
Sepulangnya Laras dari rumah Kirana,kirana masih berdiam diri di kamarnya,ia mengulik-ulik paper bag pemberian Laras yang berisi lingerie seksi itu.
"Yang benar saja kak Laras menyuruhku memakai pakaian kurang bahan seperti ini,bukannya klepek-klepek yang ada malah aku pasti diketawain sama mas Fahri",gumam Kirana.
Dengan terpaksa Kirana memakainya, Walaupun sebenarnya ia kurang nyaman dengan pakaian tersebut.Kirana melihat bayangan dirinya didepan cermin, benar-benar seperti tidak memakai apapun,tubuh Kirana terekspos memperlihatkan setiap inchi bentuk lekuk tubuhnya.
"Pakaian macam apa ini?",Kirana menyebikkan bibirnya.
"Sudahlah yang penting aku sudah memakainya,terserah saja mas Fahri mau menertawakanku juga aku sudah pasrah",gumam Kirana sbil menghela nafas.
Sudah jam 7 malam.tapi Fahri masih belum terlihat pulang ke rumah.Tiba-tiba ponsel Kirana berbunyi,dan ternyata itu video call dari Fahri,segera Kirana mengangkat teleponnya
"Hallo sayang..",Fahri melambaikan tangannya dan tersenyum melihat wajah istrinya diponselnya
"sayang..kamu belum pulang?",Kirana memasang wajah manjanya dan sengaja dimanyun-manyunkan.
"Sebentar lagi aku pulang,aku baru saja selesai meeting,kamu lagi ngapain?sudah makan?",tanya Fahri.
"Aku lagi dikamar nungguin kamu..lama banget pulangnya keburu ngantuk tahu",ucap Kirana sambil memainkan ujung rambutnya.
"Apa itu..tunggu kau dapat dari mana itu?"tanya Fahri yang mulai sadar dengan lingerie yang dipakai Kirana.
"Apa?",tanya Kirana tak mengerti arah pembicaraan Fahri.
"Itu yang kamu pakai",Fahri menunjuk bajunya.
Kirana mulai sadar tadi dia sedang mencoba lingerie pemberian laras.dan segera mengambil bantal untuk menutupi bagian dadanya yang seperti tidak memakai apapun.
"Haii.. kenapa ditutupi dengan bantal?",tanya Fahri.
"Tuhh kan.. kamu pasti menertawakanku,kak Laras yang memaksaku memakai ini,ini pemberian kak Laras katanya hanya boleh dipakai didepan mas Fahri saja",ucap Kirana polos.
"Hahaha.. Laras benar sayang,kau tidak boleh keluar dengan pakaian seperti itu",ucap Fahri terkekeh.
"Eitss tunggu.. apa tamu bulanan mu sudah selesai",lanjut Fahri.
"heem",Kirana mengangguk.
"Yeahhh",Fahri bersorak.
"Kenapa?",tanya Kirana.
"Tidak ada apa-apa,kau di kamar saja yaa,jangan kemana-mana dan tetap seperti itu,aku akan segera pulang,byee",Fahri mematikan video callnya.
"Tunggu.. yahh,sudah dimatikan,kenapa sih mas Fahri ini,aneh sekali",gumam Kirana sambil meletakkan ponselnya diatas nakas.
*****
Fahri yang selesai melakukan panggilan video itu Segera mengambil kunci mobilnya dan menghampiri Riko.
__ADS_1
"Ko,pulang yukk..",Fahri melempar kunci mobil ke arah Riko.
"Kau tidak mengemudikan mobilmu sendiri bos",tanya Riko.
"No, antarkan aku pulang pakai mobilku",ucap Fahri sambil tersenyum-senyum.
"Girang banget bos ada apa sihh?,kau menang lotre yaa?",tanya Riko menebak-nebak.
"Husshh.. ngawur kamu, sudahlah pokoknya hari ini hatiku sedang berbunga-bunga",Fahri terus saja tersenyum-senyum bahagia.
"Dasar aneh,tadi pagi saja galaunya gak ketulungan sudah tingkat internasional, Sekarang tertawa-tertawa sendiri",ledek Riko.
"Sudahlah kau tidak akan mengerti,makanya menikahlah biar kau mengerti indahnya jatuh cinta,hhahah",balas Fahri meledek Riko.
"Makanya restui aku jadi menantumu bos biar aku bisa segera merasakan indahnya jatuh cinta",goda Riko.
"Sembarangan kalau ngomong,masak Sherly nikah sama aki-aki kayak kamu".
"Lha biar aki-aki aku masih perjaka bos, aku malah lebih kasihan lagi sama Kirana sudah dapat aki-aki duda pula,wekkk,hahhaha",Riko tertawa sambil menjulurkan lidahnya.
