Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#90


__ADS_3

Berbeda dengan Fahri dan Kirana yang saat ini sudah tidur dengan tenang dan saling memeluk dalam kedamaian.Riko justru terbangun dari tidurnya ketika menemukan Vita yang sudah berada di kamarnya.


Vita melangkah perlahan demi perlahan ke arah Riko sembari memberikan senyuman yang menggoda.Ia mendekati Riko yang nyawanya belum terkumpul semuanya,dan tanpa aba-aba Vita langsung menyambar bibir Riko dengan penuh g@ir@h.


Riko membelalakkan matanya,ia terkejut dengan c1um@n Vita yang tiba-tiba.Seperti mendapat serangan fajar tubuhnya ingin sekali menolak dan mengucapkan sumpah serapah kepada Vita,tapi hatinya menikmatinya,Ia terbuai dan Riko pun membalas ciuman Vita.


Mereka saling m3ny3s@p,saling bertukar Saliva,bahkan tangan Riko mulai terampil memainkan benda kenyal yang berukuran besar tersebut,bukankah sangat menguntungkan di posisi Riko saat ini ia berada dibawah Kungkungan Vita.Tangannya lebih leluasa untuk bereksplorasi.


Vita melepaskan c1um@nnya,Ia segera melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya dengan cepat, Sehingga nampaklah semua lekuk tubuhnya tanpa sehelai benang pun.Riko menelan salivanya dengan kasar,ia terperangah melihat kemolekan ciptaan Tuhan yang ada di depannya.


Vita memainkan ujung rambutnya dengan pose sangat menggoda,Riko segera mendekati Vita yang sudah berdiri tanpa sehelai benang apapun di tubuhnya,ia mengerling manja ke arah Riko.


Riko yang sudah terbakar g@ir@h tanpa aba-aba langsung menyerang Vita,Ia dengan kasar meraup benda kenyal itu, sementara tangan satunya m3r3m@s-r3m@s sisi satunya.


"ahhh..",Vita m3nd3s@h merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Riko.


Riko sudah tidak sabar,ia ingin merasakan goa kenikmatan Vita.Ia merebahkan tubuh Vita di tempat tidur.Kemudian melebarkan kedua paha Vita dan ia bersiap menerobos benteng pertahanan Vita.


Riko Tampak kesulitan untuk menerobosnya,Ia mencoba menghentakkan pinggulnya sekali lagi namun...


tokk..tokk..tok...


terdengar suara pintu diketuk dari luar.


"Riko ini sudah jam 7 pagi,kamu mau berangkat ke kantor jam berapa??",ucap Fahri dengan nada sedikit tinggi.


Riko mengerjapkan matanya,matanya mengedarkan pandangan ke segala arah, seperti mencari sesuatu.Iapun menghela nafas kasar ketika menyadari sesuatu.


Ketika ia membuka selimutnya,terlihat bagian bawahnya basah, seketika ia mengumpat kasar.


"Siap!! bisa-bisanya gue mimpi begituan sama bocah bar-bar itu",gerutu Riko.


"Rikoo....",teriakan Fahri segera menyadarkannya.


"I..iya.. bos sebentar lagi aku keluar",ucap Riko gelagapan.


Iapun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya,Segera memakai baju kerjanya yang memang sudah ada di kamar itu,dan keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk berkumpul dengan Fahri dan Kirana.


"Tuan Fahri,non Kirana,mas Riko.. kalian ini kok kompak banget sihh hari ini keramas barengan apa sudah janjian,heheh",ledek mbok Darmi.


Fahri dan Kirana senyam-senyum sendiri mengingat semalam mereka baru saja melakukan pertempuran Akbar hingga beberapa ronde.

__ADS_1


Sedangkan Riko ia merasa kikuk,ia harus mandi besar gara-gara mimpi basah.


(sabar yaa babang rikoo..sementara mimpi basah dulu yaa😅😂)


Setelah menyelesaikan sarapan paginya,mereka mengantarkan Kirana terlebih dahulu ke sekolah,sepanjang perjalanan Riko terdiam dengan wajah yang di tekuk sangat berbanding terbalik dengan Fahri dan Kirana yang sedari tadi tak berhenti mengulas senyum di wajahnya.Wajah mereka juga terlihat lebih fresh dibandingkan dengan hati-hari sebelumya.


