
Sementara Fahri sudah berada di ruangan Sherly,air matanya lolos membasahi pipinya,ia tak tega melihat keadaan anak kesayangannya terbaring tak berdaya,dengan peralatan medis yang menempel ditubuhnya.
"Sayang.. Sherly.. buka matamu nakk.. papa sudah pulang,papa bawa oleh-oleh buat Sherly.. kemarin Sherly minta oleh-oleh kan",Fahri menggenggam tangan Sherly
Ketika Claudia masuk,Fahri bergegas meninggalkan ruangan itu.
"Kau mau kemana Fahri?",tanya Claudia yang melihat Fahri membuka handle pintu.
"aku mau melihat keadaan kirana",jawab Fahri datar.
"Fahri bahkan kau lebih memperdulikan wanita itu dari pada anakmu sendiri,lihat anakmu sedang koma.."
"cukup Claudia.. aku lelah,aku tidak mau berdebat",Fahri meninggalkan Claudia.
πππ
Fahri membuka ruangan Kirana, terlihat Laras dan Doni sedang menunggui istrinya.
"Fahri.. bagaimana keadaan Sherly",tanya Laras.
"Sherly koma..",jawab Fahri.
Laras menutup mulutnya dengan kedua tangannya,ia terkejut mendengar jawaban Fahri.
"Kamu yang sabar Fahri.. Sherly anak yang kuat.. pasti Sherly bisa melaluinya",ucap Doni sembari menepuk pundak Fahri, memberikan kekuatan kepada Fahri.
"Kirana belum sadar",ucap Laras ketika Fahri melihat ke arah Kirana.
"Fahri.. aku pamit pulang yaa.. karena tadi aku menitipkan Arka ke pegawai di restoran",ucap Laras.
"iyaa..kalian pulanglah,biar aku yang menunggu Kirana disini",ujar Fahri.
"Besok kita kesini lagi Fahri,kamu yang sabar yaa..",ucap Doni dan diangguki oleh Fahri.
Setelah itu doni dan laras keluar meninggalkan fahri dan kirana.
Fahri memandangi wajah istrinya yang terlihat sangat pucat,ia mengelus pipi istrinya dan menggenggam tangan Kirana.Ia teringat tadi siang baru saja Kirana yang dengan bahagianya mengirimkan foto hasil USG nya.
"Tuhan.. kenapa kau mengirimkan kebahagiaan kalau hanya sesaat dan mengambilnya lagi, menggantinya dengan kesedihan",ia menangis dalam diam.
Terlintas lagi kata-kata Claudia dalam benaknya,"istrimu saja tidak bisa menjaga dirinya sendiri dan calon bayinya,apalagi menjaga Sherly".
Terbersit sedikit kekecewaan dalam hati Fahri.Rupanya kata-kata Claudia sedikit mempengaruhi fahri karena keadaannya yang sedang kalut,ia tidak bisa berfikir secara normal.
Ia sangat menyayangi kirana,bahkan ia sangat prihatin dengan keadaan kirana saat ini tapi disisi lain hatinya berkata dia kehilangan calon bayinya dan Sherly koma gara-gara kirana,Kirana tidak bisa menjaga dirinya dan anaknya.
Tangan Kirana bergerak,matanya mengerjap,Fahri yang melihat itu segera mengusap air matanya,ia keluar mencari dokter untuk memeriksa Kirana.Dokter mengatakan kalau Kirana sudah siuman,hanya saja ia belum benar-benar pulih masih harus banyak istirahat dan tidak boleh banyak fikiran setelah itu dokter pamit keluar,tinggallah Fahri dan Kirana diruangan itu.
__ADS_1
"Mas Fahri.. kenapa perut ku rasanya sakit sekali,ahhh...",Kirana meringis merasakan sakit di perutnya.
"Kamu keguguran Kirana",jawab Fahri singkat dengan wajah datar.
"a...apaa..",Kirana terkejut dengan jawaban Fahri,air matanya jatuh membasahi pipinya.
Ia melihat wajah Fahri yang begitu dingin,tidak ada lagi keramahan di wajahnya,Kirana bergegas mengusap air matanya dengan kedua tangannya.
"ba.. bagaimana ke..keadaan Sherly",tanya Kirana yang teringat kondisi Sherly saat itu.
"Sherly baik-baik saja.. kau tidak usah khawatir",jawab Fahri bohong.
"Syukurlah...", ucap kirana lega.
Fahri tidak bermaksud membohongi kirana hanya saja ia tidak mau membuat stress istrinya.
"Kau istirahatlahh.. kau baru saja siuman,aku akan keluar",Fahri bergegas keluar dari kamar Kirana.
