Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#91


__ADS_3

"stopppp!!?",teriak Fahri dan seketika Riko mengerem mendadak, mengehentikan mobilnya.


"Kalian tuhh yaaa... hampir saja kebablasan",ucap Fahri yang menyadarkan Riko dan Vita Yang sedari tadi asyik ribut sendiri.


Riko memundurkan mobilnya,tepat di gerbang sekolah.Kirana hendak membuka pintu setelah berpamitan dengan Fahri.


"Kii.. hati-hati yaa.. kalau bisa jangan deket-deket sama temanmu yang satu itu, berbahaya..",ucap Riko sengaja dengan suara nada tinggi.


"Heii.. emang nya aku virus gitu.. nihh ..nihh.. biar mas Riko aja yang ketularan virusnya",Vita meremas gemas pipi Riko.


Sementara Riko berusaha menghindar, kemudian Riko menangkap tangan Vita yang akan *******-***** pipinya lagi, sepersekian detik mata mereka saling bertemu dan saling memandang.


deg..


ada gelanyar aneh dihati keduanya,hingga akhirnya..


"ehemm.. mau sampai kapan kalian akan seperti ini,Riko ini sudah jam berapa bahkan kita sudah hampir terlambat!!",ucapan Fahri membuat mereka tersadar.


Vita merasa canggung setelahnya.Tapi tidak dengan Riko ia lebih bisa mengontrol emosinya.


"Cepat turun!!! aku sudah terlambat ke kantor!!",ucap Riko.


"ck.. biasa aja kali mas... ",Vita keluar mobil sembari menutup pintu mobil dengan kasar.


Riko menurunkan kacanya,"dasar bocah bar-bar",teriak Riko.


"pagi-pagi sudah marah aja kanebo kering!!",balas Vita.


Riko menggertakkan giginya,dia menghela nafas panjang untuk meredam emosinya.


"apa lihat-lihat.. naksir baru tau rasa.. weeekkk",Vita menjulurkan lidahnya sembari tertawa mengejek.


Tak ingin menjawabnya lagi,Riko segera menutup kaca mobilnya dan mengemudikan mobilnya.


Kirana menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya.


"hati-hati lho Vita jangan suka kelewatan.. nanti jadi bucin lho",ucap Kirana.


"ihh.. bucin sama mas Riko mau dongg...tapi sayang sihh kaku banget kayak kanebo kering,nggak bisa bayangin kalau beneran jodohku mas Riko,tiap hari ribut terus kayaknya,hhaha",Vita tertawa geli membayangkannya


🍁🍁🍁


"hati-hati ko jangan suka kelewatan sama anak orang,biasanya yang kayak gitu lama-lama jadi cinta


",ucap Fahri di tengah perjalanannya.


"Yaelahh boss.. ya nggak mungkin lah masak iyaa gue sama bocah bar-bar itu",elak Riko.

__ADS_1


"heiii.. yang kata Lo nggak mungkin,bagi Tuhan itu mungkin,kalau ternyata Vita jodoh Lo gimana??".


"Sempit banget kayaknya dunia.. masak jodoh gue temennya Kirana,sama kayak eluu dong.. nikah sama bocah juga".


"nah,kalau itu eluu.. kemakan omongan lu sendiri,pernah ngatain gue dulu,gue doain dehh semoga jadi sama Vita,hahah",goda Fahri.


"Sembarangan banget dehh si bos doanya..".


"Lahh.. gue mah doain lu baik rikoo".


"Lha iyaa.. tapi jangan sama bocah bar-bar itu juga keless".


"Mau Lo menghindar kayak apapun.. kalau jodoh Lo dia mah tetep aja ketemu",goda Fahri.


"Boss mahh.. ",Riko mendengus kesal.


beberapa menit kemudian,mereka tiba di kantor polisi.Fahri memang hari ini berniat mengunjungi Claudia, setelah menunggu sebentar polisi datang membawa Claudia.


Fahri kaget melihat keadaan Claudia, wajahnya tampak pucat dan terdapat lebam disudut bibirnya dan Pipinya, sepertinya ia baru saja mendapatkan pukulan.Tidak ada lagi Claudia yang tampil seksi dan glamour,tidak ada lagi baju branded keluaran terbaru yang dipakainya,saat ini ia hanya menggunakan baju seragam tahanan seperti yang dipakai para narapidana lainnya.


"Fahri..."Claudia berlari ke arah Fahri


"Fahri aku sadar,aku salahh.. tadinya aku hanya ingin menyingkirkan Kirana ternyata mereka malah mencelakai Sherly...",jelas Claudia.


