Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#76


__ADS_3

Fahri dan Kirana sudah menyelesaikan makam siangnya,setelah itu Riko menuju kasir untuk membayar bill nya dan setelahnya ia kembali bergabung dengan Fahri dan Kirana sembari menunggu Vita yang belum kembali juga.


Tadinya Kirana ingin menyusul Vita ke toilet,tapi Fahri melarangnya dan malah menyuruh riko untuk menyusul Vita.


"Kenapa harus gue sihh boss", terlihat Riko protes.


"ckk.. Lo lihat kan Kirana lagi hamil,kalau dia kecapean terus kenapa-kenapa,Lo mau tanggung jawab",seru Fahri.


"lagian ke toilet doang nggak bakal bikin Kirana cape boss",elak Riko.


"Potong gaji mau??",ancam Fahri.


"ihh.. bener-bener yaa..mainnya amcem.. lagian tuh bocah nyusahin amat sihh",Riko menggerutu sembari berjalan ke arah toilet.


*****


Setelah mereka dari restoran,mereka menuju ke toko buku.Kirana dan Vita mencari buku penunjang untuk ujian akhir sekolah nya yang tinggal beberapa bulan lagi.


Sedangkan Fahri dan Riko lebih senang menunggu di coffe shop yang berada tepat di depan toko buku itu.


"boss..anak perusahaan yang berada di kota Bandung mengalami masalah,dan sepertinya sangat serius",ucap Riko tiba-tiba.


"Hemm.. sebenarnya aku sudah mencium ketidakberesan disana beberapa hari ini,laporan yang dikirimkan via email seperti ada yang janggal",Fahri menimpali.


"Sepertinya bos harus turun tangan sendiri untuk menyelesaikannya,mengingat masalah ini cukup serius",ucap Riko.


"Aku fikir begitu.. besok pagi kita berangkat kesana",jawab Fahri dan diangguki oleh Riko.


Terlihat Kirana dan Vita sudah selesai membeli buku yang mereka perlukan.Mereka menghampiri Fahri dan Riko yang berada di coffe shop.Kirana dan Vita langsung bergabung dengan mereka.


"Heii kamu.. untuk beberapa hari ke depan apa kamu bisa saya kasih tugas?",ucap Fahri ke Vita.


"Hah.. saya ??",Vita menunjuk dirinya sendiri.


"Iya.. kamu bisa kan menjaga Kirana sampai saya kembali ke rumah lagi?",tanya Fahri.


"hah.. mas fahri emangnya mau kemana?jangan bilang mau pergi lagi?",tanya Kirana.


"Sayang.. ada masalah serius dan harus aku sendiri yang turun tangan",Fahri menggenggam tangan Kirana.


"Tapi kenapa mas Fahri tidak bilang sama Kirana?",Kirana menepis tangan Fahri.

__ADS_1


"Sayang.. ini aku baru mau bilang,karena memang ini mendadak sekali,ini juga demi masa depan perusahaan kita",Fahri menggenggam tangan Kirana lagi.


"Lagian selama nanti aku tidak rumah,temanmu ini akan menemanimu dirumah,biar kamu nggak kesepian,dan Sherly setiap weekend juga pasti datang ke rumah",lanjut Fahri.


"berapa lama..",tanya Kirana lirih.


"belum tau sayang.. doakan secepatnya selesai,biar bisa cepat kembali",ujar Fahri.


"kamu mau kan nemenin kirana dan jagain Kirana selama aku pergi nanti,tidak usah khawatir,ini tidak gratis aku akan membayarmu dan aku yang akan memintakan izin kepada orang tuamu,gimana hmm",tanya Fahri.


"Sepertinya dia tidak akan menolak bos",timpal Riko.


"Cihh..sok tau sekali anda",Vita mengeram kesal.


"kalau begitu kita langsung ke rumahnya ko",ucap Fahri.


"Haiii tunggu.. bahkan kalian belum meminta persetujuan ku,gimana kalau aku tidak setuju,aku tidak mau..",ucap Vita.


"Tidak mungkin tidak setuju...",cibir Riko.


"Ayo boss.. ",Riko dan Fahri berjalan duluan ke arah mobil mereka terparkir.


"Ckk.. mengapa mereka seperti itu,apa laki-laki seperti itu suka memutuskan apapun sendiri",Vita menggerutu.


"Aku heran lagian mereka tuh kenapa wajahnya dingin banget sihh... kaya kanebo kering,tapi mas ganteng kenapa bisa luluh gitu kalau sama kamu Kii",tanya Vita heran.