Fahri bersandar didepan ruangan Kirana,hatinya sakit melihat Kirana begitu sedih,ia sebenarnya tak tega,tapi ia terlanjur kecewa dengan Kirana.
"maafkan aku Kirana.. maaf...",Fahri menangis dalam hatinya.
Sementara kirana ia merasa aneh dengan sikap suaminya yang terlihat sangat dingin.Tapi ia menepis semua rasa itu,ia berfikir mungkin Fahri lelah,iapun segera memejamkan matanya kembali.
πππ
"apa mas Fahri tidak kembali tadi malam???",gumamnya.
"ohh..mungkin mas Fahri ada di ruangan Sherly",ia bergumam lagi.
Terlihat handle pintu bergerak, seperti ada yang akan masuk,ia fikir Fahri ternyata vita yang mengunjunginya.
"Kirana..",Vita berhambur ke pelukan Kirana.
"Kii..maafkan aku,aku sudah membuat kamu seperti ini dan kamu harus kehilangan calon bayimu gara-gara aku",ucap Vita sambil terisak.
"Vita.. ini bukan salahmu,ini bukan salah siapa-siapa,ini musibah Vita..",lagi-lagi air mata Kirana jatuh membasahi pipinya.
Perawat masuk ke ruangan Kirana membawakan sarapan untuk Kirana.Vita menyuapi Kirana,Vita mencoba menghibur kirana dengan kekonyolannya,ia tahu sebenarnya kirana sangat sedih,ia hanya berpura-pura kuat.
Tidak lama kemudian Laras dan Doni datang,Laras langsung memeluk Kirana,Kirana menangis dalam pelukan Laras.
"bagaimana keadaan mu dekk..",tanya Laras.
"Kirana baik-baik saja kakk",ucap Kirana dalam isaknya.
"Sabar yaa.. kamu harus kuat",Laras mengelus punggung Kirana berusaha menguatkan Kirana.
__ADS_1
"Kii.. ini semua ujian,kak Doni yakin kamu pasti kuat kok",ucap Doni.
"terima kasih kak Doni",ucap Kirana.
kedatangan Laras,Doni dan vita sedikit mengurangi beban fikiran Kirana,Dan akhirnya Laras dan Doni berpamitan pulang karena hari juga sudah sore,tinggallah Vita yang menemani Kirana.
"Kii.. aku keluar dulu ya sebentar,nanti aku kembali lagi",Vita berniat keluar untuk membeli makanan ringan.
"Iya Vita.."jawab Kirana.
Setelah Vita keluar tinggallah Kirana sendirian,ia merasa kesepian, lebih-lebih Fahri dari tadi tidak mengunjunginya,jangankan mengunjungi menghubunginya saja tidak.
"Mungkin mas Fahri banyak kerjaan di kantornya",gumam Kirana,ia mencoba untuk positif thinking.
beberapa menit kemudian, muncullah Riko dari balik pintu.Padahal Kirana berharap yang membuka pintu tadi Fahri,ternyata bukan, sebenarnya ia kecewa tapi ia tak mau menunjukkan di depan orang.
"haii Kii..",sapa Riko.
"mas Riko kesini sendiri??",tanya Kirana sembari matanya mencari seseorang tapi tidak ditemukan.
"iyaa.. aku kesini sendiri".
"Mas Fahri kemana ya?? sejak semalam aku tak melihatnya lagi,ia juga tak menghubungiku",tanya Kirana
"ohh.. si boss banyak kerjaan Kii.. i..iya.. banyak kerjaan di kantornya",jawab Riko gugup.
"ohh.. mas Riko Sherly gimana kabarnya??kata mas Fahri Sherly baik-baik saja?",tanya Kirana kemudian.
"iyaa.. Sherly baik-baik saja cuma untuk saat ini dia belum boleh dijenguk banyak orang,hanay orang tuanya saja yang boleh menunggu",jawab Riko.
"apa aku boleh ke ruangan Sherly,aku ingin sekali menemuinya",tanya kirana.
"kamu belum sehat betul Kirana,nanti kalau kamu sudah benar-benar sehat kamu boleh menjenguknya",jelas Riko.
"ya sudah kalau begitu..",tampak ada gurat kecewa di wajah Kirana,Riko bisa melihat itu.
TBC dears..
bonus buat para readers ku yang tercintaπ
hari ini author up 3x lho..
boleh dong kalau author minta hadiah dari kalian semua,ayo dong klik like,komen, favoritkan juga yaa..
ohh.. ya tolong bantu vote juga.
terima kasih
__ADS_1
happy reading dears π€π