Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Morning sickness


__ADS_3

Keesokan harinya.


Adel bangun terlebih dahulu sedangkan suaminya masih betah bergelung dengan selimutnya, dia pergi ke kamar mandi karena perutnya yang tiba-tiba terasa mual.


Huekk..Huekk..Huueeeeeeekkkkkk..


Albert langsung membuka matanya kemudian meloncat dari atas kasurnya, dia pergi ke kamar mandi menghampiri istrinya yang sedang memuntahkan isi perutnya.


"Sayanh kenapa gak bangunin aku?" tanya Albert.


"Orang udah gak kuat, malahan mualnya udah sampe ditenggorokan bukannya muntah di kamar mandi lebih baik daripada di muka suami?" jawab Adel.


"Iya juga sih, gimana sekarang udah mendingan?" tanya Albert.


Huekk..Huekk.. HUUUEEKKKKKKK..


"Sayang, huekk.. Udah dong kakanda jadi huekk..pengen muntah juga." ucap Albert ikut terpancing.


"Keluar aja kakanda, nanti dinda panggil lagi." ucap Adel lemas.


Albert langsung keluar daei kamar mandinya, dia menutup mulutnya yang ikut terbawa suasana morning sickness istrinya.


"Kenapa istriku sangat berbeda ya Allah? Aku bingung sebenarnya dia muntah atau keluar khodam sih? Kok suaranya kuat banget." heran Albert.


"Kakanda aku mendengarnya." sahut Adel dari dalam.


"Waduh." ucap Albert syok.

__ADS_1


Adel kembali memuntahkan isi perutnya, karena merasa tak tega akhirnya Albert masuk kembali kedalam memijat tengkuk istrinya. Selesai dengan drama permuntahannya tubuh Adel langsung lesu, dia meminta suaminya menggendongnya keluar.


"Aku buatin teh hangat ya, biar gak mual lagi." ucap Albert.


"Gak mau, aku gak mau teh hangat." tolak Adel.


"Terus maunya apa? biar kakanda buatin." ucap Albert.


"Mau makan nasi pake telor ceplok, ditambah kecap sama kerupuk." ucap Adel.


"Yaudah aku turun kebawah dulu, kamu tunggu disini ya." ucap Albert.


Adel menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia menarik selimut kemudian masuk kedalamnya. Albert memakai baju tidurnya yang berserakan dilantai, sejak Adel hamil ia tidak diperbolehkan memakai baju atas kemauan istrinya. Selesai memakai bajunya Albert turun ke lantai bawah, ia menyusuri tangga dan dilihatnya orang-orang sudah mulai berkumpul di meja makan kecuali pengantin baru dan Adel.


"Al sini gabung, kita sarapan bareng." panggil Indah.


"Enggak mom, Al sarapannya nanti aja soalnya Adel lagi pengen makan sama telor ceplok dicampur kecap sama kerupuk katanya." ucap Albert.


"Eh gapapa bu, ibu sarapan aja sama yang lain biar Al yang buatin lagian kan bikin telor ceplok gampang." ucap Albert.


"Yaudah sana kedapur, nanti Adel keburu ngamuk loh." ucap Indah.


"Iya mom." ucap Albert.


Albert pergi kedapur dan mulai mengambil alat masaknya, ia juga mengambil telur beserta kecap dan juga kerupuk sesuai permintaan istrinya.


"Hahaha, rasain loe kak." ucap Rasya menertawakan Albert yang sedang memasak di dapur.

__ADS_1


"Sya gak boleh gitu," tegur Indah.


"Ups, sorry mom." ucap Rasya.


Rasya lupa kalau di meja makan ada orangtua Adel, Indah langsung memberikan kode pada Rasya agar diam karena ia tidak enak dengan besannya. Selesai memasak telur Albert mengambil nasi lalu dituangkan keatas piring, dia menata telurnya diatas nasi kemudian menambahkan kecap dan kerupuk dalam satu wadah.


"Bu Endah tolong nanti bikinin saya kopi kayak biasanya, nanti anterin keatas." ucap Albert pada bu Endah.


"Iya tuan." ucap bu Endah.


Albert membawa piringnya kelantai atas, dilihatnya istrinya masih bergelung dibalik selimutnya. Albert meletakkan piringnya diatas meja, dia duduk disamping istrinya membelar rambutnya dengan sayang.


"Dinda, ayo makan dulu biar dedenya gak kelaparan." ucap Albert.


Adel menyibakkan selimutnya, dia mendudukkan tubuhnya bersandar di kepala ranjang. Albert mengambil sarapan untuk Adel, dia menyuapi istrinya dengan telaten.


"Enak banget kakanda, siapa yang bikinnya?" tanya Adel.


"Ya akulah dinda." jawab Albert.


"Wahh daebak, enaknya pake banget-nget-nget deh." puji Adel.


"Kalau enak, habisin makanannya ya sayangku." ucap Albert.


"Siap kakandaku, suamiku, ayah dari anakku." gombal Adel.


"Aaahhh, meleyot." balas Albert.

__ADS_1


"Sumpah geli sekali dengernya mas, hahaha." ucap Adel tertawa.


Akhirnya keduanya pun tertawa karena sama-sama geli sendiri.


__ADS_2