Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#34


__ADS_3

"Eh bentar lagi filmnya mulai tuhh",ucap Riko antusias.


Sementara Sherly sibuk memakan popcornnya dengan malas dan dengan wajah yang kesal.


"Om Riko menyebabkan!!awas saja nanti!!",batin Sherly.


Kiranapun sibuk dengan pikirannya sendiri, sebenarnya dia sangat takut dengan film horor, membayangkan untuk menontonnya saja ogah,tapi kali ini dia agak jaga image didepan Fahri.Dia tidak mau terlihat seperti orang penakut di depan Fahri.


Selama film diputar Sherly terlihat menutupi wajahnya dengan tangan, sementara Kirana lebih banyak menutup matanya daripada menonton filmnya.


"Aahhhhh....",Kirana spontan memeluk Fahri dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik fahri ketika melihat adegan seram dalam film itu.Sontak saja membuat Fahri kaget.


"Heii kenapa??",tanya Fahri mencoba melepaskan pelukan Kirana.


"jangan.. jangan..",Kirana malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Kamu kenapa sihhh",tanya Fahri sekali lagi tapi kali ini dia tidak melepaskan pelukan Kirana tapi tidak juga membalas pelukan Kirana.


"nih orang gak peka banget sihh.. sudah tahu takut masih saja ditanya kenapa,hemmm menyebalkan",batin Kirana.


"Heii Kirana.. kau kenapa??",sekali lagi Fahri bertanya sambil menggoyang-goyangkan lengan Kirana.


"Aku..aku..",Kirana mengambil nafas sejenak.


"Sebenarnya aku takutttt!!!",jawab Kirana dengan cepat dan nada tinggi,sontak semua orang di ruangan itu melihat ke arah Kirana dengan tatapan tajam.


"Ssstt... mbak bisa diam gak sih",ucap salah satu orang yang berada di ruangan itu.


Seketika Fahri diam menahan tawanya mendengar pengakuan Kirana.


"Bilang aja takut, sok-sokan sihh.. ",batin Fahri menertawakan Kirana.


Sementara Kirana yang sudah terlanjur malu berangsur menundukkan wajahnya dan menutupinya dengan kedua tangannya.Fahribyang melihatnya merasa tak tega.


"Sini..",ucap Fahri sambil merentangkan tangannya.


Kirana mencoba membuka tangannya pelan-pelan dan melihat ke arah Fahri yang merentangkan kedua tangannya.


"Katanya takut... mau dipeluk gak?",ucap Fahri menggoda.


"jangan mencari kesempatan dalam kesempitan yaa",ucap Kirana melengos dan bersamaan dengan munculnya adegan seram dalam film itu,sontak Kirana berteriak dan spontan memeluk Fahri.


"Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan yaa",ucap Fahri menirukan gaya bicara Kirana sebelumnya.


"Ahh..gak tahu ahh..Kirana takut",ucap Kirana yang hampir menangis.

__ADS_1


"Sudah..sudah..ini cuma film,gak ada apa-apa kok",Fahri mengelus pucuk kepala Kirana dan membalas pelukan Kirana mencoba menenangkan Kirana.


Kirana merasa darahnya berdesir aneh ketika Fahri berlaku lembut kepadanya.Walaupun bibirnya mengungkapkan dia membenci Fahri tapi perasaannya menunjukkan lain.


Selama film diputar Kirana justru tidak menikmatinya sama sekali bahkan dia tidak menontonnya,Kirana malah terlalu menikmati pelukan dan dekapan hangat Fahri yang ternyata beberapa hari ini sangat ia rindukan.


Sementara Riko selalu berteriak dan mengerang ketika ada adegan seram bukan karena dia takut tapi karena perlakuan Sherly.Setiap ada adegan seram Sherly selalu melampiaskannya dengan memegang pergelangan tangan Riko saking eratnya hingga kuku-kuku panjangnya menancap di kulit Riko dan meninggalkan bekas luka yang sangat perih.


Tapi sakit dikulit Riko tak sebanding dengan kebahagiaan hatinya yang melihat adegan romantis yang ditunjukkan Kirana dan Fahri.Ia senang setidaknya ada kemajuan dalam hubungan Kirana dan Fahri walaupun hanya sebatas berpelukan.


Setelah film selesai mereka keluar dari ruangan tersebut,betapa kagetnya Riko dan Sherly melihat wajah kirana yang sembab seperti habis menangis.


"Momy.. kenapa matanya sembab?momy habis nangis ya atau papa jahatin momy?", Sherly memberondong Kirana dengan sejumlah pertanyaan.


