Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Edgar bertemu dengan Satria


__ADS_3

Malam hari.


Albert dan Adel sudah bersiap untuk menghadiri acara pesta yang diadakan oleh rekan kerjanya yang bernama Richard, keduanya berjalan bergandengan tangan bak putri dan pangeran versi dunia nyata.


"Cantik sekali istriku ini." puji Albert.


Adel tersenyum malu, pipinya langsung berubah merah.


"Masa istri seorang Albet dekil kan gak lucu." ucap Adel.


Albert mengecup pipi Adel dengan gemas, Satria dan Rasya langsung mengalihkan pandangannya.


"Kakak ayo dong, kapan berangkatnya kalo gini caranya, mending balik ke kamar aja jangan ikut takutnya nafsu di tengah jalan." protes Rasya.


"Kenapa kamu yang ngatur?" tanya Albert.


"Keburu telat kak, kalo mau kecup sampe nyelup juga gak papa asal nanti aja." sahut Rasya.


"Udah mas, kita berangkat aja." ucap Adel.


Satria membukakan pintu belakang mobil untuk Albert dan Adel, sedangkan ia duduk di depan tepatnya di jok kemudi berdampingan dengan Rasya.


Edgar dan Leo sudah sampai diacara pesta, Leo mencari keberadaan Albert namun ia tak menemukannya.

__ADS_1


"Leo, apa kau yakin kalau Albert akan datang?" tanya Edgar.


"Yakin tuan, sekarang mungkin mereka masih dalam perjalanan." ucap Leo.


"Hemm, tolong kau atur pertemuanku nanti." titah Edgar.


"Siap tuan." ucap Leo.


Tak lama kemudian semua orang berbisik-bisik saat Albert masuk ke dalam gedung acara, bagaimana tidak? kabar kelumpuhan Albert sudah sampai ke telinga awak media, namun semua orang terheran-heran melihat Albert nyatanya bisa berjalan dengan normal.


"*Bukannya dia lumpuh"


"Siapa wanita disampingnya terlihat sangat cantik"


"Terlihat sangat tampan"


"Serasi*"


Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan yang di lontarkan oleh para tamu undangan yang hadir, Albert berjalan dengan santainya sambil memeluk pinggang Adel dengan posesif.


"Selamat datang tuan Albert, terimakasih sudah datang, sebuah kehormatan bagiku kedatangan pengusaha tersukses di negara ini." ucap Richard mengulurkan tangannya berjabat dengan Albert.


Albert menerima uluran tangan Richard.

__ADS_1


"Tidak perlu memujiku secara berlebihan, kau bahkan lebih sukses dariku tuan." ucap Albert.


"Aku masih di bawahmu tuan Albert, emmh kalau boleh tahu siapa wanita cantik disampingmu ini tuan?" ucap Richard.


"Dia istriku." jawab Albert singkat.


"Jadi kau sudah menikah?" tanya Richard tak percaya.


"Hemm." jawab Albert berdehem.


"Selamat atas pernikahanmu, aku tidak tahu jika kau sudah menikah tuan." ucap Richard.


"Terimakasih" ucap Albert.


Richard mempersilahkan Albert dan juga Adel duduk di kursi yang sudah di sediakan diikuti Rasya dan juga Satria, di kalangan pengusaha lainnya hanya Albert dan juga 2 orang lainnya yang di berikan tempat VVIP. Yang pertama adalah Albert pengusaha nomor satu di negaranya, yang kedua Edgar dan yang ketiga adalah Pramastya pengusaha batubara.


Dari kejauhan Edgar menatap Satria begitu lama, dilihatnya wajah Satria yang sangat mirip sekali dengan ibunya yang bernama Nadia, ia semakin yakin kalau Satria benar-benar saudara kandungnya yang saat ini sedang dicarinya.


'Aku yakin kau adalah adikku, jika memang benar kau adalah adikku maka aku akan memberitahukan berita ini pada daddy ' batin Edgar.


Acara pesta yang diadakan Richard kini sudah dimulai, Edgar tak mengalihkan pandangannya ke arah Satria dia terua menatapnya sambil meminum minuman yang sudah terswdia di hadapannya. Adel peka kalau ada yang terus menatap ke arah mejanya dari kejauhan, dia langsung berbisik ke telinga suaminya.


"Lihat di meja sana, dia terus melihat ke arah kita." bisik Adel.

__ADS_1


__ADS_2