
Kirana merasakan gelanyar aneh dalam tubuhnya,sungguh ini pertama kali untuk Kirana melakukannya dengan posisi berdiri.Tapi rasanya tidak kalah nikmat.Fahri semakin mempercepat permainannya,Kirana merasakan sesuatu yang memaksa menyeruak keluar di bagian bawahnya, Dan bersamaan dengan l3nguh@nnya yang panjang,ia mencapai puncak kenikmatannya
Fahri mengelap bibirnya,ia meletakkan satu kaki Kirana dipundaknya,
dan ia memposisikan senjatanya yang siap untuk bertempur dan melesatkannya sangat dalam,hingga semuanya terbenam dengan sempurna di goa kenikmatan milik Kirana.
Kirana mengalungkan kedua tangannya ke leher Fahri,sementara Fahri memegang tengkuk Kirana,agar c1um@n mereka tidak terlepas,dan tangan satunya lagi melingkar di pinggang Kirana.
Fahri semakin cepat memompa dan menghentak-hentakkan hingga tubuh Kirana bergetar.ia melepaskan c1um@nnya,kedua mata mereka bertemu,bibir keduanya mengeluarkan des@h@n menikmati kenikmatan surgawi yang mereka ciptakan.
"Apa kau menyukainya,hmm..",tanya Fahri yang melihat kirana memejamkan matanya namun bibirnya tidak berhenti m3nd3s@h.
"Kau suka??",Fahri meng3cup bibir Kirana sekilas dan tidak berhenti memompanya.
"katakan sayang...",ucap Fahri,tangannya sudah mulai aktif m3r3m@s benda kenyal favoritnya.
Kirana hanya mengangguk sambil memejamkan matanya.
Fahri menyeringai nakal,ia begitu pandai membuat Kirana terlena dan terbuai dalam permainannya.
"Kirana sayang.. aku akan sampaii",Fahri semakin mempercepat permainannya,ia bermain sangat li@r sampai tubuh Kirana ikut tersentak.
Kirana mend3s@h dan mel3nguh panjang bersamaan dengan senjata Fahri yang menghujam sangat dalam dan menyemprotkan cairan cintanya.
Fahri melepaskan senjata miliknya,ia menurunkan kaki kirana dari pundaknya,dan membopongnya kemudian merebahkan tubuh Kirana diranjangnya.
Fahri menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Kirana,ia melihat wajah istrinya,matanya terpejam, nafasnya pun belum teratur.Ia meng3cup singkat bibir kirana.
"Are you okey..",tanya Fahri dan diangguki oleh Kirana.
"Apa aku menyakitinya.. aku tadi bermain terlalu kasar,hmm?",Fahri mengelus perut rata Kirana.
Kirana menggeleng,ia mengarahkan telunjuknya ke bibir Fahri.
"aku menikmatinya sayang..",ucap Kirana lirih.
Ia tidak munafik,karena memang benar adanya ia sangat menikmati permainan Fahri.
"Sekali lagi.. apa kau masih sanggup,hmm..??", tanya Fahri lirih.
Kirana memandang wajah Fahri, menatap matanya dalam,dan mengangguk,entah kenapa ia seperti tidak ada capeknya,ingin mengulang lagi dan lagi,mungkin karena pengaruh hormon kehamilannya.
Dan sekali lagi Fahri,mengulangi permainannya, membawa Kirana melambung jauh ke awang-awang,menuju puncak surgawi,setelah puas, keduanya memejamkan matanya ketika waktu menunjukkan pukul 2 dinihari.
Keesokan paginya Kirana sudah siap pergi ke sekolah,ia juga sudah mengenakan seragam lengkap,fahripun sudah rapi dengan stelan jasnya,pagi ini ia akan pergi ke Bandung.
Fahri yang melihat wajah Kirana yang ditekuk, akhirnya mendekatinya.
"Kenapa??",Fahri duduk disebelah Kirana ditepi ranjang.
__ADS_1
Kirana tidak menjawab,ia malah memeluk Fahri,entah mengapa ia tidak rela kalau harus berpisah dengan suaminya.
"Heii.. kenapa menangis?",Fahri memeluk Kirana dan mencium pucuk kepalanya.
"nggak.. Kirana nggak kenapa-kenapa",Kirana mengusap air matanya dengan kedua tangannya.
"Sayang..doakan urusanku disana cepat selesai,jadi aku bisa kembali secepatnya",Fahri menyadari sikap Kirana seperti itu,wajar saja pada saat kehamilannya harusnya Ia berada disisi istrinya.
"Kita ke bawah yuukk.. Riko dan temanmu pasti sudah menunggu kita untuk sarapan",ajak Fahri dan diangguki oleh Kirana.
Akhirnya Kirana dan Fahri turun kebawah dan benar saja Riko sudah berada di meja makan, sementara Vita membantu mbok Darmi meletakkan makanan ke meja makan.
Mereka menikmati sarapan paginya dalam keheningan,biasanya Riko yang selalu heboh dengan bercandaannya,entah kenapa pagi itu ia diam.Dan saat semuanya sudah selesai.
"Sayang.. kamu ke sekolah jam berapa?",tanya Fahri.
"hari ini masuk agak siang,jam delapan",jawab Kirana.