"hahaha.. kamu tu belum kenal dekat sama mereka, aslinya mereka rame kok,gak se kaku ituu",Kirana tertawa.


"Awal-awal dulu aku juga kayak gitu, hubunganku sama mas Fahri kaku banget,apalagi dengan perbedaan usia kita terus sifatnya yang dingin itu,tapi untung mas Riko selalu bisa mencairkan suasana",Kirana tersenyum mengingat awal-awal hubungannya dengan Fahri.


"Dihh.. manusia kulkas itu.. emang iya dia bisa ceria,perasaan kalau sama aku dari dulu nggak pernah ada manis-manisnya,selalu dingin",ucap Vita.


Sementara Riko dan Fahri sudah menunggu mereka dimobil,Fahri membukakan mobil untuk Kirana, setelahnya ia masuk,dan Vita lagi-lagi harus didepan dengan si kanebo kering.


Setelah itu mereka menuju ke rumah Vita untuk meminta izin ke orang tua Vita,sekalian Vita mengambil baju ganti dan beberapa barang yang diperlukan untuk sekolah.


"Ko.. gihh turun",ucap Fahri setelah sampai di depan rumah Vita.


"Lho.. kok saya sihh boss",Riko protes.


"Kamu lihat kan,Kirana sedang tidur,aku tidak tega membangunkannya..",ucap Fahri.

__ADS_1


Riko melihat Kirana yang sudah terlelap tidur bersender dibahu Fahri dan diapun terpaksa turun untuk memintakan izin ke orang tua Vita,setelah orang tuanya mengizinkan dan terlihat Vita juga sudah membawa barang-barangnya di koper,ia pun meminta izin untuk undur diri kepada orang tua Vita.


"Ckk.. kenapa jalanmu lama sekali,seperti siput",Riko melihat Vita yang tertinggal jauh dibelakangnya.


"Anda tidak lihat apa yang saya bawa",Vita menunjukkan koper yang ia bawa.


Sebenernya Vita kesusahan membawa kopernya,karena memang sangat berat untuknya,tapi Riko seperti cuek seakan tidak peduli.


"cihh.. bahkan dia tidak ada inisiatif untuk membantuku membawakan koper,dasar kanebo kering,kok ada manusia seperti itu",batin Vita.


Sebenernya Riko tau Vita kesusahan membawa kopernya,tapi dia gengsi menawarkan bantuan.akhirnya dia kembali menghampiri Vita dan merebut paksa kopernya dari Vita,


"kayak gini berat.. benar-benar yaa tidak bisa diandalkan,gimana mau jagain Kirana",cibir Riko.


Sementara Vita mematung masih tidak percaya Riko menghampirinya dan membantu membawakan kopernya.


"Heii.. kamu mau bengong disitu sampe kapan?",Riko berkata tepat disamping telinganya sehingga nafasnya sangat terasa dan membuat Vita meremang.


"heii.. hallo..",Fahri melambaikan tangannya didepan wajah Vita,dan akhirnya Vita tersadar.


"Sudah melamunnya..", sindir Riko.


"Kalau sudah ayo kita kemobil,ini sudah hampir malam,saya masih ada yang harus dikerjakan",lanjut Riko.


"hehh..ehh..iyaa",Vita menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Ia sudah seperti orang bodoh kalau berhadapan dengan Riko.


Ia menyusul Riko yang sudah berjalan jauh didepannya,ia berlari mengimbangi langkah kaki Riko yang panjang.


"gimana??",tanya Fahri yang melihat Riko sudah memasuki mobilnya.


"beres bos",jawab Riko.


setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah Fahri.Setelah sampai didepan rumah,mbok Darmi yang mendengar mobil Fahri memasuki halaman rumahnya langsung bergegas membukakan pintu.


Fahri segera menggendong Kirana ke kamarnya, sementara Riko memberi tahu mbok Darmi untuk mengantarkan Vita ke kamar tamu,karenan beberapa hari ia akan menginap di rumah Fahri.


Setelahnya mbok Darmi mengajak Vita masuk dan mengantarkan ke kamar tamu.Dan Riko kembali ke apartemennya.


TBC dears..


hari ini author up 2x yaa..

__ADS_1


dan tak bosan author mengingatkan kalian semua untuk selalu dukung author dengan cara like,komen dan favoritkan karya author,serta Jangan lupa vote juga.


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2