Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#66


__ADS_3

Selesai sarapan mereka berempat bergegas mengemasi barang-barang mereka, rencananya mereka akan jalan-jalan dan sekalian kembali pulang.


Mereka sangat menikmati liburan weekend kali ini,Sherli dan Kirana sibuk mencari oleh-oleh sedangkan Fahri dan Riko sudah persis bodyguard mereka,sedari tadi dibelakang mereka dan membawakan belanjaan mereka.


"jarang-jarang gue lihat si boss bawa tas belanjaan segitu banyaknya,gue foto ahhh",Riko mulai usil.


"bossss... cheess",ucap riko sembari mengambil gambar Fahri .


"Sialan.. hapus nggakk",hardik Fahri.


"Sebodoh,weekkkk...",Riko malah menjulurkan lidahnya ke arah Fahri.


"Jarang-jarang kan CEO yang terkenal tegas sama karyawan-karyawannya,takluk sama istri kecilnya,suruh nenteng belanjaan lagii,uhh..",usil Riko.


Fahri memilih mengabaikan Riko dan berlalu pergi setelah mendapati ponselnya berdering.


"Mas Riko,mas Fahri kemana??",tanya Kirana yang baru saja selesai berbelanja.


"si boss lagi jawab telepon Kii.. sudah selesai belanjanya",tanya Riko.


"Sudah.. njihh..",Kirana mengangkat tas belanjaannya yang berada ditangannya.


"haduhhhh.. papa lama banget sihh, Sherly laper tau ini udah lewat jam nya makan sian",sela Sherly sambil memegangi perutnya.


"Lha salah sendiri belanja nggak kenal waktu",cibir Riko.


"ihh om Riko.. kita nyari tempat makan dulu yukk, Sherly udah laper bangett",rengekk Sherly.


Riko yang tak tega dengan Sherly akhirnya mengajak mereka ke kafe disekitar tempat mereka berbelanja.


Sementara mata Kirana masih celingak-celinguk mencari keberadaan suaminya.


"Mas Fahri dimana sihhh..", gumamnya.


Setelah sampai di cafe, Sherly dan Riko memesan beberapa menu makanan, sementara Kirana ia tak berselera makan,ia masih sibuk mengedarkan matanya mencari tambatan hatinya.


"Kii.. kamu gk pesan makanan?",tanya Riko.


"emm.. nanti saja nunggu mas Fahri",jawab Kirana singkat.


"aku sudah kirim pesan sama bos,aku suruh menyusul ke cafe inii",ucap riko.


"ohh..",Kirana hanya ber oh ria.


sementara Riko dan Sherly menikmati makanannya,Kirana hanya mengaduk-aduk minumannya tidak berniat untuk meminumnya sekalipun.

__ADS_1


Akhirnya senyuman Kirana pun berkembang ketika ia melihat suaminya berjalan terburu-buru ke arah mereka.


"Riko,ayo cepat selesaikan makanmu,kita harus secepatnya kembali",ucap Fahri yang langsung berkata kepada Riko tanpa menoleh dulu ke arah Kirana.


Dan itu berhasil membuat Kirana kecewa,ia semakin kesal sengan Fahri yang sok cuekk kepada dirinya.


"Boss,nggak makan dulu??",tanya Riko.


"Gampanglah...",jawab Fahri singkat sambil memainkan ponselnya.


Riko yang melihat Kirana dengan ekspresi wajah kecewanya,menyenggol siku Fahri ingin memberikan kode tapi ternyata Fahri dtidak menggubrisnya,ia masih sibuk dengan ponselnya.riko mencoba mengkode sekali lagi tetap sama Fahri sama sekali tidak peka.Justru membuat Fahri uring-uringan.


"Jangan bercanda Riko,cepat habiskan makananmu ada tugas penting yang menanti",hardik Fahri,dia merasa Riko mengajaknya bercanda.


"ihhh si bosss.. kalau ada apa-apa gue nggak ikut-ikutan,pokoknya mahhh",Riko menggerutu dalam hati.


"Sudah selesai..",tanya Fahri.


"Bentar bos,aku bayar bill nya dulu...",ucap Riko.


"Om Riko aku ikut...",ucap Sherly.


"benar-benar bocil nyusahin banget,cepetan!!",ujar Riko.