Ditengah perjalanan,ternyata Kirana melihat Vita yang sedang di halte sedang menunggu bis untuk membawanya ke sekolah.


"Mas..di depan ada Vita sepertinya sedang menunggu bis.. boleh nggak kalau bareng sama kita,lagian sekolah ku sama Vita kan sama",ucap Kirana.


"bolehh sayang..",jawab Fahri.


"Mas Riko kita berhenti di halte depan yaa...",ucap Kirana,tapi Riko tak menyahut,entah apa yang sedang difikirkan.


"mas Riko..",Kirana memukul kursi kemudi Riko hingga membuat Riko tersadar.


"ehh.. iya Kirana kenapa??",tanya Riko.


"mas Riko melamun yaa??".


"ehh.. nggak aku hanya terlalu fokus menyetir jadi nggak kedengaran tadi pas kamu manggil",Riko beralasan.


"kita berhenti di halte depan situ yaaa..",ucap Kirana.


"Vita.. bareng yuukkk",ajak Kirana.


"ehh.. emang bolehh",tanya Vita.


"bolehh.. masuk yuukk,duduk depan ya..",jawab Kirana.


Vita membuka pintu mobilnya kemudian ia duduk disamping Riko.Riko yang tidak menyadari kehadiran Vita tiba-tiba terkejut melihat Vita yang duduk disampingnya.Berulang kali ia mengucek kedua matanya memastikan yang dilihatnya hanyalah imajinasi nya saja,tapi ternyata Vita masih saja duduk disitu.


Riko memberanikan menyentuh pipi Vita dengan telunjuknya,berharap itu hanya bayangan Vita saja.tut.. tut..ketika ujung telunjuknya mengenai pipi Vita.


"Mas Riko apaan sihh,ngapain nyolok-nyolok pipi Vita",ucap Vita seketika mengagetkan Riko.


"eh..ini beneran orang",Riko memegang lengan Vita memastikannya lagi.


"Lha iyaa orang.. masak hantu",cerocos Vita.


Riko yang menyadari bahwa orang yang disebelahnya benar-benar Vita ia segera menarik tangannya,Ia melihat Vita dari ujung rambut sampai ujung kaki,masih teringat jelas di otaknya tentang mimpinya tadi malam.

__ADS_1


"hihh..",Riko bergidik mengingat Vita yang sangat agresif dimimpinya.


"ihh.. apaan??jangan mikir macem-macem ya tentang akuu",ucap Vita yang segera menyilangkan kedua tangannya di depan kedua gundukannya.


"dasar wanita penggoda",gumam Riko pelan.


"ehh..ngomong apa??ngomong apa??aku denger lho yaa.. siapa yang menggoda??",Vita tak terima disebut seperti itu.


Riko tak menghiraukan Vita,ia terlihat fokus menyetir dan tak berniat menjawab.


"Mas Riko.. ihh..",Vita mencubit lengan Riko.


"Auhhh.. benar-benar bar-bar nih bocahh",Riko menatap kesal ke arah Vita ia meringis kesakitan.


"Lagian siapa suruh bilang aku wanita penggoda.. lagian kalaupun iya mau menggoda aku juga milih-milih,nggak mau aku nggodain mas Riko,orang kayak kanebo kering mana bisa diajak mesra-mesraan",cibir Vita


"mulutmu itu yaaa..",Riko mengeram,ia menghela nafas untuk meresap emosinya.


"heii.. kalian setiap bertemu pasti saja ribut,apa sih yang kalian ributkan??",tanya Fahri.


"maaf mas Fahri.. habis mas Riko ngeselin bangett,masak aku dibilang wanita penggoda",Vita mengadu ke Fahri.


"benar seperti itu ko??",tanya Fahri.


"Mana ada.. dianya aja yang ngada-ngada",jawab Riko santai.


"ihh itu yang tadii...",Vita mencubit lengan Riko kembali.


"auhh.. tuh kan boss,bocah ini terlalu bar-bar untuk seumurannya",cibir riko.


"ihh.. enak saja mas Riko tuh yang...",


"stopppp!!?",teriak Fahri dan seketika Riko mengerem mendadak, mengehentikan mobilnya.


TBC dears...


yeahh lancar yaa up 2x..


uhh senengnyaa author...


selalu dukung karya author yaaa readers..

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2