Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#134


__ADS_3

"Sayang..ahhh aku mau diatas...",ucap Kirana disela des@hannya.


Fahri segera menggeser tubuhnya,ia merebahkan tubuhnya dan menuntun Kirana untuk merangkak naik ke atasnya.Kirana memasukka keris empu Gandring milik Fahri ke dalam sarangnya.


slupp..


"ahh...",keduanya mend3s@h secara bersamaan.


Kirana belum bergerak setelah melesatkan senjata Fahri ke intinya.Sampai Fahri memainkan kedua benda kenyal yang berada di depannya, mer3mas-r3mas sesekali memilinnya,membuat g@ir@h Kirana kembali terbakar.


Kirana menggoyangkan pinggulnya perlahan sembari menikmati setiap kenikmatan yang ia ciptakan.Fajri semakin menggila merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Kirana,ia mencoba menggapai gundukan yang ada di depannya.


Happ...


Fahri mulai merahap gundukan itu dengan rakusnya membuat Kirana semakin gencar menghentakkan miliknya.n@fsu keduanya memburu.


"Oh sayang..ahh...ah...",Kirana meracau tidak jelas disela-sela kegiatannya.


Fahri semakin liar dan rakus meraup benda kenyal favoritnya itu,membuat Kirana merasakan gelombang-gelombang aneh di dalam tubuhnya, tubuhnya menegang dan bersamaan dengan L3nguhan panjang yan keluar dari bibirnya,menandakan ia sudah sampai pada puncaknya.


Namun Fahri segera membalik tubuh Kirana hingga saat ini posisi Kirana menjadi berbaring,ia melebarkan kaki Kirana dan mulai menciumi pusat kebiasaan yang berada di antara kedua pangkal paha Kirana.


Kirana yang tadinya terkulai lemas mulai merasakan gejolak h@sra@tnya kembali menggebu tatkala lidah Fahri sangat terampil bermain-main di dalam lembah kenikmatannya.


"Sayang..cepat lakukan,please...",Kirana menjambak rambut Fahri,ia frustasi karena tubuhnya menginginkan lebih dari itu.


Fahri segera mengangkat tubuh Kirana hingga saat ini posisi Kirana seperti menungging,Fahri segera mengambil ancang-ancang.dan..


"Ahhh...",Kirana terpekik tatkala gawangnya diterobos oleh Fahri dari arah belakang.


Fahri mulai menghentak-hentakkan pinggulnya secara teratur,tangannya tak tinggal diam memainkan bukit kembar milik Kirana.


"Sayang... ahhh...nghhh....",Kirana mend3s@h nikmat.


"Kirana..ohh..sayang...nghhh...",fahripun mulai meracau menikmati setiap kenikmatan-kenikmatan yang dirasakannya.


Semakin lama gerakan Fahri semakin cepat,ia pun menghentakkan pinggulnya semakin gencar dan dalam,hingga keduanya merasa badan mereka menegang dan milik Kirana terasa berdenyut dan semakin menjepit milik Fahri.


"Sayang...aku..aku mau sampai..",ucap Kirana dengan nafas tersengal.


"Sebentar sayang.. kita keluar bersamaan..",ucap Fahri sembari mempercepat gerakannya.


"Ahhh...",Fahri mendongakkan kepalanya merasakan pelepasan kenikmatannya.


Sementara Kirana ia langsung terkulai lemas tak berdaya, tenaga nya sungguh dikuras habis oleh Fahri.Fahri membenarkan tubuh kirana dalam posisi yang benar,ia menutupi tubuh polos istrinya dengan selimut,dan iapun ikut bergabung dengan Kirana,tapi sebelumnya ia mencium kening Kirana terlebih dahulu.

__ADS_1


Setelah pergumulan panas keduanya,mereka langsung memejamkan matanya,Kirana fikir semuanya sudah selesai tapi ternyata Fahri menginginkannya lagi.Fahri meminta jatahnya di pagi hari sebelum Kirana bangun untuk sholat subuh.


Mereka mengulang kembali perhelatan Akbar mereka,Suasana pagi yang terasa amat sangat dingin bagi orang-orang diluaran sana tapi tidak bagi keduanya,hanya 1 jam mereka melakukan olahraga paginya dan Mereka menyudahi kegiatan panas mereka,diakhiri dengan Fahri yang mencium kening Kirana.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hari ini adalah weekend, rencananya agak siangan Fahri dan Kirana akan main ke apartemen ricko.Kebetulan pagi ini Vita sudah boleh pulang dari rumah sakit.


"Ayo sayang..", ajak Fahri.


"Sebentar sayang..tunggu bentar lagi yaa...", ucap Kirana sembari menata masakannya ke sebuah wadah.


Hari ini Kirana memasak masakan kesukaan Vita,Gurami asam manis pedas,dari baunya saja hmm...sudah menggugah selera.Biasanya Vita suka khilaf kalau Kirana memasak makanan kesukaannya.


