega karena Vita tidak mempermasalahkan masalah kamar.
"Oh yaa,Kii .. kang mas gantengmu itu kaan sih datangnya?",tanya Vita.
"katanya sih 2 atau 3 harian,nah ini baru sehari kan,kalau nggak besok ya lusa,kenapa memangnya",tanya Kirana.
"Nggak sihh.. kalau ada mas ganteng,aku yakin si nenek lampir itu nggak akan berulah yang nggak-nggak",jawab Vita.
"Semoga cepat pulang sih mas Fahri,aku juga bingung ngadepin mamanya Sherly, masalahnya kan ada Sherly,aku nggak mau nyakitin hati Sherly",ucap Kirana.
"Nah itu dia, Sherly itu dijadikan senjata sama nenek Lampir itu buat ngerjain kamu,emang bener-bener tuh orang,dia tahu kelemahanmu ada di Sherly".
"Udah ahh pusing aku tuhh,mbok Darmi juga kemana lagi dari tadi nggak kelihatan,untung Sherly nggak denger tadi emaknya habis paduan suara kayak gitu",ucap kirana.
"Sepertinya mbok Darmi ke pasar dianter sama pak dirman,kalau Sherly habis dari kamar mandi tadi kemana yaa kok nggak kelihatan lagi batang hidungnya".
"Tau dehh vit,aku permisi dulu yaa,kamu istirahat disini sendiri nggak apa-apa kan?",tanya Kirana.
"Ya elahhh.. don't worry Kirana, nyantaii aja kaliii",jawab Vita.
"Ya sudahhh.. aku keluar yaa",Kirana keluar dari kamar Vita dan menuju ke kamarnya dilantai atas.
Ia membaringkan tubuhnya di ranjangnya, berkali-kali ia menghela nafas panjang,seakan ada beban berat yang sedang ia rasakan.Dan entah dimenit ke berapa jiwanya sudah keluar dari raganya.Yaa.. ia tertidur dengan pulas.
Cukup lama Kirana tertidur,tak terasa hari sudah mau petang,matanya yang terpejam terlihat bergerak-gerak dan terbuka,ia mengumpulkan kesadarannya.
"jam berapa ini kenapa ruangannya gelap sekali,apa sudah malam",Kirana mencari-cari ponselnya yang ia letakkan sembarangan diranjangnya tadi.
"Ini dia",Kirana menemukan benda pipih itu,dan ia melihat jam di layar ponselnya yang menunjukkan pukul 18.30.
"Ahhh.. kenapa aku bisa tidur selama itu",Kirana bergegas bangun dari tidurnya dan menyalakan lampu di ruangannya setelah itu ia menuju ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah selesai membersihkan diri,ia berlari menuruni anak tangga untuk menuju ke dapur dan ternyata Vita, Sherly dan Claudia sudah berada dimeja makan, sementara mbok Darmi sibuk menyiapkan masakannya dan menghidangkannya dimeja.
"Biar Kirana bantu mbok",ujar Kirana menghampiri mbok Darmi yang membawa mangkuk berisi sayur sop.
"Ndakk usah non,biar simbok saja,non Kirana duduk saja",tolak mbok Darmi.
"Biarkan saja mbok dia membantu,bagus kan kalau dia tau diri,lagian sebentar lagi juga dia akan menggantikan simbok",seru Claudia.
TBC dears..
terimakasih untuk semua yang sudah mendukung karya-karya author.
__ADS_1