Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Menghindar dari Adel


__ADS_3

Di mansion.


Rasya dan Edgar bermain game bersama dikamar tamu, beberapa kali Leo mencoba menghubungi Edgar selalu saja ditolaknya. Di perusahaan Leo disibukkan dengan banyaknya tumpukan berkas yang semakin menggunung, sedangkan bosnya asyik bersenang-senang di rumah Indah.


"HAJAR!" teriak Edgar.


"LAWAN BOSKUH, HOHOHO." teriak Rasya tidak mau kalah.


YOUR WINNER


"YES!" sorak Edgar.


"Sialan, masa kalah lagi sih?" keluh Rasya.


"Terima nasib broh, makanya jangan pernah ngeremehin babang tamvan ini ya." ucap Edgar dengan percaya dirinya.


Rasya berkali-kali kalah bermain game dari Edgar, dia mengerucutkan bibirnya pergi kaluar dari dalam kamar tamu meninggalkan Edgar yang bersorak bahagia atas kemenangannya.


Kriing...Kriing..


Telpkn Edgar kembali berdering, dilihatnya Leo memanggilnya kembali. Edgar mengangkat telponnya dan menempelkan hp nya ke telinga, dia memejamkan matanya yang pastinya Leo akan berbicara tanpa jeda.

__ADS_1


"Woyy Bos sableng, kemana aja sih tiap di telponin di tolak terus? Gak tau apa aku juga pengen istirahat! Ini berkas terus numpuk, sekertaris gak punya emang bener-bener bos sableng tega bener sama asisten. Giliran tuh kakek tua udah gak ada aja keluyuran aja kerjaannya, sini cepet balik atau aku yang akan menyusulmu kesana!" omel Leo.


"Bisa gak sih kalau ngomong tuh yang sopan sama majikan? Loe gak tahu aja Leo, sekarang gue lagi menikmati hidup gue setelah sekian lama gue tertekan dan terkekang." ucap Edgar kesal.


"Iya gue ngerti, seenggaknya loe kasih gue sekertaris biar gue gak kewalahan! Gue juga pengen nikah, punya keluarga gak kerja mulu capek tahu enggak?!" Protes Leo.


"Mobil sport keluaran terbaru, apartemen mewah." ucap Edgar.


"Ekkhemm, boleh juga. Hati-hati kalau mau pulang ya tuan, nikmati saja hari-harimu dengan bahagia jangan pikirkan pekerjaan biar aku yang menanganinya." ucap Leo.


"Dasar matre, udah ah gue tutup telponnya. Nanti kalau pernikahan Satria udah beres gue balik ngantor lagi, gue lagi menikmati sebuah kehangatan yang gak pernah gue rasain loe tahu sendiri bukan?!" ucap Edgar.


"Iya-iya sip, asal ada komisi semuanya beres." ucap Leo.


Edgar menutup telponnya, semenjak Basakara pergi Edgar seringkali bepergian keluar menikmati hidupnya yang kini bebas seperti burung yang keluar dari sangkarnya. Selama ini ia hidup di dalam genggaman kakeknya dan ibu tirinya namun sekarang hidupnya jauh lebih baik, apalagi ia dipertemukan dengan keluarga Albert yang menerima kehadirannya meskipun dia notabenenya orang lain.


"Edgar sini." panggil Rasya.


"Apa sih? Ngapain manggil-manggil?" tanya Edgar berjalan kearah Rasya.


"Kaluar yuk? Bosen nih di rumah terus." ajak Rasya.

__ADS_1


"Oke, ayo kita cabut sebelum si Adel dateng. Gue ogah kalo jadi sasaran ngidamnya lagi, takutnya dia aneh-aneh lagi mintanya." ucap Edgar menyetujui ajakan Rasya.


"Hooh juga ya, loe sama gue kan targetnya. Ayo cabut Ed, gue ambil kunci mobil dulu." ucap Rasya langsung bergegas mencari kunci mobil miliknya.


Rasya dan Edgar berjalan tergesa keluar dari mansion, mereka berdua masuk ke dalam mobilnya masing-masing. Namun sebelum mobil mereka benar-benar kaluar mobil Albert sudah sampai dihalaman rumahnya, Adel menye.bulkan kepalanya keluar dari jendela mobil.


"Woy adik-adik tercinta, kalian mau kemana?" tanya Adel.


"Enggak kemana-mana kok, kita cuman ada urusan aja sebentar." jawab Rasya memberi kode pada Edgar.


"Iya kita ada urusan, sekalian mampir ke kantor." ucap Edgar berbohong pada Adel.


"Sya nanti pulangnya beliin aku es boba cokelat, rujak, sama telor gulung ya." pinta Adel.


"Iya nanti aku bawain." ucap Rasya.


"Sya kakak juga mau minta tolong sama kamu, tolong bawain kakak kue balok sama pizza ya, gatau kenapa kakak pengen makan makanan itu." ucap Albert.


"Astaga, kayaknya gue lama-lama jadi kurir nih Ed." keluh Rasya.


"Demi calon ponakan Sya semangat! Gue juga bilang apa? Tapi ini masih mending Sya ngidamnya gak aneh masih dalam tahap wajar." ucap Edgar menyemangati Rasya.

__ADS_1


"Yaudah, nanti aku bawain pesenannya. Mom aku pamit keluar ya, bye semuanya." ucap Rasya.


Rasya dan Edgar langsung saja melesatkan mobilnya, mereka mengendarai mobilnya entah kemana karena memang tujuan mereka adalah menghindar dari Adel.


__ADS_2