Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Menjaga Privasi


__ADS_3

Setelah memastikan tidak ada orang lain yang berada di ruangan tersebut Albert menutup pintunya, dokter Friska mengarahkan Adel untuk menyusui anaknya yang pertama.


"Hihi, geli dok." ucap Adel terkekeh.


"Pertama memang seperti itu, nanti juga terbiasa." ucap dokter Friska.


Sseepp..


"Wwoooahhh." Adel menahan nyeri yang luar biasa.


"Kamu kenapa dinda?" tanya Albert khawatir.


"Kuat banget dia mas minum asi nya, sampe kaget aku loh." ucap Adel sambil meringis.


Anak bayi perempuan Adel meminum sumber makanannya dengan begitu rakusnya, beruntungnya Adel sudah berkonsultasi terlbeih dahulu dengan dokter kandungan mengenai Asi, jadi sekarang anak-anaknya bisa langsung meminumnya karena memang air s*s* Adel sudah melimpah. Hampir satu jam lamanya bayi pertama menempel, Adel menyerahkan bayinya pada dokter Friska, Albert meminta anaknya pada dokter Friska karena ia ingin menggendongnya.


"Satu bayi lagi nyonya." ucap dokter Friska menyerahkan bayi laki-laki pada Adel.

__ADS_1


Adel kembali memberikan Asi untuk anaknya yang kedua, Albert terus menoel-noel pipi chubby puterinya yang sedang tertidur sampai pipinya memerah.


"Aduuh, gemes banget sih anak daddy." ucap Albert.


"Kok daddy sih kakanda? Aku maunya mama papa aja." protes Adel.


"Oke sayang, ralat ya princess manggilnya papa bukan daddy." ucap Albert.


"Kamu udah siapin nama belum buat anak kita?" tanya Adel.


"Udah dong dinda, tapi nanti kalau yang lainnya udah ngumpul." jawab Albert.


"Mana cucu ayah nak?" tanya Yusuf.


"Baru dikasih Asi yah, jadi mereka tidur." jawab Adel.


".Sekarang kalian udah kumpul semuanya, aku ingin memberitahukan sesuatu pada kalian semua," ucap Albert.

__ADS_1


Orang-orang langsung terdiam mendengar ucapan Albert, mereka berubah menjadi lebih serius karena melihat wajah Albert yang berubah datar.


"Katakan nak? Jangan buat kami tegang kayak gini." ucap Indah.


"Aku ingin meminta kalian merahasiakan wajah kedua anakku, jangan ada yang memposting di media sosial karena aku ingin menjaga privasi keluarga kecilku. Suatu saat aku ingin anak-anakku mendapatkan pasangan yang tulus setelah beranjak dewasa nanti, selain itu aku juga ingin mereka aman tanpa ada gangguan dari rival bisnisku, selama ini banyak sekali orang-orang yang berebut kekuasaan dan tamak akan harta yang belum tentu itu hak mereka, tetapi dengan ambisi manusia bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai semua keinginannya. Aku kehilangan salah satu orang tuaku, untuk itu aku pun tidak ingin kehilangan anggota keluargaku yang lain." jelas Albert.


"Mommy setuju." ucap Indah.


"Aku akan membantumu kak, suatu saat aku juga tidak akan menampakkan wajah pasanganku dan juga anak-ankku suatu saat nanti." ucap Rasya.


"Jangan lupakan watawan Al, mereka pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkan informasi mengenai anak-anakmu dan juga istrimu." ucap Edgar.


"Aku yang akan mengamankan wartawan agar tidak ada satu orang pun yang berani meliputnya." ucap Satria.


"Pihak rumah sakit pun harus tutup mulut kalau begitu Al." saran Rio.


"Lebih baik kita bicarakan hal ini begitu sampai di mansion, jika memang itu keinginan tuan muda maka banyak yang harus terlibat bukan hanya di luar tapi didalam juga harus diamankan, jangan sampai apa yang pernah tuan muda alami seperti sisil yang berkhianat mencelakai tuan muda terulang lagi." saran pak Ahmad.

__ADS_1


"Paman benar, aku akan mengurus semuanya dari nol." ucap Albert menyetujui saran pak Ahmad.


__ADS_2