Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Berita penangkapan Lucas


__ADS_3

Yusuf dan Fatimah sudah kembali dari mushola rumah sakit, alangkah senangnya mereka melihat Adel sudah sadar. Fatimah langsung memeluk putri semata wayangnya, Yusuf mengusap kepala Adel dengan penuh kasih sayang.


"Ibu jangan kenceng-kenceng meluknya tangan Adel masih sakit." omel Adel.


Fatimah melepaskan perlukannya, dia memeriksa tangan Adel takutnya ada yang terluka.


"Aduh.. Aduh maaf del ibu lupa." ucap Fatimah merasa bersalah.


"Lagian ibu ini main grepek aja, masih ngilu ini." ucap Adel.


"iya kan ibu udah minta maaf." ucap Fatimah.


"Nak Al, sekarang gantian ayah yang jagain Adel kamu sholatlah dulu sekalian bareng Satria." ucap Yusuf.


"Iya yah, kalau gitu titip Adel sebentar." ucap Albert.


Yusuf menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Satria dan Albert keluar dari ruangan Adel keduanya berjalan kearah mushola rumah sakit.

__ADS_1


di kediaman Lucas.


Sonia dan ibunya di usir dari rumahnya, para petugas kepolisian menyita semua barang berharga dan juga membekukan semua kartu di mulai dari kartu Atm dan juga kartu kredit.


"Kenapa kalian menyita semua barang-barangku?!" teriak Sonia.


"Kami mendapat laporan dari tuan Albert bahwa tuan Lucas korupsi dan juga melakukan tindak kejahatan pembunuhan berencana." ucap petugas polisi.


Tiba-tiba lutut Ibu Sonia menjadi lemas, tubuhnya ambruk mendengar penuturan petugas kepolisian. Belum sampai disitu, seseorang menelpon kepada ibu sonia memberitahukan bahwa perusahaan kini sudah berpindah tangan sebelum laku terjual.


"Mah ada apa?" tanya Sonia.


"Apa maksud Mamah? Aku tidak mau hidup miskin." sewot Sonia.


"Perusahaan papah kini sudah diambil alih oleh orang lain, kita harus bagaimana huhu..." ucap ibu Sonia sambil menangis.


brukk..

__ADS_1


"Ambil koper itu lalu pergi dari rumah ini." ucap petugas kepolisian.


Sonia mengepalkan tangannya, dia juga bingung harus bagaimana lagi. Ibu Sonia terus menangis membuat Sonia semakin frustasi, dia berpikir mencari jalan keluar agar bisa bertahan hidup sedari kecil Sonia tak pernah merasakan hidup susah untuk itu dia harus mendapatkan uang yang banyak dalam waktu dekat.


"Arrgghh.. awas kau Albert aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku, kau sudah membuat keluargaku hancur dan juga kekayanku lenyap akan ku pastikan kau menderita." geram Sonia.


Sonia membuka dompetnya, hanya tinggal sisa beberapa lembar uang lagi di dalamnya. Dia memutuskan untuk memesan taksi bersama ibunya, di dalam benak Sonia hanya ada satu nama untuk itu dia akan pergi menemui orang tersebut.


Berita penangkapan Lucas sudah menyebar di media sosial, dan kabar tersebut sampai kepada Rasya dan juga Indah.


"Mommy Lucas sudah di tangkap." ucap Rasya.


"Syukurlah, Mommy yakin Al akan segera mengungkap semua kebusukan orang-orang yang memiliki niat buruk padanya dan juga keluarga kita." ucap Indah lemah.


"Maka dari itu kita harus terus mendoakan kakak, Mommy harua tetap semangat untuk sembuh agar kita bisa berkumpul bersama lagi." ucap Rasya.


Indah hanya mengangguk lemah, sampai saat ini kesehatan Indah masih harus terus terpantau oleh tim medis di luar negeri. Rasya sebagai anak yang mendampingi ibunda tercinta tak pernah sekalipun meninggalkan ibunya sendirian, dia selalu siap siaga memenuhi kebutuhan Indah.

__ADS_1


Rasya dan juga Adel selalu bertukar kabar, mereka saling mengabari satu sama lain. Rasya mengabari bagaimana kondisi Indah sedangkan Adel bertugas untuk mengabari kondisi orang rumah. Sampai detik ini Albert dan Cindy belum mengetahui bagaimana kedaan Indah, namun sejauh ini Adel belum berani memberitahukan kepada Albert kondisi Indah yang sebenarnya karena dia harus memastikan kondisi Albert benar-benar pulih sepenuhnya.


__ADS_2