
Setelah kepergian Fahri dan Kirana,Riko menatap Vita tak percaya, bagaimana Vita yang adalah sahabat karib Kirana bisa berkata kasar dengan Kirana.Jujur ini adalah pertama kali ia melihat Vita bersikap seperti itu kepada Kirana.
"Aku nggak nyangka lho kamu bisa sekasar itu dengan sahabatmu sendiri..",ucap ricko masih dengan rasa tak percaya.
"Mas Riko bahkan lebih membela Kirana daripada istri sendiri..",tukas Vita.
"bukan seperti itu.. tapi ini adalah kali pertamanya aku melihat mu bersikap seperti itu dengan Kirana.."
"Mas,aku merasa mual dan pusing ketika melihat dan mencium masakan yang dibawa Kirana,apa aku salah kalau aku bilang seperti itu..",ucap Vita ketus.
"Tidak.. kau tidak salah,hanya saja cara penyampaian mu yang salah..",jawab Riko.
"bahkan kau lihat Kirana tadi sampai meneteskan air matanya..padahal niat Kirana baik,ia membawa makanan kesukaanmu berharap kau suka dan ia juga sudah susah-susah memasaknya sendiri, harusnya kau bisa menghargainya sedikit..",
Vita hanya diam,mencoba mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut Riko.
"Apalagi kau tadi sudah menyinggungnya tentang kehamilan..sayang maaf bukan bermaksud menyudutkan mu,tapi kau tahu sendiri bukan..Kirana pernah kehilangan bayi dalam kandungannya,sebagai sesama wanita pastinya kamu tahu rasanya seperti apa..",lanjut Riko.
"Apa aku tadi sudah keterlaluan mas..",tanya Vita.
"Sayang,kau bahkan bisa melihat sendiri bos sampai semarah itu..aku harap kamu menyadari kesalahanmu dan segera minta maaf pada Kirana..",tutur Riko.
Vita mengingat lagi kejadian yang baru saja terjadi,ia meraup wajahnya kasar.Oh,sungguh saat ini Vita merasa sangat menyesal dengan sikapnya tadi.
"Sayang.. jangan sedih besok aku antarkan untuk minta maaf kepada Kirana dan bos,sekarang kami istirahatlah..", Riko membawa Vita kedalam pelukannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara itu disepanjang perjalanan,Kirana hanya diam,ia tak menangis namun tatapannya kosong melihat kearah kaca samping duduknya.Fahri menggenggam erat tangan Kirana,ia tak berani bertanya apapun,ia mengerti perasaan Kirana saat ini sedang tidak baik.Sampai akhirnya mata Kirana terpejam,ia tertidur karena terlalu lelah berfikir.
Mobil yang dikemudi oleh Fahri,sudah masuki halaman rumahnya.Melihat Kiran yang masih terlelap Fahri tak tega untuk membangunkan nya,ia pun menggendong Kirana sampai kamarnya dan membaringkannya di ranjang king size miliknya.
Fahri menyelimuti Kirana,kemudian ia mengecup kening Kirana.
"Selamat tidur sayang...",ucapnya lirih.
Kemudian Fahri membersihkan tubuh nya dan setelah itu ikut bergabung membaringkan tubuhnya di samping istrinya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Keesokan harinya Fahri yang baru saja terbangun,melihat Kirana yang duduk termenung dibalkon kamarnya.Entah apa yang difikirkannya tapi wajahnya nampak sayu,tatapannya kosong,Fahri bisa merasakan kesedihan di wajah Kirana.
Fahri menghampiri Kirana dengan muka bantalnya,ia duduk disamping Kirana.Namun Kirana tak menyadari kehadiran Fahri.
"Sayang..apa kau sedang melamun,hmm..",Fahri menyenderkan kepalanya di pundak Kirana.
__ADS_1
Namun Kirana tak menyahut,Fahri mendongakkan kepalanya melihat ke arah Kirana.
"Sayang..hari ini aku nggak ke kantor,kita main tempat Arka yuukk..sudah lama kita nggak kesana..",ajak Fahri,ia mencoba mengalihkan fikiran Kirana.
"Arka..",ucap Kirana singkat.
"Iyaa Arka...",ucap Fahri antusias.
Fahri mengambil ponselnya,ia menghubungi Laras,Fahri melakukan video call dengan Laras.
"Hallo Fahri...",sapa Laras
^^^"Hai ras..",balas Fahri.^^^
"ada apa..tumben banget pagi-pagi sudah video call..",tanya Laras.
