
Adel tidak jadi melakukan olahraga panasnya karena ia kembali memuntahkan isi perutnya, Albert semakin khawatir melihat kondisi Adel untuk itu ia segera menelpon burhan memintanya mengirimkan dokter perempuan ke rumahnya.
Huekk..Huekk..
"Sayang kamu kenapa sih? Kenapa daritadi mual-mual terus?" tanya Albert.
"Aku gak tahu kakanda, perasaan daritadi diem dikamar enggak papa deh tapi kenapa sekarang pas nyium bau pengharum ruangan bikin aku mual ya?" heran Adel.
"Nanti kamu sampaikan aja apa keluhanmu sama dokter ya, tadi aku udah hubungin Burhan nyuruh dia kirim dokter wanita kesini." ucap Albert.
Adel menganggukkan kepalanya, Albert menggendong Adel dan membaringkannya dikasur.
"Beb minta masker aku gak kuat nyium bau pengharumnya, tolong kamu singkirin dulu deh." ucap Adel.
Albert mencari masker yang dibutuhkan oleh istrinya kemudian menyerahkannya pada Adel, dia juga menyingkirkan pengharum ruangan yang ada dikamarnya.
Tok..Tok..Tok..
Albert membukakan pintu kamarnya, didepan pintu seorang dokter perempuan berdiri menenteng tasnya. Albert mempersilahkan dokter tersebut masuk, dia meminta sang dokter memeriksa istrinya.
"Saya periksa dulu ya, kalau boleh tahu keluhannya apa nona?" tanya dokter.
"Mual-mual, terus gak suka nyium bau pengharum ruangan." ucap Adel menyampaikan keluahannya.
Dokter memeriksa keadaan Adel dan hasilnya baik-baik saja, dia mengeluarkan sebuah testpack kemudian menyerahkannya kepada Adel.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan istriku dokter?" tanya Albert.
"Ini baru dugaan saya saja, setelah saya periksa kondisi anda baik-baik saja dan keluhannya pun menujukkan tanda-tanda awal kehamilan. Kapan terkahir nyonya menstruasi?" jelas dokter kemudian ia bertanya pada Adel.
"Gak tahu dok, lupa lagi." jawab Adel.
"Yasudah, tidak apa-apa. Silahkan coba dicek dulu siapa tahu dugaan saya memang benar, kalaupun tidak sesuai saya harap kalian tidak akan kecewa." ucap dokter.
"Ini cara ceknya gimana dokter?" tanya Adel.
"Simpan urin kedalam wadah kecil, kemudian buka alat tesnya setelah itu celupkan kedalam urin dan tunggu beberapa saat, nanti hasilnya akan muncul lalu serahkan kepada saya." ucap dokter.
"Kakanda ayo temenin." rengek Adel.
"Ayo, jalannya pelan-pelan ya." ucap Albert.
Deg..Deg..Deg..
Jantung Adel berdegup kencang saat melihat alat tes kehamilannya mulai bereaksi, Albert pun ikut tegang menunggu hasilnya.
"Mas kamu aja yang lihat gih." pinta Adel.
Albert mengambil alat tes kehamilan Adel, dia membaca petunjuk dari bungkusnya yang menunjukkan kalau Adel positif hamil.
"Sayang kamu hamil." ucap Albert senang.
__ADS_1
"A-apa?" tanya Adel tergagap.
"Terimakasih sayang, saat ini kau tengah mengandung buah hati kita." ucap Albert terharu.
Adel masih ngelag dengan hasilnya, Albert memeluk tubuh Adel dengan erat sambil menangis terharu karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah.
"Kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak senang dengan kehamilan kamu?" tanya Albert.
"Bukan gak seneng mas, sebenarnya sih seneng aja cuman aku masih ngelag aja serasa mimpi tahu gak mas." jawab Adel.
"Sebentar lagi aku jadi ayah sayang, dan kau menjadi seorang ibu." ucap Albert.
Adel terharu melihat suaminya yang begitu bahagia dengan kehamilannya, Albert mengajak Adel keluar dari kamar mandinya kemudian menyerahkan alat tes kehamilannya pada dokter.
"Wah selamat ya tuan dan nona, sebntar lagi kalian akan menjadi orangtua. Untuk lebih jelasnya kalian periksakan ke dokter kandungan yah untuk mengetahui ada atau tidaknya janin di dalam perut nona Adel, karena ada kasus dimana seorang perempuan mengalami tanda-tanda kehamilan dan dicek juga positif namun saat diperiksa ke dokter kandungan tidak ada janin didalamnya padahal perutnya membesar, hal tersebut dinamakan blighted ovum maka dari itu jika sudah melakukan tes kehamilan dan hasilnya akurat dianjurkan untuk melakukan USG." jelas dokter.
Albert menganggukkan kepalanya antusias, ia terus mengecupi wajah Adel tanpa tahu tempat.
"Baik, terimakasih dokter." ucap Adel.
"Aku akan kirimkan bonus uang untukmu, kau kirimkan nomor rekeningmu sekarang juga." ucap Albert.
Sang dokter yang bernama Almira pun langsung saja mengeluarkan hp nya dan menyodorkannya pada Albert, siapa sih yang akan menolak rejeki nomplok dari sultan pengusaha nomor satu di negaranya.
'Huhuyyy..Rezeki emang gak kemana nih' batin dokter Almira.
__ADS_1
Selesai dengan urusannya dokter Almira pamit undur diri kepada Albert dan juga Adel, Bahagia tengah menyelimuti kedua pasangan yang sebentar lagi berstatus orang tua.