Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#123


__ADS_3

Dikantor Fahri,Riko nampak menyerahkan beberapa dokumen kepada Fahri.


"Okee.. nanti aku periksa",ucap Fahri sembari melihat jam tangan yang melingkar di tangannya.


"Bos nanti pulangnya bareng yaa.. sekalian aku mau jemput Vita",ucap Riko yang


"Oh.. oke.. kebetulan tadi aku minta antar supir,",jawab Fahri.


"Ya sudah bentar lagi jam kerja sudah selesai.. kalau begitu dokumen tadi bawa pulang saja biar nanti aku periksa di rumah",lanjut Fahri


"siap bos..".


"Ayoo.. kita pulang sekarang",ajak Fahri.


tiga puluh menit kemudian,Fahri dan Riko sudah sampai di rumah fahri.mereka langsung masuk ke dalam rumah,terlihat Kirana dan Vita sedang berjibaku di dapur.


"Wahh.. sepertinya enak nihh.."seru Riko.


"ehh..mas Fahri..mas Riko sudah pulang..",tanya Kirana.


"baru saja.. kalian lanjutkan saja masaknya aku mau mandi sebentar",Fahri berlalu ke kamarnya untuk membersihkan diri.


"Aku juga mau mandi juga dehh.. bau asem",ucap Riko.


Rumah Fahri memang seperti rumah kedua untuk Riko.Riko juga mempunyai kamar khusus di rumah Fahri,bahkan beberapa pakaiannya pun masih rapi di lemari kamarnya.


"Eh,Vita.. mas Riko masih bertingkah konyol nggak sih secara kan kalian sudah menikah nih, kali gitu sifatnya berubah..",tanya Kirana penasaran.


"Ehh..mana ada?? dia tuh konyol kalau sama kamu aja.. kalau sama aku dulu malah kayak kanebo kering,kaku banget.. tapi setelah menikah sih berubah nggak kaku-kaku amat lah..jadi lembut gitu,perhatian,romantis..duh jangan sampai kedengaran orangnya bisa kepedean nanti",jawab Vita sembari celingak-celinguk.


"eh,besok jalan yukk.. udah lama nggak jalan bareng..kamu nginep sini aja sama mas Riko,besok kan weekend..",


"aku sih mau saja.. tinggal ayang embebb aku mau apa nggak..",ujar Vita


"gampang.. nanti aku yang bilang mas Riko",


Riko dan Fahri sudah selesai membersihkan diri dan mereka kembali ke meja makan.Sementara Vita dan Kirana juga sudah selesai menata masakannya di atas meja makan.


"sudah kumpul semua.. bagaimana kalau kita langsung makan saja.. sepertinya sangat enak..",ucap Riko.


"Vita apa kau tidak pernah memasak untuk Riko.. lihatlah tingkahnya",Fahri menunjuk Riko yang sudah mengambil nasi satu piring dan berbagai lauk dan langsung menyantapnya.


"hah.. aku selalu masak tapi kadang-kadang saja sih,kadang kita delivery order,heheh",Vita menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Sayang.. habis ini kamu harus selalu memasak untuk ku,ternyata masakan rumahan itu lebih enak..",ucap Riko dengan mulutnya yang penuh makanan.


"berhentilah berbicara dengan mulut penuh,kalau tidak mau tersedak..",seru Fahri.


"oh yaa sayang.. Arka mana??",tanya Fahri ke Kirana.

__ADS_1


"Arka main sama mbok Darmi di halaman belakang..",jawab kirana.


"oh yaa.. mas Fahri besok kan weekend,bagaimana kalau kita ajak Arka jalan-jalan..",tanya Kirana.


"boleh..",jawab Fahri


"Emm.. mas Riko sama Vita ikut juga ya..",tanya Kirana


"Aku sih terserah Vita saja.. gimana sayang..",Riko menatap ke arah Vita.


"berangkat...",jawab Vita.


"Jadi deal yaa ini.. sekalian aja kalian nggak usah pulang,nginep sini aja..",ucap Kirana.


"Boleh juga.. ",jawab Riko.


"yeahh..",seru Kirana.


Setelah mereka selesai dengan acara makan malamnya,mereka menyusul Arka yang sedang bermain di taman belakang rumah.


"Haii Arka..",sapa Riko.


"om ikoo..",ucap Arka.


"masih ingat sama om Riko..",tanya Riko sembari mencubit gemas pipi Arka.


