
keesokan harinya Fahri dan kirana pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka Kirana.Hanya butuh waktu beberapa jam untuk dokter bisa mengembalikan tangan Kirana kembali mulus dan nyaris tidak terlihat bahwa pernah ada luka ditangannya.
"Wow.. ini benar-benar amazing dok, sempurna",ucap Fahri takjub yang melihat tangan Kirana sembuh hanya dalam hitungan jam.
Kiranapun seperti tak menyangka kalau tangannya akan sembuh secepat itu.
"Sekarang tekhnologi sudah semakin canggih tuan,itu hanya luka kecil saja menurut saya",jelas dokter tersebut.
"Terima kasih banyak dok,kalau begitu saya dan istri saya pamit undur diri",pamit Fahri.
"Sama-sama tuan dan nyonya Fahri",ucap dokter ramah.
Fahri dan Kirana meninggalkan ruangan dokter itu.Ia berjalan menuju ke Lobby rumah sakit.
"Sayang,kamu tunggu disini yaa.. aku ambil mobil dulu",ucap Fahri lembut dan diangguki oleh Kirana.
Fahri mengendarai mobil dengan kecepatan sedang,Kirana yang berada didalam mobil masih melihat tangannya ia benar-benar masih tidak percaya kalau tangannya bisa sembuh dalam waktu sesingkat itu.
"Kenapa??",tanya Fahri mengagetkan Kirana.
"Aku masih nggak menyangka saja tanganku sudah kembali seperti semula,nyaris tidak terlihat pernah ada bekas luka disitu", jawab Kirana.
Fahri mengelus pipi Kirana dengan tangannya.
"Emm.. kita ke sekolah Sherly dulu ya,jemput Sherly",ucap Fahri.
"iyaa.. ",jawab Kirana sembari tersenyum.
Sampai di sekolah Sherly,ternyata Sherly sudah menunggu papanya di depan pintu gerbang.
"Ayo masuk sayang..",ucap Fahri.
"papa lama sekali.. Sherly sampai jamuran",jawab Sherly pura-pura merajuk.
"sorry sayang.. papa harus mengantar mommy mu ke dokter dulu",ujar Fahri.
"lho.. ada mommy juga",tanya Sherly.
"Haii Sherly.. ayo masuk mobil",sahut Kirana.
Sherly masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang.
"maafkan mommy ya Sherly.. gara-gara papa nganter mommy ke dokter dulu Sherly jadi lama yaa nungguinnya",ujar Kirana.
"Ahh.. nggak kok,gimana luka mommy",tanya Sherly.
Kirana mengangkat tangannya menunjukkannya ke Sherly.
__ADS_1
"Wow.. kok bisa??", Sherly terperanjat melihat tangan Kirana yang kembali mulus.
"ya bisa dong sayang.. sekarang kan tekhnologi sudah semakin canggih",sahut Fahri.
Selama perjalanan mereka tak henti-hentinya bercanda gurau,mereka terlihat sangat bahagia.
"pa.. kita makan diluar boleh,kita mampir ke restoran Tante Laras?",pinta Sherly.
"emm.. papa sih mau aja gimana dengan mommy",Fahri melihat ke arah Kirana.
"ayoo.. sudah lama kan kita nggak ke tempat kak Laras",jawab Kirana.
"okee.. let's go",ucap Fahri sembari mengemudikan kendaraannya ke arah restoran Laras.
sampai di restoran terlihat lumayan banyak pengunjung.Doni yang berada didalam restoran melihat Kirana,Fahri dan Sherly langsung menghampiri mereka.
"wow.. mimpi apa semalam kedatangan tamu agung",ucap Doni sambil berhamburan memeluk Fahri dan Kirana secara bergantian.
"haii Don.. apa kabar, sepertinya tambah ramai pengunjung yaa",ujar Fahri.
"Alhamdulillah Fahri,ini semua juga tak lepas dari bantuan mu,aku dan keluargaku berhutang Budi banyak padamu".
"apa sihh kamu..",Fahri merasa tidak enak.
"haii gadis kecil kamu mau pesan apa??",tanya Doni yang melihat Sherly sedang melihat menu makanan di restoran miliknya.
"emm.. aku mau yang spesial om yang ada disini",jawab Sherly.
"Kak Laras mana mas",tanya Kirana.
"ohh.. Laras baru saja pulang dengan raka",jawab Doni.
"Yahh sayang sekali.. ",Kirana terlihat kecewa karena tidak bertemu dengan kakak kesayangannya.
"besok atau lusa biar mas Doni suruh kak Laras main ke rumahmu",ujar Doni.
