Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
Bag#33


__ADS_3

Fahri dan Riko sampai di pusat perbelanjaan tempat dimana mereka janjian dengan Sherly.Mereka memutuskan untuk langsung ke toko buku saja setelah tidak menemukan Sherly di loby.


Ketika mereka sedang berjalan menuju ke arah toko buku,tidak sengaja Riko melihat Sherly sedang makan siang di cafe dengan seseorang.


"Bos,nah itu Sherly..",ucap Riko sambil menunjuk ke arah Sherly.


"Dengan siapa dia?",tanya Fahri yang melihat Sherly sedang makan dengan seseorang.


"Lha mana saya tahu bos",jawab Riko sambil mengerdikkan bahunya.


"Mungkin temanya kalii.. kita kesana yukk boss",ajak Riko.


Fahri dan Riko menghampiri Sherly.Sherly yang tahu segera menyapa mereka dari kejauhan.


"Papa... Om Riko...",teriak Sherly sambil melambaikan tangannya.


"Mas Fahri..",batin Kirana.


Kirana nampak gelisah ketika langkah Fahri dan Riko terdengar mulai mendekat.


"Kau ini.. sudah makan siang duluan saja,kenapa tidak menunggu Om Riko,hah",Riko pura-pura merajuk.


"Sorry om..habisnya papa sama om Riko lama banget, Sherly kan jadinya bosan sendirian,untung ada ini niii...", ucap Sherly. sembari menunjuk sosok didepannya menggunakan gerakan matanya.


"Siapa??temanmu ya?",tanya Riko sambil mengintip wajah wanita yang duduk membelakangi dia dan Fahri.Namun sepertinya Riko masih tidak bisa melihat dengan jelas wajah wanita itu,karena terlalu menunduk.


Fahri ikut memperhatikan seseorang yang duduk membelakanginya,yang sedang makan dengan Sherly.Ia seperti tidak asing dengan sosok tersebut.


"seperti Kirana.. tapi.. mana mungkin?",batin Fahri.


"Mungkin aku terlalu merindukannya"",ucap Fahri dalam hati,dan Fahri segera menepis perasaannya itu.


"Sherly.. cepat habiskan makanmu!!!",perintah Fahri.


"Papa.. kenapa jadi marah-marah sama Sherly?",ucap Sherly cemberut.


"Apa mas Fahri marah gara-gara Sherly jalan sama aku?",batin kirana.


Fahri menghela nafas kasar, seketika moodnya berubah ketika mengingat Kirana.Dan sialnya Sherly marah merasa kalau Fahri sedang marah dengannya.Fahri menghampiri Sherly dan duduk disampingnya,mencoba menjelaskan kepada Sherly kalau sebenarnya dia tidak marah.


"Sherly.. papa minta maaf,bukan maksud papa..",Ucapan Fahri terputus ketika matanya menatap gadis yang masih menundukkan wajahnya di depan Sherly.


"Kirana...",ucap Fahri terkejut ketika melihat Kirana didepannya.


Riko pun tak kalah terkejutnya ketika Fahri menyebut nama Kirana.Sementara Kirana,dengan ragu dia mengangkat wajahnya.Kedua mata Kirana dan Fahri saling bertemu,menatap penuh dalam menyiratkan kerinduan yang mendalam bagi keduanya.Sejenak suasana menjadi hening.


"Papa.. kita nontonnya berempat yaa..bareng momy juga",ucap Sherly dengan penuh riang.


"Hah.. momy?",Riko mengernyitkan dahinya dan menatap Sherly penuh tanya.


"iyaa.. momy.. momy Kirana",dengan bangganya Sherly memanggil Kirana dengan sebutan momy.


Fahri merasa kikuk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal,pasalnya dia yang mengizinkan Sherly memanggil Kirana dengan sebutan momy tanpa meminta persetujuan dulu kepada kirana.


Sama halnya dengan Kirana,dia pun merasa salah tingkah ketika Sherly memanggilnya dengan sebutan momy dihadapan Fahri dan Riko.Mungkin karena dia belum terbiasa.

__ADS_1


"Tunggu.. kenapa kalian berdua bisa berada disini??kalian sudah janjian?",selidik Riko.


"Tidakk!!",Kirana segera menepis dugaan Riko.


"Emm.. Maksudku.. kita tidak sengaja bertemu",tutur Kirana.


"Yaa.. tadi Sherly tidak sengaja melihat momy di toko buku,",cicit Sherly.


"Kerja bagus Sherly",gumam Riko sambil tersenyum.


"Oh ya.. Sherly sudah selesai makannya,ayo katanya mau nonton",ajak Sherly.


"Oh yaa.. sebentar papa bayar billnya dulu",ucap fahri sambil beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan menuju kasir.


Sementara Sherly,kirana dan Riko menunggu di depan cafe.


