Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#89


__ADS_3

"ihh apaan sih mas Riko.. yang jelas bukan mas Riko yaa.. ya tuhan yang seperti mas Fahri ya bukan seperti kanebo kering",Vita sengaja mengeraskan suaranya.


"apa kamu bilang!!",ucap Riko sembari melotot.


"kanebo kering..",jawab Vita santai.


Riko mengeram menahan emosinya,percuma tidak akan ada habisnya melawan bocah di depannya fikir Riko.


Sementara kirana dan Fahri tergelak ketika mendengar Vita memanggil Riko kanebo kering.


"terus.. terus.. terus.. saja tertawa..", ucap Riko kepada Fahri dan Kirana.


"sorry.. sorry.. seumur-umur kamu kerja sama aku,baru kali ini lho ada yang berani ngatain kamu terang-terangan didepanmu..",Fahri kembali tertawa.


"Emang dasar bocah.. mulutnya cablakk banget",jawab Riko kesal.


"Heii.. aku tuh bukan asal nyablakk,emang bener kan mas Riko kaku banget jarang tertawa udah persis kanebo kering",


"hiii... kamu tuhh yaa!!",Riko mengeram.


"udah..udah.. kalian tuh bener-bener yaa tiap ketemu berantem terus, hati-hati lho.. biasanya kalau kayak gini lama-lama dari benci jadi cinta",ucap Fahri


"idihhh... ogahhh!!!",jawab Riko dan Vita serempak.


"tuh kan.. belum apa-apa aja udah kompak bangett",ledek Fahri.


keduanya mendengus kesal.Dan itu semakin mebuat Kirana dan Fahri tidak berhenti menggoda mereka,


Setelah selesai makan Riko mengantarkan Vita terlebih dahulu,setelah itu mengantar Fahri dan Kirana.


"bos,hari ini aku nginep di rumahmu yaa..",ucap Riko.


"Terserah saja..",jawab Fahri.


"asyikk..",ucap Riko.


"tumben banget mas Riko nginep??",tanya Kirana.


"hari ini aku capek banget Kii.. pengen buru-buru ketemu kasur",jawab Riko.


beberapa menit kemudian,mereka sudah sampai rumah,setelah memarkirkan mobil digarasi Riko segera masuk ke kamarnya.Riko memang sering menginap di tempat Fahri sehingga Fahri menyediakan kamar khusus untuknya.

__ADS_1


Sementara Fahri dan Kirana sudah naik ke kamar mereka,Fahri segera membersihkan dirinya begitu pula dengan Kirana.Setelahnya Kirana tidak langsung tidur,ia berdiri dibalkon,ia bersyukur Fahri sudah mulai bisa menerima keadaan,sudah mau bangkit lagi,dan ia berharap semoga kedepannya hubungannya dengan Fahri semakin membaik.


Kirana tersadar dari lamunannya ketika merasakan tangan yang kekar melingkar di perutnya.


"Mas Fahri..",ucap Kirana setelah mengetahui Fahri yang memeluknya dari belakang.


"Apa yang kamu fikirkan,hmm",Fahri mencium tengkuk leher belakang Kirana.


"Tidakk.. hanya saja hari ini aku merasa sangat bahagia",jawab Kirana.


"Ohh.. yaa.. apa yang membuat bahagia seperti ini",tanya Fahri penasaran.


"Aku bahagia.. karena suamiku sudah kembali lagi seperti dulu",ucap Kirana yang sekarang sudah membalikkan badannya dan posisinya sekarang berhadapan dengan Fahri.


"Aku kangen mas.. ",lanjut Kirana yang sekarang menatap mata Fahri.


Fahri menyingkirkan helaian rambut Kirana yang menutupi wajahnya karena hembusan angin malam.Setelah itu ia mencium kening Kirana.


"Kita ke dalam yukk.. disini dingin, anginnya kenceng banget",ajak Fahri.


"mas Fahri... mas Fahri tidak menjawab pertanyaanku",ucap Kirana kesal sembari menghentakkan kakinya dan mengerucutkan bibirnya.


"yang tadi...".


"yang mana sayang.."


"ihh.. mas Fahri berarti dari tadi tidak mendengarkan Kirana",ucap Kirana ngambek.


"aku dengerin kokk..",elak Fahri.


"ya sudah jawab dong..".


"jawab apa??nah,kalau pertanyaan ini aku nggak denger mungkin",ucap Fahri sembari tersenyum.


"tuh kan... aku tadi bilang aku kangen mas Fahri.. tapi mas Fahri nggak jawab,mas Fahri nggak kangen yaa sama...".