"Hahh.. emm.",Kirana bingung mau menjawab apa,dia hanya malu mengakui kalau dia ketakutan sampai menangis.


"Momy hanya terharu melihat adegan di film tadi sampai-sampai terbawa perasaan",ucap Fahri dan jawaban Fahri membuat Kirana lega karena dia tidak harus mencari alasan dari pertanyaan Sherly.


"Perasaan tadi film horor,kenapa momy bisa baper",tanya Sherly dan diangguki oleh Riko.


"Emang kalian tadi nonton filmnya?",tanya Fahri kepada Riko dan Sherly.


"Enggak",jawab Sherly santai.


"Eh gue nonton yaa.. tapi ya gitu sekilas-sekilas, hehe",jawab Riko sambil nyengir.


"Oh gitu", jawab Sherly dan Riko bersamaan.


"Eh tunggu bukannya tadi yang pengen nonton film horor kamu kan sayang.. kenapa ko' tadi tidak nonton filmnya",tanya Fahri lembut kepada Sherly.


"Orang tadi Sherly dipaksa sama Om Riko diajakin nonton film horor",jawab Sherly jujur.


"Ehh.. mana ada,katanya Sherly juga suka film horor kan?",elak Riko.


"Om Riko pokoknya tanggung jawab, psikis Sherly terguncang ni gara-gara dipaksa nonton film horor".


"Eh yang ada om Riko minta tanggung jawab tuh lihat",Riko menunjukkan tangannya yang penuh luka bekas cakaran kuku Sherly.


"Kenapa itu?",tanya Fahri terheran-heran.


"Tanya sendiri tuh sama anakmu",ucap Riko pura-pura merajuk.


"hehe..maaf yaa om Riko Sherly gak sengaja",ujar Sherly.


"Sherly,kenapa tangan Riko bisa seperti itu?",tanya Fahri kepada Sherly.

__ADS_1


"Pas waktu ada adegan seram tadi Sherly takut pa,jadi Sherly pegangin tangan om Riko dehh",jawab Sherly.


"cihh .. pegangin apa?? kalau dipegangin saja gak mungkin ada bekas kuku kayak gini",ucap Riko sambil melengos.


"iyaa..iya... maaf Sherly salah,om Riko jangan marah lagi yaa.. nanti gantengnya ilang lho",rayu Sherly sambil glendotan manja dilengan Riko.


"dimaafin yaa.. yaaa.. ya...", Sherly memohon dengan wajah sok imut sambil mengedip-ngedipkan matanya.


"Okee... tapi ada syaratnya",ucap Riko.


"apa syaratnya?",jawab Sherly.


"apa yaaa... emm.. nanti aku pikir dulu",ujar Riko.


"Sudah-sudah.. ayo kita pulang ini sudah malam",tutur Fahri sambil melihat jam ditangannya menunjukkan pukul 8 malam.


"Momy ikut pulang bareng kita kan?",tanya Sherly.


"Aku... em..",Kirana bingung menjawab apa.


Kirana menatap Fahri sekilas berharap Fahri membantunya memberikan jawaban.Namun Fahri malah diam,bukan karena mengacuhkan Kirana tapi Fahri ingin Kirana menjawab sesuai dengan isi hatinya.


"Ayolah momy,bukankah sudah hampir 1 Minggu momy ditempat Tante Laras,apa momy tidak kangen sama papa?atau momy memang tidak mau pulang karena ada Sherly di rumah ya?",ucap Sherly yang seketika wajahnya berubah menjadi murung.


"Hahh.. bukan..bukan seperti itu Sherly.. emm.. baiklah aku ikut kalian pulang",jawab Kirana yang terpaksa menyetujui ajakan Sherly karena tidak sampai hati menyakiti hati Sherly.


Fahri membelalakkan matanya,tidak menyangka Kirana akan menyetujui ajakan Sherly untuk pulang ke rumahnya.


"Serius?",tanya Sherly meyakinkan Kirana sekali lagi.


"Yaaa...",jawab Kirana mengangguk dan sedikit tersenyum.


"Yeahhh...", Sherly bersorak kegirangan.


TBC dears..


hallo reader yang baik hati dan tidak sombong.


maaf yaa baru bisa up lagii...


terus dukung karya author yaa,jangan lupa like,koment dan vote yang banyak.


favoritkan juga yaaa biar gak ketinggalan up episode selanjutnya..


berikan rate 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


author ucapkan banyak terima kasih kepada para readers semuanya.


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2