
Malam itu adalah saksi penyatuan dua insan manusia yang saling melepaskan rindu satu sama lain.Fahri tidak membiarkan Kirana beristirahat barang sedikitpun,ia mengajak Kirana bermain sampai pertiga malam dan memberikan waktu Kirana untuk tidur sebentar sekali.
Cahaya matahari seakan malu-malu untuk menyeruak masuk menembus kaca kamar Fahri.Mendung dipagi itu membuat keduanya tertidur sangat pulas dan tidak tahu kalau hari sudah hampir siang.
Kirana terbangun dari tidurnya,badannya serasa pegal,sehingga membuatnya sangat malas untuk beranjak turun dari ranjangnya.Ditambah lagi tangan Fahri yang sedari tadi melingkar diperutnya dan suasana yang terasa dingin membuatnya tidak ingin melepaskan dekapannya kefahri.Hiangga ia menyadari sesuatu.
"Jam berapa inii",ucap Kirana sambil menggosok-gosok matanya.
"Astaga.. ini sudah jam 9",sontak Kirana menyingkirkan tangan Fahri dari pinggangnya dan membuat Fahri kaget dan terbangun dari tidurnya.
"kenapa sayang?",tanya Fahri sambil menggosok matanya.
"Mas Fahri ini sudah siang dan aku sudah terlambat sekolah",ucap Kirana panik.
"iya aku tahu terus..",jawab Fahri santai
"Kok teruss.. ihh mas Fahri aku terlambat lho ke sekolah,kemarin aku sudah tidak sekolah dan hari ini aku tidak sekolah lagi, sebentar lagi aku ujian mas,gimana kalau aku tidak lulus",Kirana berdecih kesal.
"Sayang.. aku tahu,kemarin aku sudah meminta izin dua hari agar kamu istirahat dirumah,besok kamu sekolah.. sudahlah jangan sedih lagi,kamu pasti lulus,kamu kan termasuk siswi pintar disekolah mu",Fahri mengelus kepala Kirana menenangkan Kirana.
Kirana hanya berdiam dan tidak menanggapi ucapan Fahri.
"Sudahlah sayang kita lanjutkan lagi tidurnya",Fahri menarik tubuh Kirana dan menidurkannya.
"Mas.. kamu nggak ke kantor?",tanya Kirana.
"nggak..",jawab Fahri singkat.
"kenapa??",Kirana mengganti posisinya dari terlentang menjadi miring melihat ke arah Fahri.
"Aku masih kangen sama kamu sayang,sudah ahh...",Fahri malah membenamkan wajahnya di belahan dada Kirana.
"ihh.. mas Fahri sudah ahhh,aku capek tahu..",elak Kirana yang merasa bagian dadanya sudah dipermainkan oleh Fahri.
Fahri tak menghiraukan relakan Kirana,ia malah bersemangat bermain diarea kesukaanya,ia pun sibuk menghisap p*ting milik Kirana sehingga membuat yang empunya menggelinjang dan merasakan hasratnya kembali lagi.
"Mas...aku ca..",belum selesai ucapan Kirana Fahri sudah membungkam bibirnya dan mengulumnya perlahan dengan lembut.
"Sekali lagi sayang.. please",ucap Fahri dengan wajah penuh harap.
"Aku takut mas..",ucap Kirana.
"Takut??",Fahri mengernyitkan dahinya.
"emm.. aku.. aku.. takut ha..mil..",ucap Kirana lirih dan hampir tidak terdengar oleh Fahri.
"Sayang.. aku ini suamimu, walaupun kau hamil aku pasti akan bertanggung jawab,dia anakku",Fahri mengelus perut Kirana sambil tersenyum.
"Ta..pi.. emm..aku.. aku belum siap",jawab Kirana ragu.
__ADS_1
"aku masih sekolah mas,aku ingin menyelesaikan sekolahku terlebih dahulu",lanjut Kirana penuh hati-hati,ia takut akan melukai perasaan Fahri.
"Oke baiklah.. setelah ini kita ke dokter untuk konsultasi menunda kehamilan",ucap Fahri dan membuat Kirana merasa lega.
"Tapi.. sekarang aku mau kamu, please.. sekali saja",Fahri memasang wajah melas penuh harapnya.
"beneran cuma sekali ya",Kirana menegaskan lagi.
tapi Fahri tak menjawabnya dan langsung mengulum bibir Kirana dengan penuh hasrat,ia kembali mengulang apa yang dilakukannya semalam.Bukan hanya sekali tapi berkali-kali ia membuat Kirana merasakan kenikmatan surgawi yang diciptakannya.
Kirana tertidur pulas setelah Fahri melakukannya beberapa kali, dilihatnya wajah istrinya yang terlihat sangat lelah setelah melayaninya,melayani hasratnya.fahti mengelus pipi Kirana dan mencium keningnya,kemudian ia bergegas membersihkan dirinya.
Setelah mandi ia turun ke bawah dan pergi ke dapur terlihat mbok Darmi sedang berada di dapur bersama dengan Sherly.
"Haii.. sayang.. ",Fahri menghampiri Sherly yang sedang makan siang.
"hallo pa..",balas Sherly.
