Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#37


__ADS_3

Fahri dan Riko kembali ke kantor pada saat jam makan siang.Terlihat Claudia berada didepan ruangan Fahri.


"Siang pak Fahri",sapa Claudia dengan tersenyum.


"Heemm",jawab Fahri singkat.


"Ada keperluan apa kau kesini?",selidik Riko.


"Emm..tidak aku hanya mau mengantarkan ini",jawab Claudia sambil menunjukkan kotak makan siang yang dibawanya untuk Fahri.


"Wahhh sayang sekali..kami sudah selesai makan",ucap Riko.


"Tapi aku khusus masak ini buat bapak lho..",ucap Claudia sambil mendekati Fahri dimeja kerjanya.


"Setidaknya cicipilah sedikit saja",lanjut Claudia sembari membukakan kotak makan yang dibawanya dan mengambil sendok dan menyuapi Fahri.


"Ayolahhh buka mulutmu...",ucap Claudia manja.


Tapi Fahri malah melengos tak berniat sedikitpun dihatinya untuk mencicipi masakan Claudia.Yang ada dalam otaknya adalah bagaimana caranya agar pekerjaannya cepat selesai dan cepat kembali pulang ke rumah untuk bertemu istri dan anaknya.


"Ehemm",Riko berdehem cukup keras sehingga membuat Claudia terperanjat kaget.


"Apa kau tidak dengar,Pak Fahri sudah selesai makan!!",ucap Riko penuh penegasan hingga membuat Claudia merasa ketakutan.


"Baiklah...",jawab Claudia datar sambil menyebikkan bibirnya ke arah Riko.


"Pak Fahri saya taruh makanannya disini yaa.. nanti dimakan yaa",ucap Claudia lembut.


Namun Fahri hanya diam saja,malah menyibukkan diri dengan tumpukan kertas yang ada didepannya.


"Tunggu apalagi.. jam makan siang sudah hampir selesai,cepat kembali ke ruanganmu!!",ucap Riko.


"Iyaa... iyaa.. ini juga mau pergi",jawab. Claudia kesal.


"benar-benar menyebalkan..",gumam Claudia dan didengar oleh Riko.


"Apa kau bilang??? jangan kau kira aku tidak mendengarnya!!",bentak Riko.


"Sudah-sudah kenapa kalian berisik sekali,kalau kalian ingin bertengkar jangan diruanganku",sahut Fahri yang mulai terganggu.


"Claudia kau kembali ke ruanganmu dan Riko kau kembali lah bekerja,cepat bantu aku menyelesaikan pekerjaanku",ujar Fahri.


"baik pak,saya permisi",jawab Claudia sembari undur diri dan kembali ke ruangannya.


"Sumpah bos,aku tuh sudah eneg banget sama Claudia dia benar-benar tidak tau malu.."


"Sudahlah jangan bahas Claudia,berikan makanan itu ke OB",ucap Fahri sambil menunjuk makanan yang dibawakan Claudia tadi dengan matanya.


"Siap bos".


Riko mengambil makanannya dan berlalu pergi dari ruangan Fahri.


"Hahh",Fahri mengusap wajahnya kasar.


"Kirana... kenapa wajahnya selalu terbayang-bayang sih",gumam Fahri.


"Kenapa mendadak aku jadi kangen banget sama Kirana,sedang apa dia?",Fahri tersenyum membayangkan wajah Kirana.


"Bos,ini hasil meeting tadi",ucap Riko sambil menyerahkan dokumen berisi laporan hasil meeting tadi pagi.


tapi Fahri tidak menjawabnya,dia terlalu asyik dengan lamunannya tentang Kirana.

__ADS_1


"Dihh ni orang kenapa senyum-senyum sendiri, jangan-jangan kesambet lagi",ucap Riko sambil bergidik.


"Bos.. bos",panggil Riko tapi tetap saja Fahri tidak bergeming.


Riko mendekati Fahri dan memanggilnya tepat ditelinga ya,"BOSSS...".


Fahri terperanjat kaget dan seketika lamunannya tentang Kirana buyar.


"Kau ini..apa-apaan,hahhh.. berani-beraninya berbuat tidak sopan sama atasan",omel Fahri.


"hihi.. sorry boss,lagian dari tadi ane panggil kagak nengok-nengok",Riko nyengir kuda sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Wajah Fahri seketika menjadi bete,serasa tidak rela ada seseorang yang membuyarkan lamunannya bersama Kirana.


"Lagian bos tadi kenapa senyum-senyum sendiri, hayoo pasti lagi membayangkan sesuatu yaaa",tanya Riko menebak-nebak.


"Sok tahu kamu..",elak Fahri.


"Tuh kan.. kalau marah-marah seperti ini biasanya sih iyesss",Riko semakin menggoda Fahri.


Fahri malah menyibukkan diri dengan pekerjaannya dan tidak menggubris Riko sama sekali.


"Bos tadi pasti membayangkan tadi malam nihhh,gimana bos ceritain dong,sudah goal kan.. iya kan",tanya Riko penasaran.


"Dasar otak mesum..",jawab Fahri


"Ih siapa yang mesum?",elak Riko.


"sudah.. mana yang harus aku periksa dan aku tanda tangani,hari ini aku mau pulang cepat".


"Pasti gak sabar pengen ketemu Kirana ya bos",ucap Riko setengah berbisik.


"Salah satunya itu..",jawab Fahri mantab sambil tersenyum.


"Bucin?",Fahri mengernyitkan dahinya pertanda tak mengerti.


"ih... bos kudet banget sihh.. bucin saja gak ngerti,bucin bos budak cinta",jawab Riko kesal.


