
tujuh hari sudah semenjak kepergian Sherly,tapi Fahri masih terhanyut dalam kesedihannya.Ia masih saja mengurung dirinya di kamar.Riko yang setiap pagi ke rumah fahripun tidak berhasil membujuk Fahri agar bisa kembali melanjutkan hidupnya.
"bagaimana??",tanya Kirana yang melihat Riko keluar dari kamar Sherly.
dan dijawab dengan gelengan oleh Riko.
"aku tau,bos pasti sangat terpukul Kirana,coba gantian kamu yang bicara sama si bos", ucap Riko.
Kirana memberanikan diri masuk ke kamar Sherly,ia melihat Fahri berdiri di balkon kamar, pandangannya kosong menerawang ke depan.Kirana memeluk Fahri dari belakang.
"Sayang... aku kangen sama kamu",ucap Kirana namun masih belum ada respon dari Fahri.
Kirana melepaskan pelukannya,ia menempatkan dirinya di sebelah Fahri,tangannya menyentuh wajah Fahri dan mengarahkannya agar wajah mereka berhadapan.
"Sayang... mau sampai kapan kamu begini?",Kirana tak tahan untuk tidak menangis melihat keadaan suaminya.
"Aku tau kamu sangat sedih.. tapi kamu tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan mas..".
Fahri masih terdiam,ia hanya memandang wajah kirana.
Kirana membuat posisi Fahri sekarang saling berhadapan dengannya.
"Sayang... Sherly tidak pernah meninggalkan kita, Sherly masih ada disini,ada di hati kita",Kirana memegang dada Fahri.
"Sherly pasti sangat sedih kalau melihat papanya seperti ini.. kamu harus bisa bangkit mas... masih banyak yang membutuhkan kamu,kamu jangan egois!!",Kirana senakin terisak.
"perusahaan butuh kamu,kamu bertanggung jawab atas kehidupan banyak orang,para pegawaimu... kamu tidak mau kan melihat mereka harus kehilangan pekerjaan mereka..",
"Dan lagi... ".kirana menjeda perkataannya.
"Aku... aku butuh kamu mas",Kirana kembali menangis.
"Kirana..", ucap Fahri yang mulai tersadar dan memeluk Kirana.
"Mas.. aku tahu kamu sangat kehilangan Sherly,kamu sedih.. tapi aku jauh lebih sedih melihatmu seperti ini",ucap Kirana dalam isaknya.
"Lihat aku mas... kamu tidak sendiri,ada aku disini.. aku akan setia menemanimu,hingga kita menua bersama",ucap Kirana.
"Kirana.. maafkan akuu sayang... aku terlalu hanyut dalam kesedihanku, hingga aku melupakanmu.. maafkan aku..",ucap Fahri sembari menangis.
"Sudahlah mas jangan menangis.. mari kita memulai semuanya dari awal lagi..",ucap Kirana tersenyum.
"Lihatlah penampilanmu, acak-acakan.. kau seperti tidak terawat mas.. hehe",Kirana mencoba mencairkan suasana dengan menggoda suaminya.
"hari ini aku libur sekolah.. aku akan menemanimu ke salon,untuk merapikan rambutmu,ohh.. yaa.. dan juga bulu-bulu halus didagu dan diatas bibirmu sudah mulai tumbuh,ck..ck..ckk.. kalau penampilanmu seperti kau benar-benar sudah seperti om-om,bahkan aku jika berjalan denganmu,kau terlihat seperti ayahku bukan suamiku",goda Kirana sembari tersenyum.
Fahri segera berjalan menuju ke cermin,ia melihat pantulan wajahnya dicermin, benar-benar sangat menyedihkan.wajahnya memang benar-benar terlihat tak terawat dan benar kata Kirana,ia seperti tua Bangka menyedihkan.
"kirana tunggu di depan ya mas.. mas Fahri bersiap-siaplah,kita jalan-jalan",ucap Kirana sembari keluar dari kamar.
__ADS_1
Riko yang menunggu Kirana di depan segera menghampiri Kirana.
"gimana Kii??",tanya Riko
"berhasil dong.. ",ucap Kirana denga senyumnya yang mengembang.
" Mas Riko aku mau bersiap-siap dulu.. antarkan kita jalan-jalan yaa",ucap Kirana.
"Siap nyonya...",ucap Riko sembari membungkukkan badannya.
"apaan sihh mas Riko...hahahah",Kirana tertawa melihat tingkah konyol Riko.
🍁🍁🍁🍁
Riko dan Kirana menunggu Fahri yang belum keluar juga dari kamarnya.
"Kii.. kamu yakin Fahri mau kita ajak keluar",tanya Riko.
"tadi mas Fahri sih nggak bilang iya.. tapi Kirana yakin kok mas Fahri mau,tunggu bentar lagi ya mas Riko",jawab Kirana.
beberapa menit kemudian Fahri sudah keluar dari kamar,ia tampak lebih bersih dan segar.Riko dan Kirana saling memandang dan tersenyum.
