
Lima hari kemudian.
Kini Adel sudah di perbolehkan pulang, Albert membereskan pakaiannya dan juga Adel. Selesai merapikan pakaian Albert mengajak Adel untuk keluar, dia menggendong Adel sampai ke lantai bawah. Semua orang menatap ke arah Albert, siapa yang tidak tahu sosok Albert anak dari Wiguna pemilik perusahan terbesar di negaranya sedang menggendong seorang wanita, Adel risih di tatap oleh orang-orang yang berlalu lalang di rumah sakit.
"Ngapain sih harus di gendong segala malu tahu." protes Adel.
"Diam atau aku lemparkan kau ke bawah." Ancam Albert.
"Silahkan saja kalau kau berani." tantang Adel.
Albert diam saja tanpa menyahuti kembali ucapan Adel, ternyata dia salah mengancam singa yang punya seribu cara menyergap mangsanya. Albert tetap melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit menghampiri mobilnya yang sudah terparkir di depan, Satria membukakan pintu mobil untuk tuannya.
Albert dan Satria bertukar kode yang hanya mereka saja yang tahu, Satria memberikan anggukan kecil kepada Albert sedangkan Albert sendiri memejamkan matanya sebentar.
"Al bisakah kita mampir beli rujak, sudah lama aku gak makan rujak." ucap Adel.
"Tentu." ucap Albert.
Satria menyalakan mesinnya lalu melajukan kendaraannya meninggalkan rumah sakit, sesuai permintaan Adel Satria menghentikan mobilnya tepat di depan tukang rujak pinggir jalan.
"Satria kau turun." titah Albert.
"Baik Tuan muda." ucap Satria.
" Satria tolong rujaknya yang pedes ya, buahnya juga yang banyak." ucap Adel.
__ADS_1
"Jangan terlalu pedas nanti perutmu sakit." ucap Albert.
"issh.. Kau ini, mana enak makan rujak kalo gak pedes." protes Adel.
"Nurut atau tidak boleh beli sama sekali." tegas Albert.
"Yaudah pedesnya sedang saja." ucap Adel pasrah.
Adel mengerucutkan bibirnya, Albert kini mulai protektif padanya semenjak Adel sakit maka dari itu mau tak mau Adel mengikuti kemauan Albert.
'ya kali rujak gak pedes, bukan rujak namannya kalo gitu mah manisan ada-ada aja nih manusia satu, jadinya gak mau makan rujak sekarang mah mau ngerujak orang aja.' Batin Adel.
"Baik nona, emm rujaknya beli berapa?" tanya Satria.
Mendengar kata suami Albert mengangkat sudut bibirnya, mau beli makanan ataupun membuat makanan Adel tak pernah lupa pada suaminya mau dimakan ataupun tidak Adel pasti memberi bagian untuk Albert. Adel tipikal orang yang tak mau makan sendiri, dari zaman sekolah jika dia makan sendiri sedangkan temannya tidak lebih baik dia tidak jadi makan.
Satria memborong semua rujak sampai habis tak tersisa, Adel sudah tidak sabar ingin mencicipi rujak yang sudah melambai-lambai minta di makan.
Sampai di mansion Adel di buat heran melihat suasana sepi tak seperti biasanya, Albert tiba-tiba menutup mata Adel menggunakan kain.
" Kenapa kau menutup mataku Al?" tanya Adel.
"Ikuti arahanku." ucap Albert.
Albert menutun Adel masuk ke dalam Mansion, dia membawa istrinya menuju ruang tengah yang gelap gulita.
__ADS_1
"Dalam hitungan ketiga aku akan membuka penutup mata ini." ucap Albert.
Satu
Dua
Tiga.
Albert membuka penutup mata Adel, suasana yang gelap gulita membuat Adel semakin keheranan.
"Al kok masih gelap sih padahal kan udah di buka, jangan-jangan udah kiamat ini atau aku di culik? Al kamu dimana?" ucap Adel.
Triiiingg..
"SURPRISE"
Cuuiiiit.. Duwaaarrr..
"Ya Allah."ucap Adel menutup mulutnya.
*******
Hayooo.. Tebak ada apa nih 🤔 readers ada yang tau enggak Adel di kasih kejutan apa?
Jangan lupa vote, like, komen dan Subcribe ya 🥰 dukungan kalian sumber energi buat Author agar lebih semangat lagi nulisnya 🤩🥰
__ADS_1