
"Duh.. ni anak berat banget sihh,masih bau kencur juga sudah mabuk-mabukkan nyusahin orang aja",ucap Riko kesal sambil membopong Vita ke arah mobil Fahri.
"Siapa Lo.. Lo pasti orang jahat kan??iya kan.. jangan macam-macam gue laporin polisi baru tau rasa", ucap Vita meracau berusaha melepaskan diri dari Riko.
"Diem.. berisik..",jawab Riko sembari memegangi tubuh Vita.
"Lepasin.. gue bilang lepasin!!!",racau Vita yang melepaskan diri dari Riko dan berjalan sempoyongan dan meracau tidak jelas.
"Ya sudah.. jatuh..jatuh deh lo,peduli setan saudara bukan teman apalagi..",Riko berjalan dibelakang Vita sambil memperhatikan Vita yang berjalan oleng dan tiba-tiba jatuh tersungkur tak sadarkan diri.
"Nah,kan gue bilang juga apa... Banyak gaya sih Lo,sudah tahu mabuk juga",beo Riko sembari menghampiri Vita dan akhirnya mau tidak mau Riko menggendong Vita yang pingsan ke mobil Fahri.
"Lama banget siihh",seru Fahri.
"Sorry boss".
"Ya sudah cepat jalan".
Fahri menengok ke arah kirana dan Vita yang berada di kursi belakang dan tak sadarkan diri.
"Bos mau dianterin pulang dulu atau gimana ni bocah",ucap Riko sambil menunjuk Vita menggunakan dagunya.
"Langsung bawa ke rumah saja, antarkan besok ketika dia sudah sadar,kasihan nanti pasti kena omel orang tuanya".
"Lah peduli amat,biarin aja kena omel,salah dia sendiri mabuk".
"Siapa bosnya disini?"
"Hehe..maaf boss".
*****
Sesampainya di rumah mbok Darmi yang mendengar suara mobil majikan nya bergegas membukakan pintu.
"Itu non Kirana sama temannya kenapa tuan?",tanya mbok Darmi yang melihat Kirana dan Vita pingsan.
"Ceritanya panjang mbok.. Riko kamu tidurkan Vita di kamar tamu,setelah itu kamu boleh pulang,biar nanti mbok Darmi yang mengurusnya", perintah Fahri ke Riko.
"Siap boss",jawab Riko.
"Mbok Darmi ikut ke kamar saya sebentar",ucap Fahri yang menggendong Kirana ke kamarnya dan diikuti oleh mbok Darmi.
Mbok Darmi membukakan pintu kamar Fahri,ketika Fahri ingin menurunkan Kirana dan menidurkannya diranjangnya tiba-tiba kirana memuntahkan semua isi perutnya dan mengenai kemeja dan jas yang dipakai Fahri.
__ADS_1
"Astagaaa Kirana...",ucap Fahri sambil menatap jijik pakaian yang dipakainya.
"Mbok,ganti baju Kirana dan bersihkan badannya",Fahri berlalu ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan diri,Fahri mendekati Kirana dan mbok Darmi yang juga telah selesai mengganti baju Kirana dan membersihkan badan Kirana.
"Ada yang bisa simbok bantu lagi tuan?",tanya mbok Darmi.
"Sudah mbok.. Oh ya tolong mbok lihat teman Kirana di kamar tamu barang kali butuh sesuatu,kalau belum sadar biarkan saja,mbok bisa istirahat".
"Baik tuan,simbok permisi dulu",mbok Darmi keluar dari kamar Fahri dan menutup pintunya.
Fahri duduk ditepi ranjang,dia memperhatikan Kirana dalam-dalam lalu menghela nafas kasar.
"Sebenarnya apa yang terjadi Kirana",gumamnya.
****
Mentari pagi memaksa menyeruak masuk melalui kaca kamar Fahri. Kirana menggeliat merasakan hawa hangat di sekujur tubuhnya.
Kirana membuka matanya,kepalanya terasa sangat berat dan pusing mungkin efek mabuk tadi malam.
"Apa yang terjadi semalam, kenapa aku tidak ingat apapun dan bagaimana aku bisa pulang semalam??dan... Vita.. bagaimana dengan Vita?",begitu banyak pertanyaan dalam batin Kirana.Dia melihat bajunya sudah berganti menjadi piyama.
"Astaga.. siapa yang mengganti bajuku",Kirana mendekap tubuhnya.
"Sudah bangun kamu",ucap Fahri yang duduk di sofa sambil bersedekap,tatapan matanya yang tajam siap mengitimidasi siapapun yang melihatnya.
"Mas Fahri..".
