
Hari semakin sore, para sahabat Adel dan juga orangtuanya pamit pulang ke rumahnya masing-masing.
"Adel ibu sama ayah pulang dulu," ucap Fatimah.
" kok pulang sih bu, kenapa gak nginep aja?" ucap Adel kecewa.
" Ayah sama ibu menginap saja." tambah Albert.
" Maaf nak, bukan kami tidak mau tetapi kita masih punya tanggung jawab di rumah dan kita juga sudah punya janji dengan seseorang yang memesan banyak ikan lele untuk di pasarkan." Ucap Yusuf menolak dengan halus.
" Yahh, padahal Adel masih kangen sama ayah sama ibu juga." Ucap Adel sedih.
" Udah mukanya jangan sedih gitu, malu diliatin suami masa cewek yang katanya strong mendadak melow gini sih, perlihatkan ketangguhannmu wahai wanita." goda Fatimah.
" Hihihi.. Ceu Fatimah ada-ada aja." ucap Adel tertawa.
Adel mencium kedua tangan orangtuanya, Albert mengikuti apa yang dilakukan oleh istrinya. Tak rela melepas orangtuanya pulang Adel memeluk ayah dan ibunya dengan erat, dia seperti anak kecil yang tak rela lepas dari induknya.
" Del gue juga mau pulang, thanks ya makan-makannya." ucap Nabila.
" Katanya mau marah ama gue, berubah pikiran nih ceritanya gara-gara makan enak." Cibir Adel.
__ADS_1
" Masa marah sama bestie sih, kita kan udah temenan dari orok cuy." ucap Luna.
" Serah lu pada, hus...huss pulang sana." Usir Adel.
" Gak nawarin nginep disini nih? Om sama tante aja yang loe tawarin buat nginep kita kagak?" tanya Farid.
" Kagak." tegas Adel.
" Loe jangan bikin malu Farida, udah ahh yuk kita balik." Ajak Nabila menyeret tangan Farid.
" Maaf ya tuan, temen saya satu ini emang gak punya urat malu." ucap Luna merasa tidak enak kepada Albert.
"hmm" jawab Albert dingin.
Satria menatap datar kepada Farid, ketiga sahabat Adel pamit pulang kepada yang lainnya. Sedangkan orangtua Adel sudah pergi terlebih dahulu diantar oleh supir, Cindy terus memperhatikan Satria dari jarak dekat dia bingung dengan sifat Satria yang mendadak jutek kepadanya gara-gara berkumpul dengan para sahabatnya.
"Kita pulang dulu ya Del, cepet sembuh Zheyeng bye.. bye." teriak Nabila dengan melambaikan tangannya.
Adel membalas lambaian tangan Nabila. Setelah memastikan para sahabatnya pergi Adel membalikkan tubuhnya hendak pergi namun dia melihat Satria dan juga Cindy yang sedari tadi diam saja, Adel menatap wajah Albert tetapi Albert mengendikkan bahunya sebagai jawaban dia tidak tau.
"Ekkhhmm.. Kakanda ku sayang, tangan Adinda sakit kakinya juga pegel nih." ucap Adel.
__ADS_1
"Kalau begitu kita ke kamar saja." Ucap Albert.
"Mau di gendong." rengek Adel.
"Hueeekk.. Jijik kali liatnya." cibir Cindy.
Albert menggendong tubuh Adel ala bridal style, Adel dengan sengaja mengalungkan tangannya di leher sang suami tak lupa ia juga menyenderkan kepalanya di dada bidang Albert, Cindy memutar bola matanya jengah melihat kelakuan Adel yang semakin menyebalkan dimatanya.
" Satria kau menginap disini, ada yang ingin aku bahas denganmu." Ucap Albert.
"Baik tuan." ucap Satria.
"Jam 7 malam tunggu di ruang kerja." tambah Albert.
" Siap tuan." ucap Satria.
Albert melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Satria dan juga Cindy, di dalm pangkuan Albert Adel menjulurkan lidahnya ke arah Cindy.
wleee..
" Dasar kakak ipar gak ada akhlak." gerutu Cindy.
__ADS_1
"Senangnya dalam hati, bila sudah bersuami, mau tidur mau peluk pasti di keloni ahhhaayyy deuhh." Adel bernyanyi dengan asal agar Cindy semakin kesal.
Albert menahan tawanya agar tidak pecah, selalu dan selalu saja istrinya membuat dirinya tersenyum bahkan ingin tertawa.