Kirana mendekati Fahri,melihat penampilan Fahri dari ujung rambut hingga ujung kaki,ia memutari tubuh Fahri sambil bersedekah.
"Tuhh.. kan.. kalau kayak gini kan nggak seperti om-om lagi",bisik Kirana.
Fahri tersenyum ke arah Kirana.
"Siappp.. sekalian jalan-jalan kitaa..."ajak Riko.
"iya dong.. sudah lama kan kita nggak jalan,boleh kan mass..",Kirana bergelayut manja di lengan fahri.
"iyaa..",jwab Fahri.
Mereka bertiga pergi ke salon terlebih dahulu untuk merapikan rambut Fahri yang sudah mulai panjang.Kemudian mereka pergi ke sebuah mall yang didalamnya terdapat gedung bioskopnya, rencananya mereka ingin menonton film di bioskop.
Ketika mereka akan menuju bioskop,tidak sengaja Kirana melihat Vita yang juga sedang berada di dalam mall tersebut.
"Vita..",Kirana memanggil Vita yang berada tidak jauh darinya.
"heii Kirana..",Vita berlari menghampiri Kirana dan memeluknya.
"lagi ngapain kamu disini.. hayo pasti lagi janjian sama cowok ya..?",goda kirama.
"sembarangan.. tadi aku tuh nganter mama arisan sama temen-temennya di caffe tuhh..",Vita menunjuk sekumpulan ibu-ibu yang berada di kaffe tersebut.
"ohh iyaa.. terus habis ini kamu mau kemana??",tanya Kirana.
"ya pulanglah.. mau kemana lagi,masak iya mau ikut ngumpul sama temen-temen arisan mama,hahahah",
__ADS_1
jawab Vita.
"ya sudah.. kalau gitu ikut kita aja,kita mau nonton film di bioskop,boleh kan mas Fahri,mas Riko?",tanya Kirana meminta persetujuan Fahri dan Rika.
"boleh saja sayang..",jawab Riko.
"mas Riko.. gimana?",tanya Kirana
"ee.. aku.. sih terserah saja",jawab Riko.
"ya sudah sihh ayo...", Kirana menggandeng paksa Vita sehingga Vita mau tidak mau ikut dengan mereka.
"Kii.. aku beli tiket dulu yaa..",ucap Riko.
"ehh.. biar aku saja yang belii tiketnya,nanti kalau mas Riko yang beli bisa-bisa kita nonton film horor lagi,Kirana nggak mau ahh.. Kirana takut...", ucap Kirana.
"ayo sayang..",Kirana menggandeng lengan Fahri.
"ehh.. Kii aku ikut",ujar vita.
"Vita.. kamu tunggu disini saja,kasihan mas Riko sendirian nanti..",jawab Kirana.
Kirana dan Fahri mengantre membeli tiket, sementara Vita dan Riko keduanya masih betah untuk tidak saling bicara.Terakhir Riko bertemu Vita pada saat pemakaman Sherly.
"ini cowok..gue kira sudah berubah, nggak taunya tetep aja sama,kayak kanebo kering,kakuu bangett,huft..", Vita menggerutu dalam batinnya.
Sesekali Vita mencuri pandang,melirik ke arah Riko,tapi Riko malah cuek,ia lebih asyik memainkan ponselnya sendiri.
"Mass.. rikoo.. bagaimana kabar mas Riko?",Vita memberanikan diri bertanya terlebih dahulu.
Riko hanya memandang ke arah Vita,ia tidak langsung menjawab pertanyaan Vita.Setelah itu ia memainkan ponselnya lagi, seperti sedang membalas pesan seseorang, setelah itu ia memasukkan ponselnya ke saku celananya.
"Seperti yang kau lihatt.. aku baik-baik saja,kamu sendiri.. bagaimana kabarmu,sudah lama yaa kita tak berjumpa",jawab Riko.
Makk duarrr..
"Demi apa.. si kanebo kering jawab pertanyaanku.. ehh.. tunggu-tunggu,tadi dia nanya kabarku juga,ohhh...ehh..apa sihh kenapa aku seneng banget padahal cuma ditanya kabar saja",Vita bermonolog sendiri dalam hatinya.
"Heii.. cih..sepertinya kamu masih suka bengong nggak jelas yaa..",Riko melambaikan tangannya didepan wajah Vita.
"Ehh.. tidakk.. akuu... akuu.. aku baikk,iya baikk sama seperti mas Riko,iya,hehe..",Vita menggaruk kepalanya yang tidak gatal ia terlihat salah tingkah lagi-lagi ia bertingkah konyol di depan Riko.
TBC dears..
halloo para readers...
terima kasih atas dukungan dari kalian semua..
mohon maaf author baru sempat up,karena hari ini author agak sedikit sibuk di dunia nyata,tapi author usahakan tetap up 3 bab seharinya.
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