"kamu nggak sekolah nak.. "
"papa.. Sherly sudah pulang sekolah.. ini sudah jam 2 siang papa",jawab Sherly sambil memanyunkan bibirnya.
"benarkah.. tapi seperti masih pagi",ucap Fahri.
"Iyaa tuan.. hari ini cuaca mendung jadi gk kelihatan yaa kalau sudah siang",sela mbok Darmi.
"ohh.. pantas",Fahri meminum air putih di depannya.
"hahh.. ohh nggak.. emm.. mommy sedang tidur,yaa.. emm.. dia sedang istirahat karena kemarin kan lukanya habis diobatin tuh,jadi harus banyak istirahat",jawab Fahri mencari alasan asal-asalan dan untungnya Sherly percaya.
"mbok siapkan makan siang untuk Kirana ya.. biar saya bawa keatas saja",Fahri melanjutkan makan siang nya dengan Sherly.
Setelah menyelesaikan makan siangnya,Fahri kembali ke atas dan mendapati Kirana masih pulas.fahri mengelus lembut pundak Kirana yang telanjang.yaa.. Kirana hanya berbalutkan selimut setelah pergulatan Akbarnya tadi ia sudah sangat kelelahan sehingga tidak sempat memakai baju.
"sayang.. bangun dulu,aku bawakan makan siang untukmu",Fahri mengelus rambut Kirana.
Kirana membuka matanya,dan menatap Fahri.
"Kamu lapar kan.. aku suapin yaa...",Fahri mendudukkan Kirana dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjangnya.
Fahri menyuapi Kirana dengan penuh kasih sayang,dan sepertinya Kirana pun menikmati moment seperti itu.setelah selesai makan Fahri mengambilkan minum untuk Kirana.
"Kamu mau bersih-bersih",tanya Fahri dan diangguki Kirana.
dengan digagas Fahri menggendong tubuh Kirana dan mendudukkannya dipinggir bathtub nya.Fahri mengisi bathtub dengan air hangat dan memberikan aroma terapi yang sangat menenangkan.
"berendamlah pasti kamu sangat lelah,nanti kalau sudah selesai.. panggil aku yaa",ucap Fahri dan meninggalkan Kirana di kamar mandi.
Kirana merasa tenang setelah merendam tubuhnya itu, seketika rasa lelahnya hilang,ia benar-benar menikmatinya,hingga tak terasa sudah satu jam ia berada di dalam kamar mandi.Dan iapun menyudahi ritual berendamnya.Dan yahh.. ia lupa untuk membawa baju ganti kedalam kamar mandi,karena tadi Fahri yang menggendongnya ke kamar mandi.
__ADS_1
Akhirnya Kirana hanya melilitkan handuknya ke tubuhnya.Ia melangkahkan kakinya perlahan karena masih merasa sedikit sakit diantara kedua pangkal pahanya.Iapun berjalan keluar dari kamar mandi dan mendapati Fahri yang menunggunya sambil memainkan laptop nya memeriksa pekerjaan nya yang dikirimkan Riko melakui emailnya.
Fahri yang tahu Kirana keluar dari kamar mandi segera mendekatinya.
"sayang.. aku kan sudah bilang kalau sudah selesai panggil aku",ucap Fahri.
Kirana merasa senang dengan perhatian Fahri,ia pun tersenyum dan menangkup kedua pipi Fahri.
"Aku tidak mau merepotkanmu sayang..",ucap Kirana.
"Apa??",ucap Fahri.
"aku tidak mau merepotkanmu..",Kirana mengulang lagi kata-katanya.
"bukan yang itu.."
"Yan mana??"
"setelah kata-kata itu tadi"
"aku tidak ingin merepotkanmu..."
"yaa.. setelah ituu...",ujar Fahri antusias
"sayang..."
"yaa.. bisa kamu ulangi sekali lagi".
"sayang... kenapa??",Kirana kembali menangkup kedua pipi Fahri.
"Tidak apa-apa.. aku hanya senang kamu memanggilku dengan sebutan sayang",ucap Fahri.
Kirana tersenyum melihat tingkah suaminya yang menurutnya sangat lucu.
"Sayang,aku mau ganti baju dulu..",ucap Kirana.
"baiklah aku bantu jalan yaa",jawab Fahri sembari memegangi tubuh Kirana.
"Sayang aku bisa jalan sendiri",Kiran tersenyum memandang wajah Fahri.
"Apa masih sakit??",tanya Fahri.
"Sedikit.. tapi tidak apa-apa aku bisa kok jalan sendiri,kamu duduk saja,aku mau ganti baju dulu",Kirana berjalan menuju lemari dan memilih baju yang akan dipakainya.
mata Fahri tidak lepas memandangi tubuh Kirana,ia hanya memastikan istrinya tidak kenapa-kenapa.Ia merasa bersalah karena sudah mengajak Kirana bermain dari semalam dan siangnya masih ia kerjain juga.Entah kenapa ia merasa selalu ingin melakukannya dengan Kirana.Seakan tubuh Kirana sudah menjadi candu baginya.
TBC dears..
**senangnya bisa kembali up,doakan author biar bisa selalu up ya readers.
__ADS_1
terimakasih untuk para readers yang masih setia dengan karya author.
happy reading dears 🤗😘**