"Lha Kirana justru beruntung dapat aku yang sudah berpengalaman jadi bisa mengajarinya,lagian biar duda tapi aku duda keren",ucap Fahri narsis.
"Cihh... ajarin apa boss??kalau itu mah nggak usah diajari,semua juga sudah bisa dengan sendirinya, hhahaha".
"Bedanya aku kan lebih profesional,lebih berpengalaman".
"Iya..iya.. tahu..tahu.. yang sudah pernah nikah dua kali, ngomong-ngomong kabari ya kalau sudah goal",bisik Riko.
"Iyee..iyee.. yang mau dapat jatah,ups..",Riko menutup mulutnya dan segera mendapat jitakan dari Fahri.
"Ayo buruan...",ajak Fahri.
Sepanjang jalan Fahri bersenandung,seolah menggambarkan suasana hatinya yang sedang bahagia.Riko sampai terheran-heran dibuatnya,Karena setelah sekian lama,baru kali ini Riko melihat Fahri sebahagia ini.
setelah sampai di depan rumah,Fahri bergegas membuka pintu mobilnya.
"Jangan lupa,besok pagi jemput aku",ucap Fahri mengingatkan Riko.
"Tumben,kau tidak mengajakku masuk bos",ucap Riko.
"Lain kali saja,ini sudah malam aku ingin. segera tidur",jawab Fahri.
"Cihh.. pelit banget",ujar Riko.
"Ya sudah pulanglah.. hati-hati dijalan yaaa",ucap Fahri.
"Kau mengusirku bos".
"Iyaa.. besok pagi kesini lagi".
__ADS_1
"Dasar bos nggak ada akhlak,ya sudah aku balik duluan lahh",ucap Riko.
"Gihh.. buruan",ucap Fahri sambil tertawa-tawa.
Riko melajukan mobilnya, meninggalkan pekarangan rumah Fahri,setelah mobilnya hilang dari penglihatannya Fahri segera masuk ke dalam rumah.
sudah ada mbok Darmi yang setia membukakan pintu untuk Fahri,entah kenapa sudah terbiasa atau telinga mbok Darmi yang begitu tajam,begitu mendengar suara mobil Fahri,mbok Darmi selalu bergegas membukakan pintu untuk majikannya itu.
"Kok pulangnya telat tuan?",tanya mbok Darmi.
"Iya mbok,tadi ada meeting sampai malam",jawab Fahri.
"Tuan Fahri mau simbok bikinin kopi?",tanya mbok Darmi.
"Gak usah mbok,saya mau langsung tidur saja",jawab Fahri.
"ohh.. njih tuan,kalau gitu simbok permisi",mbok Darmi pamit kebelakang.
Fahri ke dapur untuk mengambil air putih,kalau hanya untuk mengambil minum saja Fahri tidak mau merepotkan mbok Darmi,selama masih bisa dikerjakan sendiri akan dilakukannya sendiri.
Setelah dari dapur Fahri langsung bergegas menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.Fahri membuka pintu kamarnya melihat Kirana yang sedang tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Apa-apaan ini, suami pulang bukannya disambut malah tidur rebahan",ucap Fahri sambil membuka sepatunya.
"Jangan pura-pura tidur Kirana,aku tahu kau sebenarnya belum tidur Khan",Fahri membuka kemejanya.
Kirana membuka selimutnya hanya sebatas leher dan mengulurkan tangannya ke arah Fahri.
"Apa?",tanya Fahri tidak mengerti maksud Kirana.
"Salim..",Kirana meminta tangan Fahri untuk disalami dan dicium punggung tangannya.
"Ih apaan Salim kok seperti itu",ucap Fahri
"Ya udah sihhh... sana mas Fahri mandi dulu, handuknya sudah aku siapkan di kamar mandi", ucap Kirana.
"Awas kamu yaaa...",ucap Fahri dengan wajah menggoda.
"Hiiii.. sana-sana, cepat mandi sana",Kirana bergidik melihat wajah Fahri yang sepertinya siap untuk menerkamnya.
"Tunggu bentar ya sayang.. aku bersih-bersih dulu,habis ini akan ku bawa kau melayang-layang ke taman surgawi", bisik Fahri tepat ditelinga kirana.
Kirana hanya diam,berusaha mencerna perkataan Fahri,dan setelah tahu maksud Fahri mukanya langsung merah merona,dia menutupi mukanya dengan selimut diikuti dengan kekehan dari Fahri.
TBC dears...
please like dan coment,berikan rate 🌟🌟🌟🌟🌟
jangan lupa berikan vote yang banyak juga yaaa..
__ADS_1
dan favoritkan juga,biar tidak ketinggalan up selanjutnya
happy reading dears 🤗😘