"ini masih setengah tujuh..",Fahri melihat jam tangannya.
"kamu sudah membawa berkas-berkas yang kita perlukan Riko",tanya Fahri kepada Riko.
"Semuanya sudah siap boss",jawab Riko.
"Okee",jawab Fahri,ia melihat kearah Kirana lagi,Kirana menundukkan kepalanya.
"masih ada waktu",batinnya.
"Ayo..",Fahri menggandeng tangan Kirana,matanya mengisyaratkan untuk mengikutinya.
"wait thirty minutes,Riko..!!",ucap Riko.
"Siap boss!!",jawab Riko.
Sementara Fahri dan Kirana kembali ke kamarnya,sesampai dikamarnya Fahri langsung menutup pintunya.Ia langsung menc1um bibir Kirana, melum@tnya dengan lembut dan sangat dalam,satu tangannya memegang tengkuk leher Kirana,satu lagi berusaha melepas kancing baju Kirana.
Kirana melepaskan c1um@nnya, nafasnya tersengal ia seperti kehabisan oksigen.
"sayang...",Kirana menatap Fahri.
"masih ada waktu..kita lakukan cepat,hmm..",bisik Fahri lirih.
Fahri memeluk Kirana dari belakang,kancing baju Kirana sudah terlepas,tangannya mulai menelusup masuk ke dalam gundukan kenyal itu,tangannya bergerily@,m3r3m@s dan mem1L1nnya sehingga menciptakan des@h@n dari bibir Kirana.
Fahri menc1umi tengkuk leher Kirana,menyesapnya dan meninggalkan tanda kepemilikan disana.tangan Fahri mulai menyingkap rok Kirana ke atas,melepaskan segitiga Bermuda dan membuang ke sembarang arah.
Fahri tidak melepas pakaian nya sama sekali,ia hanya menurunkan resleting nya dan mengeluarkan senjatanya.
"agak membungkuk sedikit sayang...",ucap Fahri.
__ADS_1
Setelah itu ia menancapkan senjata miliknya ke peraduannya, membenamkannya dengan sempurna .meloloskan satu d3s@h@n dari mulut Kirana.
Fahri mulai menghentak-hentakkan miliknya,Ia memejamkan matanya merasakan kenikm@tan yang ia dapatkan.
"Oh God.. sayang.. ini nikmat sekali..hmm",Fahri mulai meracau.
Fahri mulai mempercepat permainannya,dan disaat bersamaan mereka m3L3nguh panjang,mencapai puncak kenikmatan bersama,seketika tubuh Kirana terasa lemas.
"berbaringlah sebentar aku akan bersih-bersih",Fahri menuntun Kirana ke ranjangnya.
"I love you,honey..",Fahri mencium kening Kirana.
Kemudian Fahri ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sementara kirana masih berbaring untuk mengumpulkan energinya.
Sementara Riko dan Vita duduk di ruang tamu menunggu Kirana dan Fahri.Tampak Riko sibuk dengan ponselnya dan sesekali melihat jam tangannya.
Dan Vita,ia sudah benar-benar bosan duduk dengan manusia es itu.Sedari tadi mereka hanya diam dan tak ada obrolan sama sekali.
"Ckk..ini sudah hampir 1 jam lho..katanya tadi cuma 30 menit,ngapain aja sih mereka?",ucap Vita yang memecah keheningannya.
Riko hanya meliriknya,ia tak berniat menjawab,tentu saja ia tau,dua orang laki-laki dan perempuan dewasa yang sudah terikat pernikahan,apa yang mereka lakukan.
"ck..dia cuekk banget sihhh, manusia apa bukan sihh",batin Vita
"Ohh.. my God.. jangan-jangan Kirana sama mas ganteng,ihhh..",Vita menutup mukanya dengan kedua tangannya.
"heii..apa yang kau fikirkan.. dasar otak mesum!!",sahut riko.
"Tapi bisa jadi kan mereka sedang...mmmm",vita tidak meneruskan kata-katanya.
"Wajar sih mereka sudah halal,mau ngapain aja urusan mereka..", jawab Riko enteng.
"Anda ini sebenarnya normal nggak sihh, ko' bisa yaa.. anda biasa saja melihat kemesraan mereka,padahal ada dalam satu mobil lho,dan ini lagi mereka sedang emm.... tapi anda bersikap biasa saja", entah setan apa yang membisiki Vita sehingga ia berani berkata seperti itu.
"Heii... dasar bocah,jangan asal bicara yaa!!",kali ini Riko agak sedikit meninggikan suaranya.
"Kalau tidak merasa biasa saja kali.. atau jangan-jangan Anda benar-benar tidak normal",cerocos Vita.
Kali ini Riko merasa harga dirinya sudah diinjak-injak oleh Vita.Ia menarik tangan Vita menyeretnya ke kamar Vita,dan menutup pintunya.Kemudian ia mengungkung tubuh Vita.Vita hanya pasrah bersandar ke dinding.
"Sepertinya kau perlu bukti,aku normal atau tidak!!",bisik Riko ditelinga Vita
TBC dears..
Bagian ini harusnya up dari kemarin, berkali-kali direvisi,dan semoga lolos review.
terima kasih readers selalu dukung karya author yaa ..
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1