"om iko temen om ayii..",jawab Arka.


"Sayang.. nanti kita bikin yang kayak gini satu yaa..",bisik Riko di telinga Vita.


"Ihh.. mas Riko apaan sihh",Vita menyikut perut Riko.


"kayaknya Arka ngantuk ya sayang.. sama aunty yokk kita ke kamar",Kirana menggendong Arka.


"aku temenin Arka tidur sebentar ya.. kalian ngobrol disini dulu.. mbok,bikinin kopi sama teh yaa sama kasih cemilan juga bawa kesini",ucap Kirana setelah itu ia membawa Arka ke kamarnya.


"biar aku bantu mbok",kata Vita.


Sementara Kirana menidurkan Arka,Fahri dan Riko sedang mengobrol di gazebo yang ada di taman tersebut.beberapa menit kemudian Vita dan mbok Darmi kembali membawa teh dan kopi serta cemilan.


"Minum dulu mas.. mumpung masih panas",ucap Vita.


"Mas siapa nihh...",goda Fahri.


Vita mengernyitkan dahinya karena tak mengerti maksud Fahri.


"ya kan mas nya ada dua.. maksudnya siapa mas Riko apa mas Fahri..",sahut Kirana yang datang dari belakang dan ikut bergabung dengan mereka.


"nah tepat sekali...",ucap Fahri.

__ADS_1


"Arka sudah tidur sayang..",tanya Fahri kemudian dan diangguki oleh Kirana.


"mas itu mewakili mas Riko sama mas Fahri..",kilah Vita.


"sudah-sudah kalian seneng banget sih membully ayang embebb Kuu... sini-sini uluh-uluh sayangku...",ucap Riko


bukannya senang dibela suaminya,Vita malah bergidik mendengar Riko bicara seperti itu.


"tuh mulai kann..Kann... mungkin semalam jatahnya kurang jadi agak-agak miring gitu,hahah",ledek Fahri.


"Sepertinya sih iyaa boss.. ",Riko mulai ikut menggoda Vita.


"ihh.. kurang apaan sih.. Kirana ini mereka berdua kenapa resep banget sihh..",rengek Vita


"hahah.. sudah-sudah kalian ini senang banget sih godain anak orang,ehh salah istri orang..",ucap Kirana.


Mereka berempat menghabiskan malam dengan mengobrol dan bercanda,dan tidak terasa hari sudah semakin malam dan mata mereka juga sudah mulai mengantuk.


"ehh tidur yukk.. ngantuk banget..",ajak Riko.


"iya nihh.. udah malem juga..",timpal Fahri.


"ya sudah kalian ke kamar duluan.. aku mau beresin ini dulu dan taruh di dapur",Kirana membereskan gelas dan teko bekas tempat teh dan kopi.


"aku bantu Kii..",ucap Vita.


"nggak usah.. pengantin baru mah istirahat aja.. cuma beresi ini doang.. sana susul mas Riko,jangan lupa kasih jatah yang banyak biar nggak suka oleng, hahaha",goda Kirana.


"ihh bener-bener kamu tuh.. udah ketularan mas Fahri sama mas Riko..",ucap Vita.


"ketularan apa??",tanya Kirana.


"ketularan gesrek otaknya,wekkk",Vita menjulurkan lidahnya sembari lari ke kamar.


Kirana yang melihat tingkahnya sahabatnya itu hanya tertawa.Setelah selesai membereskan gelas-gelas dan menaruhnya di dapur,ia segera menyusul Fahri ke kamar.


Terlihat Fahri sudah tidur dan memeluk Arka,sungguh benar-benar pemandangan yang indah untuk Kirana.


"Andai saja kemarin aku tidak keguguran, mungkin sekarang anak ku sudah lahir..",ucap Kirana,dan wajahnya mulai terlihat sendu.


"Semoga secepatnya ada kehidupan disini ya tuhan.. sungguh kami sudah sangat mengharapkan kehadirannya..",Kirana mengelus perutnya yang rata.


TBC dears..


holla maaf ya.. author baru bisa up 1 bab seharinya..


ada novel on going lainnya juga yang sudah menggantung terlalu lama dan author mulai teruskan lagi..


jangan lupa baca karya author T**erpaksa Menikahi CEO Tampan** dan Dilema Cinta dan Dendam Seorang Karateka.

__ADS_1


happy reading dears🤗😘


__ADS_2