"Hahh.. budak cinta, ada-ada saja istilah anak jaman sekarang",Fahri tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"ini sudah aku periksa yang ini perlu diperbaiki lagi laporannya,yang ini sudah aku tanda tangani",lanjut Fahri sambil menyerahkan dokumen kearah Riko


"Aku pulang duluan yaa",ucap Fahri sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan jam 2 siang.


"Ciyehhh.. bos kenapa jadi tidak sabaran sekali sekarang",ledek Riko.


"Aku pulang yaaa...",Fahri berlalu dan keluar dari ruangannya.


"Bos..",Riko memanggil Fahri dan Fahri menoleh ke arah Riko.


"Semoga berhasil yaaa bikin adik buat Sherly",goda Riko.


"Dasar otak mesum",jawab Fahri.


Fahri mengendarai mobilnya dengan perasaan bahagia,tak hentinya senyum terulas dari bibirnya, sebelumnya ia mampir ke toko bunga untuk membeli bunga kesukaan Kirana,satu buket mawar putih sudah ia dapatkan dan sekarang ia melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah ,Fahri mencari keberadaan Kirana disetiap sudut rumah tapi tak terlihat batang hidungnya.Akhirnya Fahri memutuskan untuk naik tangga menuju ke kamarnya.


Dilihatnya Kirana sedang membereskan kamarnya,Fahri yang melihat itu langsung memeluknya dari belakang,mendekap erat tubuh kirana.


"Mas Fahri...",ucap Kirana yang kaget mendapatkan pelukan secara tiba-tiba dari belakang.

__ADS_1


"Wangi sekali..kamu habis mandi yaa",Fahri menciumi rambut Kirana yang wangi aroma buah-buahan,yang menurut Fahri aroma itu sangat menenangkan jiwanya setelah lelah bekerja seharian di kantor.


Fahri membalikkan tubuh Kirana agar menghadap ke arahnya.Nampak kirana tersipu malu dan menundukkan wajahnya.Jantung Kirana berdetak tak beraturan seperti bunyi genderang perang.


"Aku punya sesuatu untukmu...",ucap Fahri lembut sembari mengeluarkan buket mawar putih yang sangat cantik dari balik badannya dan memberikannya kepada Kirana.


Kirana membelalakkan matanya kaget dan menutup mulutnya yang membulat berbentuk huruf O dengan kedua tangannya.


"For you..",bisik Fahri di dekat telinga Kirana dan berhasil membuat darah Kirana bersedia aneh.


"For me?",tanya Kirana balik.


"Yes".


"Terima kasih ini indah sekali..",Kirana menerima buket mawar putih itu dan menciumnya.


"kamu suka sayang..?".


Kirana mengangguk sembari tersenyum malu dan setelah itu kembali menundukkan kepalanya,Fahri mengangkat dagu Kirana dan menatap bibir Kirana yang berwarna merah jambu itu,mengusapnya perlahan dan siap untuk melahapnya.


"Momy... ups", Sherly yang tiba-tiba datang dan masuk ke kamar papa dan momy nya tanpa permisi terlebih dahulu,menutup matanya dan membungkam mulutnya sendiri.


Sedangkan Fahri dan Kirana yang kaget mendengar suara Sherly yang tiba-tiba masuk ke kamar mereka,seketika menjaga jarak dan terlihat salah tingkah.


Fahri terlihat menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal dan Kirana menunduk malu,memandangi buket mawar putih yang diberikan Fahri untuknya.


"Oh my God.. papa.. momy..."Sherly berjalan ke arah Fahri dan Kirana.


"No.. ini tidak seperti yang kamu lihat Sherly,papa hanya...'


"ini indah banget.. papa pasti yang memberikan buket bunga mawar putih ini untuk momy iya kan?",tanya Sherly yang fokus ke buket mawar putih yang dibawa Kirana.


"thanks God,ternyata Sherly tidak melihatnya",batin Fahri.


"Papa so sweet banget sihhh, Sherly juga mau dihadiahi kayak gini",ucap Sherly manja.


"Ohh.. okee besok papa belikan buat Sherly",jawab Fahri.


"Oh iya Sherly mau ngapain tadi kesini?",lanjut Fahri.


"Tadi Sherly mau ngapain yaa.. emm... ah Sherly lupa mau ngapain yaa", Sherly menggigit ujung jari telunjuknya mencoba mengingat apa yang mau dilakukannya.


"Ahh Sherly benar-benar lupa,tahu ahh...", Sherly berlalu pergi meninggalkan kamar Fahri dan Kirana.


"Dasar bocah.. mengganggu saja",Fahri menggerutu dan di dengar oleh Kirana.


"Kita lanjutkan lagi yukk sayang",ajak Fahri.


"Mas Fahri mandi dulu gihh.. bau keringat",tolak Kirana sembari menjepit hidungnya dengan ibu jari dan jari telunjuk sambil mengibaskan tangan satunya lagi dan berlalu keluar kamar sambil tersenyum menggoda Fahri.


"Kirana... oh God lama-lama aku bisa gila kalau seperti ini terus",ucap Fahri sambil mengusap wajahnya kasar dan berlalu ke kamar mandi.


Gagal maning sonπŸ˜‚


TBC dears..


mohon maaf author baru bisa up lagiπŸ™πŸ™


terus dukung karya-karya author dengan cara like,koment,dan vote yang buanyakk yaaa...


jangan lupa juga berikan rate 🌟🌟🌟🌟🌟 dan favoritkan juga yaa agar kalian tidak ketinggalan update selanjutnya.

__ADS_1


terima kasih para readers yang sudah berkenan membaca karya author.


happy reading dears πŸ€—πŸ˜˜


__ADS_2