^^^"Eh.. iyaa,kita rencana nya mau main ke rumah..",jawan Fahri.^^^
"Ohh,ya.. main aja aku sama Arka di rumah kok, Kirana mana..",tanya Laras.
Fahri mengarahkan kamera ponselnya ke arah Kirana,terlihat Kirana yang masih termenung dengan tatapan kosong.
"Kirana...dekk..kamu baik-baik saja kan..",tanya Laras,tapi sama sekali tak ada jawaban dari Kirana.
"Fahri..Kirana kenapa??",tanya Laras panik.
"Okee,kalian cepatlah kemari..",ucap Laras.
^^^"Ya sudah,bye...",Fahri mematikan panggilan videonya.^^^
"Sayang..kita mandi dulu yukk,habis itu kita sarapan dan setelah itu kita ke rumah Arka..",ucap Fahri lembut.
Fahri membantu Kirana untuk berdiri,dan memapahnya sampai kamar mandi.Setelah selesai,giliran Fahri yang membersihkan diri.
"Sayang..kamu nggak bawa baju ganti,kita menginap tempat Arka yukk..",ucap Fahri yang sudah rapi.
"boleh menginap??",tanya Kirana masih dengan raut wajah yang datar.
"boleh sayang..kamu bawa baju ganti kamu yaa..",jawab Fahri dan diangguki oleh Kirana.
Kirana membawa beberapa baju ganti untuk nya dan fahri lalu memasukkan ke dalam tas.Setelah dirasa semua yang dibutuhkan sudah masuk ke dalam tas semuanya,mereka menuruni anak tangga menuju ke meja makan.
Nampak mbok Darmi sudah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.Fahri mengambilkan sarapan untuk Kirana,tapi Kirana tidak memakannya,menyentuh pun tidak.
"Sayang.. sarapannya dimakan yaa..nanti keburu dingin..",ucap Fahri.
__ADS_1
Tapi Kirana tidak menyahut sama sekali,mbok Darmi merasa aneh dengan sikap majikan wanitanya.
"Non Kirana kenapa tuan??",Tanya mbok Darmi.
"Nggak apa-apa mbok..oh ya mbok untuk beberapa hari ke depan saya dan Kirana akan menginap di tempat Laras..",ucap Fahri.
"Lho..kok nginep tempat mbk Laras,memangnya non Kirana kenapa toh,apa non Kirana sakit..",tanya mbok Darmi.
"Nggak mbok,Kirana nggak apa-apa,hanya saja ia butuh suasana baru saat ini..",jawab Fahri.
"Sayang..aku suapin yaa..dari tadi makanannya cuma dilihatin saja..",ucap Fahri sembari menyendokkan makanan ke mulut Kirana.
"Ayoo buka mulutnya..kalau kamu nggak mau menghabiskan sarapannya,kita nggak jadi ke rumah Arka lho..",ucap Fahri sekali lagi.
Kirana melihat ke arah Fahri,kemudian ia membuka mulutnya.Fahri tersenyum lega,dan setelah mereka sarapan Fahri segera mengajak Kirana ke rumah laras.
Tak butuh waktu lama keduanya sudah sampai di tempat Laras.Fahri mengetuk pintu rumah laras.beberapa menit kemudian Laras membukakan pintu untuknya.Laras terkejut dan kaget melihat keadaan adiknya yang seperti itu.Tatapan Kirana masih kosong dan ia terlihat tidak bersemangat.
"Kirana...",ucap Laras sembari memeluk adik nya tersebut.
"Fahri kau berhutang penjelasan kepadaku...",terlihat Laras sangat emosi.
Kemudian Laras mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah.Mereka duduk diruang keluarga.
"Arka..",ucap Kirana singkat.
"Atka?oh Arka ada di dalam kamarnya,ia sedang bermain,kamu mau kesana..",jawab Laras dan diangguki oleh Kirana.
Laras mengantar Kirana ke kamar arka, terlihat bibir Kirana terangkat membentuk sebuah lengkungan.
"onty...aka kangen onty..",celoteh arka.
"Arka sayang..main sama aunty dulu yaa..mama mau ke om Fahri sebentar..",ucap Laras.
"iya mama...",cicit Arka.
Kemudian Laras segera menghampiri Fahri yang sedang duduk di sofa sambil memainkan gadgetnya.
"Fahri sekarang jelaskan,apa yang terjadi dengan Kirana!!",ucap Laras dengan nada tinggi.
TBC dears..
mohon maaf readers, author baru bisa up.
jangan lupa dukung karya author dengan cara klik like,komen,hadiah,vote dan favoritkan juga yaa..
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