Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
honeymoon


__ADS_3

Albert dengan santainya merapikan pakaian Adel yang sedikit terbuka ia juga merapikan pakaiannya yang sedikit kusut setelah beradegan panas tadi, Indah menutup telinganya mendengar Cindy yang terus mengoceh sedangkan pak Ahmad diam saja tanpa berani bersuara meskipun dalam hati ia pun sama terkejutnya melihat pasutri cap-cup.


" Bukannya aku gak mau, tapi nanti gak ada yang jagain mommy." jawab Albert.


"Kan ada suster gimana sih?" heran Cindy.


"Masalahnya kakak ipar tidak suka sama suster disini, mereka semua pada gatel sama kak Al makanya kakak ipar gak mau mommy diurus sama suster katanya dia juga bisa, kalo mau ganti botol infus atau keperluan lainnya pun kakak ipar minta dokter aja yang urus begitu ceritanya." jelas Rasya.


"Astaga, sampe segitunya loe del? Lagian kakak juga gak minat kali sama suster disini." ucap Cindy.


"Loe gatau aja, suster disini pada bahenol beda sama gue yang badannya kayak kertas gini, laki gue normal liat yang gitu aja langsung melotot gak ngedip." sewot Adel.


"Ya ampun, fitnah itu Adinda mana ada aku melotot liat yang bahenol kamu aja yang cemburuan." kilah Albert.


"Sudah, sudah, sudah cukup jangan pada ngebahas yang gak perlu di bahas, Cindy kamu istirahat saja, dan kamu Al gak perlu khawatir sama mommy sekarang ada Cindy, Rasya sama pak Ahmad kalian habiskan waktu berdua mumpung ada disini sekalian honeymoon sejak kalian menikah kalian belum pernah liburan bukan? Lagian mommy juga sudah merasa lebih baik sekarang." ucap Indah memotong pembicaraan para anak-anaknya.

__ADS_1


"Ide bagus." ucap Albert mengacungkan jempolnya.


Cindy memutar bola matanya jengah, dia menghampiri ibunya memeluknya sebentar kemudian ia meletakkan tasnya ke atas meja lalu membawa baju ganti di dalam kopernya. Albert menghubungi salah satu temannya yang memiliki cabang hotel di negara A, dia meminta temannya menyiapkan kamar presidential suite untuknya dan Adel. Sesuai dengan yang Indah katakan, Albert tak menunggu lama dia langsung menarik tangan Adel bangkit dari duduknya.


"Loh, loh, mau kemana?" tanya Adel.


"Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat," ucap Albert.


"Kemana? Tapi gimana sama mommy?" tanya Adel.


"Tuh dengerin, mommy aja bilang gak papa kok." ucap Albert.


"Yasudah, mom aku pamit keluar dulu sama Mas Al ya, jangan lupa makan sama minum obatnya." ucap Adel.


"Iya, gausah khawatir pokoknya kalian pergi aja jangan lupa nanti kasih mommy cucu yang banyak." ucap Indah.

__ADS_1


"Cucu aja yang ada di pikiran mommy, sehat dulu nanti biar bisa gendong cucu." celetuk Rasya.


Adel mengacungkan jempolnya mendengar ucapan Rasya, Albert sudah tak sabar dia langsung menarik tangan Adel keluar dari ruangan Indah. Rasya menggelengkan kepalanya melihat perubahan drastis dari sikap kakaknya setelah menikah dengan Adel, Indah tersenyum bahagia melihat Albert dan Adel kini bahagia setelah mereka melalui suka duka selama Albert masih dengan rasa sakitnya.


"Kakanda, kita mau kemana sih?" tanya Adel.


"Ke suatu tempat, kamu tinggal duduk manis dan ikuti saja kemanapun suamimu ini pergi." ucap Albert dengan senyum menghiasi wajahnya.


"Mommy bilang honeymoon, emangnya honeymoon itu apa?" tanya Adel.


"Honeymoon itu artinya bulan madu, biasanya itu berlaku pada pengantin baru, tujuannya adalah untuk menambah keharmonisan diantara keduanya, pada intinya honeymoon itu menghabiskan waktu hanya berdua di tempat yang mereka inginkan." ucap Albert.


"Oh gitu ya" ucap Adel.


Albert berjalan sambil menggandeng tangan Adel , semua orang di sekitar mereka melihat ke arahnya tetapi Albert acuh tak acuh karena yang ada di pikirannya adalah ingin segera sampai ke tempat tujuannya.

__ADS_1


'Akhirnya tiba sudah moment yang paling aku tunggu-tunggu' batin Albert.


__ADS_2