Kirana membelalakkan matanya ketika Fahri tiba-tiba membungkam bibir Kirana dengan ciumannya.Pertama Kirana tak membalasnya tapi Fahri *****@* bibir Kirana begitu lembut,m3ng3cup dan m3ny3s@pnya sehingga membuat Kirana terlena dan terbuai.


C1um@n Fahri semakin dalam dan entah sejak kapan Kirana sudah mulai membalas dan mengimbanginya.Ia mengalungkan kedua tangannya di leher Fahri.Sementara Fahri memegangi tengkuk leher Kirana dan tangan satunya bertengger di pinggang Kirana.


Keduanya cukup lama melakukannya,hingga Kirana merasa pasokan oksigennya sudah mulai habis dan Fahri melepaskan ciumannya,memberikan jeda waktu kirana untuk menghirup oksigen yang banyak sebelum ia menciumnya lagi.

__ADS_1


"Rasanya masih sama,manis..",Fahri menghapus sisa salivanya disudut bibir Kirana.


Sementara Kirana yang mendengar perkataan Fahri membuat semburat merah diwajahnya,Ia menundukkan kepalanya merasa malu.


"Aku mau minta hak ku malam ini boleh?",Fahri mengangkat dagu Kirana Sehingga keduanya sekarang saling memandang.


"Sudah lama kita tidak melakukannya,aku mau kamu sekarang,sayang...",bisik Fahri tepat di samping telinga Kirana.


Tanpa menunggu jawaban dari Kirana,Fahri segera m3ngulum kembali bibir Kirana,tangannya yang satu sudah mulai bergerilya menyusuri benda kenyal favoritnya, kedua gundukan itu sedari tadi seperti menantang Fahri meminta untuk segera m3r3m@snya.


Tangan Fahri sudah menyusup di balik baju yang digunakan Kirana,m3r3m@s dan m3m1l1!nnya sehingga membuat satu d3s@h@n lolos dari mulut Kirana.


Fahri menuntun Kirana untuk berjalan ke dalam kamar tanpa melepas ciuman mereka.Setelah sampai di dalam Fahri melepaskan ciuman mereka kemudian mendorong tubuh Kirana pelan sehingga terjatuh diatas ranjang.


Kemudian Fahri mengungkungnya dibawah badannya.Ia mulai melepas kancing baju Kirana satu per satu.


"boleh??",ucap Fahri dengan wajah mengharap penuh damba.


Kirana mengangguk pelan,ia bahkan mulai menyambar bibir Fahri terlebih dahulu kali ini.


(wah.. sepertinya Kirana sudah tidak sabaran yaa🤭secara hampir satu bulan lebih dianggurin sama Fahri😅🤭)


Tangan kiranapun tidak kalah terampilnya dengan tangan Fahri,ia melepaskan satu per satu kancing baju suaminya dan setelah berhasil ia segera melepaskan baju Fahri dan membuangnya ke segala arah.


"Sepertinya kamu sudah tidak sabaran ya sayang..",Fahri mengedipkan satu matanya.


Fahri membiarkan Kirana untuk memimpin jalannya permainan mereka,Kirana begitu bersemangat ketika melakukan pergumulan Akbar tersebut.Entah sudah berapa kali mereka merasakan puncak kenikmatan malam itu.


Seolah tak ada lelahnya,mereka mengulang lagi dan lagi.mereka saling menyalurkan h@sr@t mereka yang mendalam,saling melampiaskan kerinduan yang tak tersampaikan hingga akhirnya Fahri ambruk disamping Kirana setelah berhasil menyemprotkan calon bibit unggulnya di rahim Kirana, bersama dengan L3nguh@n panjang yang keluar dari mulut Kirana.


"Terima kasih sayang...",Fahri mencium kening Kirana lalu memeluk tubuhnya dari belakang.


Berbeda dengan Fahri dan Kirana yang saat ini sudah tidur dengan tenang dan saling memeluk dalam kedamaian.Riko justru terbangun dari tidurnya ketika menemukan Vita yang sudah berada di kamarnya.


Vita melangkah perlahan demi perlahan ke arah Riko sembari memberikan senyuman yang menggoda.Ia mendekati Riko yang nyawanya belum terkumpul semuanya,dan tanpa aba-aba Vita langsung menyambar bibir Riko dengan penuh g@ir@h.


TBC dears..


maaf untuk kemarin author tidak up,karena author sibuk di dunia nyata menyiapkan ujian CPT hari ini.Untuk 3minggu ke depan sepertinya author akan sangat sibuk,tapi author janji akan menyempatkan waktu untuk up.


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2