
Seorang pria sedang duduk di sebuah club malam di kelilingi banyak wanita cantik nan seksi yang berusaha mengambil hatinya, pria tersebut di juluki sebagai 'pria segudang uang' oleh semua orang yang mengenalnya.
"Tambah satu botol lagi." pintanya kepada bartender.
Bartender yang biasa melayaninya mengambil satu botol wine lalu menyerahkannya kepada pria tersebut, salah satu wanita seksi mengambil botol wine tersebut lalu menuangkannya ke dalam gelas kecil yang tersedia di atas meja.
"Minumlah tuan." ucap wanita seksi tersebut menyodorkan gelas yang sudah di tuangkannya.
Dalam satu tegukan minunam tersebut sudah habis tak tersisa, pria tersebut menyimpan kembali gelasnya ke atas meja.
"Tuan kau mau menghabiskan malam bersamaku?" tanya salah satu wanita paling seksi diantara tiga wanita lainnya.
Wanita yang bernama Eveline dengan beraninya menggerayangi tubuh si pria segudang uang tanpa menghiraukan tatapan tidak suka dari pria tersebut.
"Singkirkan tangan kotormu dariku!" sentaknya.
"Kenapa tuan? Bukankah kau menyukainya?" tanya Eveline dengan gaya centilnya.
__ADS_1
Salah seorang pria datang membungkukkan badannya kepada pria segudang uang.
"Tuan Edgar, nyonya meminta anda untuk segera pulang ke mansion." ucapnya.
"Leo, katakan padanya aku tidak mau pulang." ucap pria bernama Edgar tersebut.
Asistennya yang bernama Leo menghela nafasnya dengan kasar, dia sudah tau apa yang akan di katakan oleh tuannya pasalnya sudah sering kali ibu dari Edgar berusaha menjodohkan Edgar dengan gadis pilihannya.
"Tapi tuan nyonya mengancam jika kau tidak datang dia akan menjual semua mobil kesayanganmu." ucap Leo.
Edgar memasang wajah dinginnya, dia bangkit dari duduknya danmenyingkirkan tangan Eveline dari tubuhnya. Edgar geram dengan tingkah ibunya yang selalu menghalalkan segala cara agar dia mau menuruti kemauannya, Leo bergidik ngeri melihat wajah dingin Edgar.
Edgar melangkahkan kakinya keluar dari club malam diikuti oleh Leo di belakangnya, sampai di halaman club malam Leo membukakan pintu mobil untuk Edgar. Setelah Egar masuk Leo berjalan memutari mobil dan duduk di kursi kemudi, dia menyalakan mesinnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan club malam.
"Kau sudah menyelidiki keadaannya sekarang?" tanya Edgar.
"Menurut informasi yang aku dapatkan sekarang dia sudah bisa berjalan kembali." jawab Leo.
__ADS_1
"Terus awasi dia." titah Edgar.
"Siap tuan." ucap Leo.
Edgar menatap ke arah jalanan, dia mengingat masa-masa yang pernah dilaluinya. Sekarang Edgar di buat pusing oleh ibunya yang selalu berusaha mencarikan jodoh untuknya, seringkali Edgar bertengkar dengan ibunya namun Edgar tetap kukuh dengan pendiriannya menolak untuk di jodohkan karena ia tak bisa menghapus satu nama di hatinya wanita yang selama ini dicintainya.
Di negara A.
Adel menyuapi Indah dengan telaten, selama di rumah sakit Adel lah yang mengurus semua keperluan Indah mulai dari menyuapi, mengganti pakaian dan juga membantu Indah ketika ingin ke toilet.
"Sudah cukup, mommy sudah kenyang." ucap Indah.
"Sedikit lagi mom." ucap Adel.
"Tapi perut mommy udah penuh del." keluh Indah.
"Yaudah deh, Adel aja yang habisin." ucap Adel.
__ADS_1
Adel tak merasa jijik saat menghabiskan sisa makanan di piring Indah, karena sedari dulu orangtuanya mengajarkan Adel untuk tidak membuang makanan selagi makanan itu masih bisa di makan. Tiba-tiba Rasya datang dengan wajah yang masam, dia melipat kedua tangannya duduk di sebelah Albert yang sedang fokus dengan laptop di tangannya.