"Bersihkan badanmu,aku tunggu dibawah ada yang ingin aku bicarakan",Fahri berlalu meninggalkan Kirana sendiri didalam kamar.
Kirana terdiam,ia benar-benarbenar takut jika Fahri marah.Ia mulai mengingat samar-samar kejadian malam itu,oh.. betapa malunya dia.Andai bisa rasanya saat itu juga dia ingin menghilang ke belahan bumi lainnya.Tak henti-hentinya dia merutuki kebodohannya malam itu.
Kirana tak mau membuat Fahri lebih marah lagi,ia pun bergegas ke kamar mandi.Dia ingin menyegarkan badan dan otaknya pastinya.Selesai mandi kirana segera turun ke bawah,tampak dibawah sudah ada Fahri ,Riko dan Vita.
"Hah.. Vita ?? berarti anak itu semalam tidur disini", batin Kirana.
Kirana menuruni anak tangga satu demi satu,Kirana menuju tempat dimana Fahri,Riko dan Vita berkumpul.Kirana berdiri mematung tanpa berani menyapa siapapun, bibirnya keluh.
"Duduk.. makanlah dulu setelah itu kita bicara!", perintah Fahri.
"kau juga makanlah!",Fahri menyuruh Vita untuk makan.
__ADS_1
Suasana dimeja makan yang biasanya ramai dengan candaan kocak Riko dan Fahri tiba-tiba sekarang terasa hening dan sepi.Yang ada hanya suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
"Riko setelah selesai sarapanmu,antarkan gadis ini pulang ke rumahnya,pastikan dia pulang dengan selamat dan jelaskan kepada orang tuanya bahwa semalam dia menginap di rumah Kirana",ucap Fahri panjang lebar.
"kenapa bukan pak dirman saja yang mengantar,aku..".belum selesai perkataan Riko tapi Fahri sudah mengitimidasinya dengan tatapan tajam.
"okee...baiklah ayo nona aku antarkan pulang ke rumahmu".
Vita memandangi Kirana seolah khawatir dengan sahabatnya itu,tapi Kirana justru tersenyum dan mengangguk seolah memberi tahu "pulanglah,aku baik-baik saja".
Riko dan Vita keluar meninggalkan Fahri dan Kirana.Tinggalah mereka berdua saat ini, Kirana yang terlihat gelisah berusaha setenang mungkin,dia sadar betul kalau dirinya salah,maka dari itu ia akan mengakui semuanya kepada Fahri.
"Istirahatlah..",ucap Fahri dan berlalu pergi meninggalkan Kirana di meja makan.
Kirana fikir dia akan dimarahi habis-habisan tapi ternyata tidak.
*****
Fahri POV
Sebenarnya aku ingin sekali memarahi Kirana, menanyakan apa yang terjadi semalam dan kenapa ia bisa sampai mabuk?tapi, melihat raut mukanya yang gelisah dan merasa ketakutan aku jadi tak tega.
Bayangan Sherly muncul dihadapanku,seketika aku membayangkan bagaimana jika itu terjadi dengan Sherly,anakku,apa mungkin aku akan memarahinya habis-habisan tapi aku tidak ingin anak ku membenciku.
Oke,aku akan menata hatiku,aku butuh waktu sendiri,aku akan menasehatinya pelan-pelan tapi bukan sekarang,aku tidak mau dia shock bukankah besok dia akan ada ujian kenaikan kelas.
"istirahatlah...",Fahri berlalu meninggalkan Kirana di meja makan menuju ruang kerjanya.
Tempat ternyaman setelah kamarnya,disana pun Fahri tampak melamun memikirkan sesuatu,siapa lagi kalau bukan Sherly.Dia merindukan anak semata wayangnya,sudah berbulan-bulan Sherly tidak berkunjung dan menginap di rumah Fahri.Fahri mencoba menghubungi Claudia tapi lagi-lagi nomer Claudia tidak aktif.
"Sial..bahkan aku tidak bisa menghubunginya", ucap Fahri dan membanting hp nya ke arah kaca didepannya,seketika kaca itu hancur berkeping-keping.
pranggggg....
suara kaca ituu mengagetkan kirana yang berada di kamar sebelahnya.
"suara apa itu?",Kirana semakin ketakutan dia berfikir Fahri benar-benar marah padanya dan merusak semua barang yang ada di ruang kerjanya.
TBC dears
please like dan coment yang buanyakk dears..
biar author lebih semangat nulisnya dan bisa up tiap hari.
__ADS_1
setelah itu jangan lupa vote dan favoritkan yaa..
happy reading dears 🤗😘