Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Pembalasan


__ADS_3

Rio datang dengan satu mobil ambulance, dia menyuruh perawat membawa Baskara dan juga Clarissa ke rumah sakit terbaik untuk diberi perawafan intensif sebelum terlambat. Edgar heran kenapa ayahnya membawa kakek dan ibu tirinya ke rumah sakit, bukankah tujuan mereka adalah menghabisi nyawa keduanya.


"Kenapa daddy membawa mereka?" tanya Edgar.


"Kau pikir aku akan membiarkan mereka mati begitu saja setelah apa yang mereka lakukan? Tentu saja tidak Ed, aku ingin mereka menderita terlebih dahulu seperti apa yang mereka lakukan kepada ibuku dan Nadia ku." tegas Rio.


"Kau benar paman, kalau perlu buat mereka lebih menderita lagi sudah banyak nyawa yang mereka hilangkan hanya untuk kepuasan tersendiri!" ucap Albert dingin.


"Lalu bagaimana dengan anak buah Baskara yang sudah keok ini, apa kita akan lapor polisi?" tanya Adel.


"Biar aku yang membereskannya." ucap Arion.


Arion memerintahkan Mark dan anak buahnya yang lain untuk membawa pergi anak buah Baskara, Albert melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya mencari ibu dan adiknya.


"Mungkin mereka masuk ke jalan rahasia." gumam Albert.


Albert membuka pintu jalan rahasia yang tembus ke dalam kamarnya, pintu tersebut pernah Adel gunakan untuk menangkap pelaku yang berusaha mencelakai Albert. Sesampainya di jalan rahasia Albert melihat ibu dan adiknya sedang berpelukan, Albert memanggil keduanya untuk mendekat kearahnya.


"Kakak, Al." panggil Cindy dan Indah bersamaan.


Cindy dan Indah lanhsung memeluk tubuh Albert, keduanya ketakutan sekaligus khawatir karena mereka mendengar dengan jelas banyaknya suara tembakan.


"Al kau tidap apa-apa kan nak? Apa ada yang terluka?" tanya Indah beruntun.


"Aku baik-baik saja mom." jawab Albert.


"Adel, bagaimana keadaannya? Dia baik-baik saja bukan?" tanya Cindy.


"Dia juga baik-baik saja, lebih baik kita keluar bergabung dengan yang lainnya." ucap Albert.


"Iya, ayok mommy mau lihat keadaan mantu mommy sama ank mommy satunya lagi." ucap Indah.

__ADS_1


"Terimakasih paman, sudah melindungi mereka." ucap Albert.


"Sudah jadi tugas saya tuan muda." ucap pak Ahmad.


Albert dan yang lainnya keluar dari jalan rahasia, mereka bergabung dengan Adel yang sudah berkumpul bersama Edgar dan yang lainnya.


"Kalian baik-baik saja?" tanya Indah pada yang lainnya.


"Kami baik-baik saja mom." jawab Rasya mewakili yang lainnya.


"Syukurlah." ucap Indah mengucap syukur.


Indah menangkap seseorang yang sedang berdiri disamping Rasya, dia begitu tak asing melihat wajahnya.


"Hallo Indah, apa kau masih mengingatku?" tanya Arion.


"Rion?" tebak Indah.


"Kau kemana saja?" tanya Indah.


"Kau tahu sendiri aku seorang mafia." jawab Arion.


"Jadi mafia yang Adel maksud itu kau Rion?" tanya Indah.


"Iya mom, ini ketua mafia yang Adel maksud." sahut Adel.


"Lalu kemana Baskara dan Clarissa?" tanya Indah.


"Mereka sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif karena mereka mengalamii luka tembak ditubuhnya." jawab Edgar.


"Indah aku ingin mengucapkan terimakasih padamu, kau telah membesarkan anakku Satria dan menjaganya." ucap Rio dengan tulus.

__ADS_1


"Kau ini bicara apa, aku sudah menganggap Satria sebagai anakku sendiri jadi kau tidak perlu mengucapkan terimakasih padaku." ucap Indah.


"Nyonya maafkan aku karena telah menyusahkan keluargamu, terimakasih kalian telah membantuku." ucap Satria.


"Eittss, jangan senang dulu Satria semua ini tidak gratis, harus asa imbalannya." ucap Adel.


Semua orang menatap kearah Adel, Albert menatap Adel dengan tatapan yang tak bisa diartikan, dia bingung sekaligus takut kalau istrinya ini macam-macam mengingat tingkahnya yang selalu duar nurul.


"Apa imbalannya?" tanya Satria.


"Imbalannya adalah...." ucap Adel tidak meneruskan kata-katanya.


Albert sudah was-was sendiri, yang lainnya juga sudah menunggu Adel meneruskan ucapannya.


"Kau harus segera menikahi adik iparku secepatnya, sebelum dia digandeng pria lain." ucap Adel.


Fyuuhhhh..


Albert bernafas lega mendengarnya, Satria tersenyum mendengarnya dia menatap kearah Cindy. Jangan tanya bagaimana reaksi Cindy, dia langsung salting brutal ditatap oleh Satria.


"Berhubung semuanya sudah berkumpul disini, aku hanya ingin memberitahukan sekaligus meminta restu kepada nyonya Indah dan juga semua kakak dari Cindy. Jika kalian merestui hubungan kami, aku akan menikahi Cindy dalam waktu dekat" ucap Satria.


"Aku merestui hubungan kalian jika memang kalian ingin serius dan membangun keluarga, sebagai orangtua aku hanya mendukung apapun keputusan anaknya." ucap Indah.


"Aku pun merestui kalian." ucap Albert.


"Aku merestui kalian berdua, jaga adikku dengan sebaik mungkin dia adalah anak perempuan satu-satunya dikeluarga kami, jika kau menyakitinya maka kau akan berhadapan langsung dengan kakaknya." pesan Rasya.


"Buat yang merasa dilangkahi oleh adiknya, di persilahkan kalian menangis dipojokan." ucap Adel dengan santainya.


Edgar dan Rasya menatap tajam kearah Adel, bagaimana reaksi Adel? Tentu saja dia tidak perduli. Cindy langsung mendekap tubuh Indah, Adel dan juga kakaknya secara bergantian,dia begitu bahagia karena impian untuk menikah bersama orang yang dicintainya kini terwujud. Rio memeluk tubuh Satria dengan penuh haru, Edgar pun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


__ADS_2