Tinggal Fahri dan Kirana berdua,tapi Fahri sama sekali tidak melirik ke arah Kirana,entah ia lupa kalau punya istri atau ada masalah lain sehingga ia lebih fokus ke ponselnya daripada sekitarnya.Dan kiranapun enggan untuk memulai pembicaraan duluan, walaupun rasanya ia ingin sekali memanggil suaminya tapi ia urungkan karena sudah terlanjur kecewa dengan kecuekan Fahri.


Disepanjang perjalanan pulang mereka dalam keheningan,tidak seperti ketika kemarin mereka berangkat liburan.Terlihat Fahri masih sibuk dengan ponselnya dan berbicara sesekali dengan Riko tentang masalah pekerjaan.Sherly sibuk dengan gadgetnya sementara Kirana ia lebih memilih memejamkan matanya,berharap segera sampai rumah.


Dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai rumah juga.Kirana yang merasa mobilnya sudah berhenti,ia pun terjaga dari tidurnya.Ia pun segera turun dari mobil dan masuk kerumah.Sherly pun demikian ia segera masuk ke kamarnya karena badannya sudah sangat lelah sekali,ia ingin segera membaringkan tubuhnya.


Ketika Fahri akan turun dari mobil Riko memanggilnya dengan ragu.


"Boss..",ucap Riko.


"Yaa..".


"Emm.. anu..",Riko sempat ragu untuk mengatakannya.


"Apa???bicara yang jelas".


"Emm.. tadi Kirana belum sempat makan bos, sebenarnya tadi dia nungguin si boss".


"hahh.. kenapa nggak bilang dari tadi sihh",ujar Fahri khawatir.


"ihh.. dari pas di kafe tadi aku sudah kasih kode ke bisa tapi boss malah nggak peka banget",ucap Riko kesal.

__ADS_1


fahri menghela nafas kasar",ya sudahh.. jangan lupa besok pagi-pagi kesini,banyak pekerjaan yang menanti",ucap Fahri


"Siap boss".


Fahri turun dari mobil dan segera mencari keberadaan istrinya itu.ia melihat Kirana yang meringkuk di ranjangnya.fahri melepaskan bajunya dan membersihkan diri terlebih dahulu sebelum ia menghampiri Kirana.


Fahri melihat Kirana yang tidur menutupi wajahnya dengan selimutnya.


"Aku tahu.. kamu belum tidur kan??",ucap Fahri yang sudah duduk disebelah Kirana.


Tidak ada jawaban dari Kirana.Fahri membuka selimut yang menutupi Kirana, terlihat mata Kirana yang sembab seperti habis menangis.


Fahri merutuki kebodohannya,yang sempat melupakan istrinya dan lebih mementingkan pekerjaannya.Ia mengelus pipi Kirana,dan menciumnya berkali-kali.


"Sayang... maaf",ucap Fahri lirih.


Tidak ada jawaban dari Kirana,tapi tubuh wanita itu bergetar,air matanya jatuh tanpa permisi.Fahri yang mengetahui itu semakin merasa bersalah.


"Sayang.. maafkan aku,ada masalah serius di kantor sampai-sampai aku..",Fahri tidah bisa melanjutkan kata-katanya,ia membawa Kirana kedalam pelukannya.


Tangis Kirana semakin menjadi-jadi,ia sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi.dadanya terasa sesak.


"Sayang.. kamu kalau diam seperti ini terus aku semakin merasa bersalah,maafkan akuu yaa",Fahri menangkap keduap pipi Kirana,manik mata mereka bertemu.


Terlihat ada wajah penyesalan diwajah Fahri dan ada gurat kekecewaan diwajah Kirana.Kirana yang dari tadi diam tak mengeluarkan satu kata pun.


"Sayang.. kamu jangan diam kayak gini,aku nggak bisa kalau kamu diemin kayak gini",ucap Fahri frustasi.


"Aku laparr..", akhirnya bibir mungil itu mengeluarkan suara.


"Kamu lapar.. okee,kita delivery order aja yaa",kata Fahri.


tapi Kirana menggeleng,"aku maunya mas Fahri yang masak buat aku".


"Tapi aku nggak bisa masak sayang... ohh,atau kita bangunkan mbok Darmi aja yaa,biar mbok Darmi aja yang masak".


Kirana menggeleng dan menundukkan kepalanya,terlihat air matanya sudah mulai menggenang.


"Okee.. aku masak,kamu tunggu disini yaa,aku ke dapur dulu",ucap Fahri.


"Aku mau ikut ke dapur",jawab Kirana.


TBC dears..


terima kasih sudah mendukung karya author..

__ADS_1


happy reading dears🤗😘


__ADS_2