"Sudah.. ayo..",ucap Fahri yang berjalan menghampiri mereka.


"Emm...aku..".


"momy ikut kan..?",belum juga kirana menyelesaikan ucapannya tapi sudah dipotong Sherly terlebih dahulu.


"Aku tidak bisa..",jawab kirana ragu.


"Momy please.. jarang-jarang kan Sherly bisa jalan bareng sama papa dan momy",ucap Sherly memohon.


"Sama om Riko juga..",celetuk Riko.


"Iya.. sama om Riko yang bawel juga",sahut Sherly sambil menjulurkan lidahnya ke arah Riko.


Kirana tak bergeming,dia melihat ke arah Fahri seakan meminta persetujuannya.


"Ikutlah..",ucap Fahri datar.


"tuh papa juga ingin momy ikut..", Sherly memohon dengan wajah memelas ke arah Kirana.


"baiklah..",jawab kirana singkat.


Mereka berjalan menuju ke arah bioskop,sejenak suasana menjadi hening walau mereka dalam keramaian.


"Ehh.. Sherly,kita ngantri ke loket duluan yuukkk",ajak Riko sambil menarik tangan Sherly.


"Kirana kau beli popcorn sama minuman yaa,bos kau temani Kirana yaa", perintah Riko sambil mengajak Sherly cepat-cepat menjauh dari Fahri dan Kirana.


"Cihh..Riko kau..",Fahri tidak melanjutkan kata-katanya.


Kirana dan Fahri berputar arah untuk membeli popcorn dan minuman.Mereka berjalan beriringan dalam diam.


"Bagaimana kabarmu?",tanya Fahri


"Aku..aku..baik..",jawab kirana.


"duhh.. kenapa aku jadi deg-degan gini sih",batin Kirana.


setelah itu suasana menjadi hening lagi,dan sampailah mereka ditempat penjualan popcorn.Kirana memesan sesuai dengan apa yang diminta Riko dan Fahri membayar semuanya.

__ADS_1


Mereka kembali ke bioskop,Fahri membantu membawakan minumannya, sementara Kirana membawa 2 popcorn dengan ukuran jumbo.


"Haiii.. momy disini", teriak Sherly melambaikan tangannya.


Kirana dan Fahri segera menghampiri Riko dan Sherly yang sudah membawa empat tiket masuk bioskop.


"Sudah dapat tiketnya?",tanya Fahri.


"Sudah tapi om... hmmffhh",Riko membungkam mulut Sherly dengan tangannya.


"Sudah dapat..tapi Sherly ingin nonton film horor",jawab Riko cepat.


"hah..bukannya om Riko yang memaksa mau nonton film horor ? kenapa jadi aku?",ucap Sherly dalam hati masih dengan mulut terbungkam.


"Hah... kamu serius sayang?sejak kapan kamu suka film horor?bukannya dari dulu kamu takut nonton film horor?",tanya Fahri kepada Sherly.


Sherly menginjak kaki Riko alhasil Riko melepaskan bungkaman tangannya pada Sherly.


"Sherly.. Sherly suka kok sama film horor",jawab Sherly setelah mendapat tatapan tajam dari Riko.


"Yakin kamu",tanya Fahri sekali lagi.


"Iyaa.. Sherly suka kok",jawab Sherly dengan senyum terpaksa.


"Baiklah... kamu tidak keberatan kan Kirana kalau kita nonton film horor",tanya Fahri kepada Kirana.


"Emm.. aku ikut saja",jawab Kirana dengan senyum getir.


"hah.. film horor? gimana ni aku kan takut banget nonton film horor",batin Kirana.


"Kalau begitu ayo masuk..",ajak Fahri.


tapi Kirana dan Sherly masih diam tak bergeming, entah apa yang mereka pikirkan.Mereka sibuk dengan pikirannya sendiri-sendiri.


"Sherly.. Kirana...",Fahri memanggil sekali lagi.


Dan keduanya segera menghampiri Fahri dan Riko,mereka masuk ke dalam bioskop di deretan bangku nomer tiga dari belakang.


Fahri masuk terlebih dahulu disusul dengan Sherly yang ingin duduk dekat papanya,tapi tangannya ditahan oleh Riko,mata Riko mengisyaratkan agar Sherly duduk di sampingnya dan membiarkan Kirana duduk disamping Fahri.


"Ihh..apa-apaan sihh om Riko,awas saja pulang dari sini aku mau minta penjelasan",batin Sherly kesal.


TBC dears..


haii para readers..


author mohon maaf telat up nya yaa, dikarenakan author dua hari ini terlalu sibuk wira-wiri pindahan rumah.


Tetap terus dukung karya author dengan like,coment dan vote yang banyak yaa..


Favoritkan juga agar kalian tidak ketinggalan up episode selanjutnya..


serta berikan rate 🌟🌟🌟🌟🌟


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2