"janji ya mas",ucap Kirana.
"iyaa..",Doni tersenyum.
"oke kalian tunggu disini dulu yaa,mas Doni ambilkan makanan untuk kalian ",lanjut Doni dan bergegas ke belakang untuk menyajikan makanan spesial untuk saudaranya.
Setelah selesai makan,Kirana dan Fahri pamit pulang.
"Hati-hati dijalan yaa..",Doni melambaikan tangannya melihat mobil yang ditumpangi Kirana,Fahri dan Sherly meninggalkan restoran nya.
*****
__ADS_1
hari sudah mulai gelap, sampai di rumah Fahri menyuruh Sherly untuk bersih-bersih dan mengerjakan tugas sekolahnya dan setelah itu Fahri menyuruhnya istirahat.
Kirana pun langsung masuk ke kamarnya dan membersihkan badannya juga yang terasa lengket karena seharian berada diluar rumah.
sementara Fahri memeriksa laptopnya,ia melihat email-email yang masuk,seharian ini ia izin tidak ke kantor dan menyuruh Riko untuk menghandle semuanya.
Kirana yang melihat Fahri masih sibuk dengan laptopnya akhirnya menuju ke dapur membuatkan secangkir kopi untuk suaminya.
"Mas Fahri ini kopi nya diminum dulu mumpung masih hangat",ucap Kirana.
"Terima kasih sayang,taruhh disitu dulu aku mau mandi dulu",ucap Fahri sambil menunjuk ke arah meja didekatnya.
Kirana meletakkan kopi tersebut diatas meja,dan membereskan semua file dan dokumen Fahri dan menyimpan laptopnya juga.
setelah itu ia membaringkan diri di ranjangnya.Baru saja ia memejamkan matanya tapi dadanya terasa sesak seperti ada yang menindihnya.Ia pun membuka matanya.
Benar saja Fahri sudah berada diatasnya,sambil memandanginya manja.
"Mas Fahri..",belum juga selesai ucapan Kirana Fahri langsung menyambar bibir mungil Kirana.Kirana mendorong dada fahri karena nafasnya tersengal-sengal,Sepertinya fahri tidak ingin memberikan kirana ruang untuk bernafas.
Akhirnya Fahri melepaskan ciumannya untuk Kirana,dan memberikan Kirana jeda waktu untuk bernafas.tapi tidak lama kemudian Fahri melahap kembali bibir Kirana,seakan sudah menjadi candu,Fahri selalu jatuh cinta dengan bibir mungil Kirana,lidah Fahri nampak lihai bermain dibibir Kirana.
"Sayang.. aku ingin kamu",ucap Fahri parau sambil membenamkan wajahnya diberikan leher Kirana.
Tangannya tidak berhenti mengabsen setiap inci lekuk tubuh kirana,dan tangannya berhenti di gundukan kenyal,ia meremas gundukan itu,Fahri membuka kancing baju Kirana satu persatu dan terpampang jelas didepannya benda kenyal menantang itu.
Tak butuh waktu lama,Fahri langsung melahapnya memainkan lidahnya pusat intinya.
"Ahh..",satu desahan lepas dari mulut Kirana dan berhasil membuat Fahri semakin menggila.Ia mulutnya semakin agresif memainkan titik sensitif itu,dan tangannya mulai bergerilya liar diantara kedua paha Kirana.
"Ahh.. sayang..",Kirana mendesah karena merasakan kenikmatan yang ia dapatkan dari Fahri.
desahan Kirana seperti suntikan semangat untuk Fahri,ia semakin agresif ketika mendengar desahan yang keluar dari mulut Kirana.Ia mendudukkan tubuh Kirana dan melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuhnya dan tubuh Kirana.
Kemudian ia mendudukkan tubuh Kirana di atas pangkuannya.ia membenamkan wajahnya diceluk leher Kirana sementara tangan satunya memainkan benda kenyal yang ada di dada nya dan meremas-remasnya serta memilih-milih pusat intinya. sementara tangan yang lain menari-nari mencari jalan diantara kedua pangkal paha Kirana.
Kirana menggelinjang merasakan kenikmatan yang diciptakan oleh Fahri, mulutnya tidak berhenti meracau.
"ahh.. mas fahrii sayang,ahh...",racau Kirana yang sudah berada di awang-awang.
TBC dears..
hai-hai..
author kembali lagi nih dears setelah sekian purnama menghilang tanpa jejak.
author minta maaf karena telah membuat kalian semua kecewa karena cerita author yang menggantung.
__ADS_1
semoga readers semua masih mau membaca karya author.
happy reading dears 🤗😘