
Baskara dan Clarissa berada dalam satu mobil yang sama, mereka berdua berbincang mengenai rencana penyerangannya.
"Jadi selama ini anak Nadia ada pada Indah? Istri Wiguna?" tanya Clarissa.
"Benar, aku baru tahu kabar ini dari anak buah kepercayaanku saat tahu Edgar diam-diam melakukan tes DNA." jawab Baskara.
"Apa kau yakin Nadia masih hidup?" tanya Clarissa.
"Tentu saja, kau pikir untuk apa aku menyerang keluarga Wiguna jika tanpa adanya tujuan dan hasilnya. Yang aku inginkan adalah Nadia, bukankah kita sudah sepakat dulu? Kau ingin anakku dan aku ingin Nadia." jelas Baskara.
"Kenapa kau gigih sekali menginginkan Nadia, padahal dia hanyalah wanita biasa." ucap Clarissa.
"Dia berbeda, dari wajahnya dan perilakunya mengingatkanku pada cinta pertamaku yang pernah hilang entah kemana." ucap Baskara.
"Lalu apa yang akan kita lakukan? Sebenarnya, aku juga menaruh dendam kepada Wiguna sekalian saja kita habisi mereka." ucap Clarissa.
"Ternyata kau adalah iblis yang sesungguhnya, tidak perlu buru-buru kita bermain secara halus agar puas, tugas kau ikuti saja aku." ucap Baskara.
Baskara tersenyum licik. Di dalam otaknya sudah banyak rencana yang akan ia luncurkan, sungguh hari yang sangat ia tunggu dimana ia akan bertemu dengan wanita yang selama ini diinginkannya.
'Sampai bertemu nanti sayangku, sekarang kau tidak akan bisa lepas lagi dariku' batin Baskara.
Mobil yang ditumpangi Baskara sudah sampai di mansion Wiguna, ia di dampingi oleh beberapa anak buahnya yang berjumlah 20 orang. Penjaga di mansion menghalangi jalan Baskara namun segera dilumpuhkan oleh anak buahnya, Baskara dan Clarisaa berjalan dengan angkuhnya masuk ke dalam rumah.
Brak..
__ADS_1
Anak buah Baskara membuka pintu utama dengan keras, Indah dan Cindy yang sedang berada diruang tamu terkejut dibuatnya.
"Clarissa? Mau apa dia kesini?" gumam Indah bertanya pada dirinya sendiri.
"Katakan dimana Nadia sekarang?!" tanya Baskara dengan menkan kata-katanya.
"Aku tidak akan memberitahumu!" tegas Indah.
Prok..Prok..
Baskara menepuk tangannya memberikan isyarat kepada anak buahnya, salah satu anak buah Baskara mengeluarkan senjata api kemudian menembaknya keatas sampai lampu yang berukuran besar jatuh kelantai dengan kaca yang berserakan.
DORR..
PRANG..
Para pelayan terkejut mendengar suara tembakan dan juga pecahan yang begitu kerasnya, pak Ahmad langsung berlari kearah Indah dan Cindy dia membawa kedusnya masuk kedalam pintu rahasia milik Albert.
"Tangkap mereka!" titah Baskara.
Anak buah Baskara mengejar pak Ahmad dan juga Cindy, sedangkan anak buah yang lainnya menyekap para pelayan dan juga penjaga yang berada disekitar mansion.
Mobil Edgar dan Leo sudah sampai di mansion Wiguna, disusul oleh mobil Albert. Arion memberi kode kepada anak buahnya yang berada tak jauh dari mansion untuk bergerak, Albert masuk kedalam mansion dimana ada seorang wanita bersama pria tua sedang berdiri tepat di depan pecahan kaca yang berserakan.
"BRENGSEK!" umpat Albert.
__ADS_1
"BEDEBAH! BERANINYA KALIAN MENGGANGGU KELUARGAKU!" berang Adel.
"Hohoho, siapa gadis kecil ini? Kelihatannya dia begitu berani ya." ucap Baskara menatap remeh pada Adel.
" NARAGA!" teriak Arion dari luar.
Dorr..Dor..
Suara tembakan begitu nyaring terdengar ditelinga, anak buah Arion menembak anak buah Baskara. Baskara dan Clarissa terkejut dibuatnya, mereka panik karena serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh Arion.
Edgar dan Leo menyusul Albert dan Adel ke dalam, jangan tanya bagaimana ekspresi Edgar saat ini. Kemarahan menguasai tubuhnya, didalam matanya tersirat sebuah kemarahan, dendam bercampur menjadi satu.
"Apa kabar tuan Baskara?!" tanya Edgar dengan senyum iblisnya.
"Kurang ajar!" geram Baskara.
Baskara mengambil senjata apinya, dia menembakkan pelurunya namun Edgar berhasil menghindarinya. Adel dan Albert diam-diam berjalan kearah Clarissa karena urusan mereka bukan pada Baskara tetapi pada Clarissa yang sudah menyebabkan Wiguna meninggal, Albert menghajar anak buah Baskara sedangkan Adel tetap pada tujuannya yaitu menyerang Clarissa.
Sreet.
Adel menyeret Clarissa dengan menarik rambutnya menjauh dari Baskara, Clarisaa memberontak kemudain menyerang balik Adel.
"Elaah, ngadepin l****e satu ini mah kecil." ucao Adel menatap remeh Clarissa.
"Berani kau menyebuutku l****e?!" ucap Clarissa tidak terima.
__ADS_1
Clarissa mengeluarkan senjata tajam berupa belati yang sudah ia siapkan sebelumnya, dia menyerang Adelia namun tidak mudah baginya melumpuhkan seorang Adel.