"Tapi aku sadar Fahri.. apa yang aku lakukan salah.. aku minta maaf Fahri.. aku juga minta maaf sama Kirana.. aku salah", Claudia menangis sambil bersujud didepan Fahri


Riko membantu Claudia bangun dan membawanya duduk di kursi yang disediakan disana.


"Fahri.. bagaimana keadaan shery,apa dia sudah siuman",tanya Claudia.


"Fahri.. apa yang terjadi dengan Sherly,dia baik-baik saja kan",ucap Claudia panik karena melihat Fahri yang sedari tadi diam saja.


"Sherly...",Fahri menghela nafasnya mencoba meredam emosinya.


"boss..",riko khawatir dengan keadaan Fahri,Fahri menggeleng mengisyaratkan bahwa dia tidak apa-apa.


"Iyaa.. bagaimana keadaan Sherly dia baik-baik saja kan?",tanya Claudia sekali lagi.


"Sherli baik-baik saja...",jawab Fahri.


Terlihat kelegaan diwajah Claudia.


"Bahkan dia sekarang sudah tidak merasakan sakit lagi..",lanjut Fahri.


Seketika wajah Claudia berubah menjadi tegang.


"a..apa.. maksudmu??",tanya Claudia.

__ADS_1


"Sherly.. sherly sudah me..ninggal",seketika air mata Fahri menetes dipipinya ketika menyampaikan kabar duka itu


"Tidakk.. tidak.. ini nggak mungkin kamu pasti bohong kan?? kamu hanya tidak mau Sherly bertemu denganku iya kann...",


"Aku tidak sedang berbohong Claudia.. Sherly sudah meninggal..",jawab Fahri.


"Sherly... nggak mungkin... Sherly.. ",Claudia menangis histeris.


"Sudahlah Claudia, ikhlaskan Sherly.. Sherly sudah tenang disana",ucap Riko.


"Sherly...huahhaa", Claudia menangis merutuki kebodohannya,karena ulahnya menyebabkan anaknya meninggal.


"Sudahlah Claudia tenangkan dirimu,saat ini Sherly hanya butuh doa darimu,bukan tangisanmu..",ucap Fahri.


Sebenernya dia tak tega melihat Claudia,ia baru saja menjalani sidangnya dan diputuskan bersalah serta mendapatkan hukuman seumur hidup dan disaat bersamaan ia harus mendapatkan kabar duka.


Tetapi mungkin ini adalah cara Tuhan untuk menyadarkan Claudia, sekarang ia benar-benar sadar bahwa perbuatannya salah,ia berkali-kali meminta maaf kepada Fahri atas perbuatan yang sudah diperbuatnya.


Setelah dari mengunjungi Claudia,Fahri dan Riko langsung menuju kantornya.Ini kali pertamanya setelah kepergian Sherly Fahri menginjakkan kakinya ke kantornya lagi,tak disangka Fahri disambut dengan antusias oleh para karyawannya,mereka sudah merindukan kepemimpinan Fahri.Walaupun dinilai tegas dan disiplin tapi Fahri sangat royal kepada karyawannya yang giat bekerja.


Sore harinya setelah pulang dari kantor Fahri memutuskan untuk menjemput Kirana di rumah Laras.Ia sengaja mengemudikan mobilnya sendiri.Ditengah perjalanan ia menyempatkan membeli sesuatu untuk Arka di baby shop,dan membeli makanan untuk Laras dan Kirana.


Sesampainya di rumah laras,ia disambut hangat oleh Laras dan Kirana.


"dimana Doni?",tanya Fahri kepada Laras yang tak melihat keberadaan Doni.


"biasalah.. mas Doni sibuk di restorannya",jawab Laras.


"duduk sini yukk..",Laras mengajak Fahri duduk lesehan diruang keluarga.


"sebentar yaa.. aku buatkan minum dulu",ucap Laras


"nggak usah repot-repot ras..",


"nggak repot kok..bentar yaa.. ",Laras berlalu menuju ke dapur.


"haii.. aku kangen",bisik Fahri di telinga Kirana dan berhasil membuat wajah Kirana merah merona.


"mas Fahri.. malu tau.. ngomong gitu di depan anak kecil",ucap Kirana.


"ihh.. ngapain malu,lagian arka juga belum ngerti apa-apa,iya kan Arka",Fahri mencubit gemas pipi Arka.


"ohh yaa.. ini aku belikan sesuatu buat Arka sama ada martabak aku tadi beli dijalan",ucap Fahri sembari memerahkannya ke Kirana.


TBC dears..


lunas yaa up 3x hari ini..

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2