Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Kemarahan Edgar


__ADS_3

Semua orang menatap Adel, mereka semua bingung kenapa Adel mebawa-bawa mafia di rapat yang sedang mereka lakukan.


"Apa maksud loe del? Pake bawa-bawa mafia segala?" tanya Cindy.


"Dulu waktu gue masih sekolah gak sengaja ketemu bocil yang di seret sama dua cowok yang badannya gede, dia teriak minta tolong dan diwaktu yang pas gue lewat sana nah gue tolongin kan, disana gue gelud ama cowok mirip hulk itu bugh..bugh..bugh nah keok dah tuh lawan gue, eh pas gue bawa tuh bocil ke alamat rumahnya ternyata orangtuanya panik nyariin, bapaknya nih ya ternyata seorang ketua mafia dan yang dua cowok yang gue hajar tuh suruhan musuhnya, dia berterimakasih sama gue dengan ngasih gue uang segepok tapi gue menolak sebagai tanda terimaskasihnya karena udah nolongin anaknya dia bilang jika suatu saat gue butuh bantuannya tinggal bilang aja, dia punya banyak pasukan dan punya hacker handal juga." jelas Adel pada Cindy.


"Bagaimana Al?" tanya Indah.


"Sepertinya kita pasti membutuhkannya." ucap Albert.


"Mohon maaf menyela, saran saya kita fokuskan mencari kakak dan ayah kandung Satria dulu saja, selanjutnya kita akan bekerjasama dengan mereka dengan membuat sebuah jebakan karena kita tidak tahu kapan musuh mengintai gerak-gerik kita nantinya, pada intinya kita tidak boleh gegabah disini." ucap pak Ahmad.


"Benar kata pak Ahmad, lebih baik kita diskusikan lagi nanti jika kita sudah mendapat titik terang dari masalah Satria ini." ucap Indah.


"Cindy, kau rahasiakan rapat yang kita bahas dari Satria agar dia tidak cemas dan terlalu terburu-buru dalam bertindak." ucap Albert.


"Baik kak. " jawab Cindy.

__ADS_1


Ponsel Albert tiba-tiba berbunyi, dilihatnya Satria yang menelponnya. Albert mengangkat handphonennya lalu menempelkannya di telinga, dia menepuk keningnya lupa kalau hari ini adalah acara pesta dari salah satu rekan bisnisnya, beruntung Satria menelpon dan mengingatkan dirinya.


"Kenapa Kakanda?" tanya Adel.


Albert mematikan ponselnya lalu meletakkannya keatas meja.


"Aku kan pernah bilang sama kamu kalau ada undangan pesta dari rekan bisnisku tuan Richard? ternyata aku lupa kalau hari acaranya sekitar pukul 7 malam nanti. "jawab Albert.


"Oh Richard bikin acara pesta ya? Sayang sekali mommy gak bisa ikut kesana." ucap Indah.


"Biar aku, Adel, Rasya dan Satria yang pergi ke acaranya, mommy di rumah aja sama Cindy." ucap Albert.


"Aku gak diajak kak?" tanya Cindy.


"Kamu sama paman jagain mommy di rumah oke." ucap Albert.


**

__ADS_1


Leo mengetuk pintu ruangan Edgar, setelah mendapat sahutan dari dalam ia membuka pintunya kemudian masuk dan mengunci ruangannya, tak lupa ia juga memasang kedap suara agar tidak ada yang mendengar percakapannya.


"Kenapa kau memasang alat kedap suara?" tanya Edgar.


"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu tuan," ucap Leo.


"Katakan." titah Edgar.


"Tuan Albert sudah pulang dari negara A, kemungkinan ia juga datang ke acara tuan Richard jika memang benar ia hadir aku akan mengatur pertemuan kalian disana, ada satu kabar lagi yang harus aku sampaikan tuan," ucal Leo.


"Tentang apa?" tanya Edgar.


"Ini tentang nyonya Clarissa tuan, ini laporan yang aku dapatkan dari anak buahku." ucap Leo menyodorkan amplop berwarna cokelat kepada Edgar.


Edgar membuka amplop tersebut, seketika rahangnya mengeras, tatapannya berubah menjadi sangat menakutkan. Dia mengepalkan tangannya dengan kuat, sungguh emosinya menjadi naik pitam setelah mendapat laporan yang sangat mengejutkan dari Leo.


"BRENGSEKK!!!" amuk Edgar.

__ADS_1


__ADS_2