"selesai...",ucap Kirana sembari tersenyum.


Tak butuh waktu lama untuk keduanya sampai di apartemen ricko.Fahri memencet bel pintu apartemen ricko,tak berselang lama ricko membukakan pintunya.


"Lho..boss,Kirana... kalian kesini??",tanya ricko.


"Kau tidak mempersilahkan kami masuk??"tanya Fahri balik.


"Oh yaa,sorry boss... mari masuk...Vita,sayang... dah Kirana sama boss nih kesini..",ucap ricko sembari memanggil istrinya.


"Haii Vita.. bagaimana kabarmu...",tanya Kirana dengan senyum manisnya.


"Seperti yang kalian lihat..aku baik-baik saja...",jawab Vita.


"sayang tolong buatkan minum untuk tamu kita dong...",ucap ricko.


"Biar ku bantu Vita...",ucap Kirana.


Vita berjalan ke arah dapur bersama dengan Kirana.Sementara Vita menyiapkan gelas,Kirana mengambil sirup dan air dingin dari dalam kulkas.


"Oh ya..Vita,aku bawa makanan kesukaan mu...",Kirana menunjukkan makanan yang dibuatkan khusus untuk sahabatnya itu.


"apa???",tanya Vita.


Kirana membuka tutup wadah kotak yang dibawanya,terlihat gurami asam manis pedas didalamnya yang sangat menggoda selera.Tapi tidak untuk Vita,entah kenapa Vita malah menutup Indra penciuman nya dan langsung berlari ke arah wastafel untuk mengeluarkan semua isi perutnya.


"Vita...",Kirana menyusul Vita.


Kirana memijit tengkuk Vita,sembari mengelus punggungnya.Vita terlihat lemas setelah mengeluarkan semua isi di perutnya.Kirana mengambilkan tisu untuk mengelam bibir dan keringat di wajah Vita,tapi Vita malah mengambil tisu itu dengan kasar.


"Kau tidak apa-apa Vita??",tanya Kirana.

__ADS_1


"Apa kau tidak lihat tadi aku memuntahkan semua isi di perutku...",jawab Vita dengan nada tinggi.


deg!!


Kirana terkejut,baru kali ini Vita bicara dengan nada tinggi seperti itu kepadanya.


"Maaf Vita...",ucap Kirana lirih.


"Sudah.. singkirkan makanan itu dari hadapanku..",ucap Vita masih dengan nada tinggi.


Fahri dan ricko yang mendengar keributan itu,segera menghampiri istri-istri mereka.


"Tapi ini kan makanan kesukaanmu,aku buat khusus untukmu ini...",ucap Kirana.


"Aku memang menyukainya tapi dulu sebelum hamil..saat ini aku tidak suka,bahkan baunya saja membuat kepala terasa pusing dan perutku mual..",tukas Vita.


"Vita..pelankan suaramu,kirana maaf..",ucap ricko merasa tidak enak dengan Kirana.


"Vita tadinya aku hanya ingin memasakkan makanan kesukaanmu itu saja,aku tidak berniat.."


"Kau tidak pernah merasakannya sih Kii.. apa kamu sengaja membuat ku seperti tadi karena kamu iri aku sudah hamil duluan sementara kamu belum...",cerocos Vita.


"Vita!!!",rahang Fahri mengeras.


Sementara bulir air mata sudah membanjiri pipi Kirana.Sungguh semua yang dituduhkan Vita itu tidak benar adanya.


"Sayang.. kau tidak apa-apa kan??",tanya Fahri hati-hati,Kirana menggeleng.


"Riko sebaiknya kau urus istrimu itu,maaf jika kedatangan kami mengganggu waktu kalian dan membuat istrimu merasa tidak nyaman",ucap Fahri ketus.


"Boss...maaf,aku sungguh menyesal dengan kejadian tadi",ucap Riko.


"Kirana,maafkan Vita yaa.. mungkin ini semua pengaruh hormon kehamilannya..",Riko mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya,ia merasa tidak enak dengan Kirana.


Namun Fahri sudah benar-benar merasa kesal hingga ia langsung membawa Kirana keluar dari apartemen Riko tanpa menjawab permintaan maaf Riko.


TBC dears..



haii readerss..mohon maaf author baru bisa up yaa... dan sepertinya author sudah mendapatkan pemenang give away untuk pulsa 25k nya.. selamat kepada akun mom's Kayla, bisa follow akun noveltoon saya yaa.. nanti saya follback dan kirim pesan untuk info nomer hp yang akan diisi pulsa.


terimakasih kepada semua para readers yang sudah secara tulus dan ikhlas mendoakan author,dan sesungguhnya doa yang baik akan kembali kepada yang mendoakan, aamiin.


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2