Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
teka teki kebenaran


__ADS_3

Clarissa mencari suaminya di kamar namun ia tak menemukannya, seingatnya suaminya masih di dalam rumah, akhirnya ia mencari di setiap sudut rumah namun nihil Clarissa tetap tidak menemukan dimana Rio berada.


"Kemana dia? Awas saja kalau dia mencari Nadia maka aku akan menghalangi segala usahamu mas Rio." gumam Clarissa.


Clarissa menyambar kunci mobil miliknya, ia juga mengambil tas kesayangannya pergi keluar rumah menaiki mobil menuju ke suatu tempat.


Edgar mendapat laporan dari orang rumah kalau Clarissa pergi keluar, ia lantas mengutus orang kepercayaanya untuk mengikuti Clarissa.


"Leo." panggil Edgar.


Ruangan Leo dan Edgar bersebelahan agar memudahkan keduanya untuk bertemu jika Edgar membutuhkan sesuatu, mendengar namanya dipanggil Leo langsung masuk ke ruangan Edgar.


"Leo apa ada informasi terbaru tentang adikku?" tanya Edgar.


"Saya mendapat informasi kalau ibu kandung tuan bernama Nadia, dulu dia pernah tinggal di suatu rumah yang letaknya agak jauh dari sini." ucap Leo.


"Antar aku kesana." titah Edgar.


"Baik tuan." ucap Leo.


Sekertaris Edgar mengetuk pintu, setelah mendapat izin masuk ia membuka pintu dan menyerahkan sebuah kartu undangan kepada Edgar.

__ADS_1


"Tuan maaf mengganggu waktunya, tadi asisten tuan Richard datang memberikan undangan anniversary pernikahannya sekaligus ulang tahun perusahaannya." ucap sang sekertaris.


"Kapan?" tanya Edgar dingin.


"Lusa tuan." jawab sekertaris.


"Kau dan Leo atur semua jadwalku untuk lusa, aku akan datang ke acara tuan Richard lusa nanti." perintah Edgar.


"Baik tuan." jawab keduanya kompak.


Sekertaris keluar dari ruangan Edgar bersama Leo, Edgar menghentikan pekerjaannya ia melonggarkan dasinya.


"Sampai kapan semua kebenaran ini akan terungkap? Kenapa Daddy tak jujur padaku sejak dulu?" gumam Edgar sambari memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.


Rio mengendarai mobil sendirian, dia mencari sosok Nadia kesana kemari namun sudah bertahun-tahun ia mencari tetap tidak menemukan titik terang dimana Nadia dan salah satu anaknya berada.


Rio memutuskan untuk pulang kerumahnya, masih sama dengan tahun sebelum-selumnya dia pulang dengan tangan kosong. Saat itu Edgar baru saja sampai di rumahnya bertepatan dengan kedatangan Rio, dia heran melihat ayahnya yang lesu tak seperti biasanya, akhirnya Edgar memutuskan untuk bertanya pada Rio.


"Daddy, apakah daddy baik-baik saja?" tanya Edgar.


"Hei boy, kau sudah sampai ternyata, daddy baik-baik saja hanya sedikit pusing." ucap Rio tersenyum ke arah Edgar.

__ADS_1


Edgar memicingkan matanya, dia bisa merasakan kalau sang ayah sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Kau tahu daddy kalau aku paling tidak suka kepada orang yang berbohong?" ucap Edgar melontarkan pertanyaan dengan nada menyidir.


"Ikut daddy ke ruang kerja." ajak Rio.


Edgar menuruti ucapan Rio, dia mengekor di belakang ayahnya berjalan menuju ruang kerja. sampai di ruang kerja Rio mengunci pintu kemudian membuka laptopnya, ia memasang cctv tersembunyi tepat di atas pintu untuk mengantisipasi agar tidak ada orang lain yang menguping pembicaraannya. Rio membawa laptopnya dan dia mendorong tembok yang menjadi tempat rahasianya selama ini, Edgar terkejut melihat pintu rahasia yang di dalamnya ada ruangan gelap gulita, ia ikut masuk bersama ayahnya.


"Kau pantau dulu cctv, takutnya Clarissa menguping pembicaraan kita, daddy akan menujukkan sesuatu padamu." ucap Rio.


"hemm." jawab Edgar singkat.


Rio mengambil sebuah bingkai foto yang dia ambil saat Nadia menggendong kedua putra kembarnya, Edgar mengernyitkan dahinya saat Rio menyodorkan bingkai foto kepadanya.


"Apa ini dad?" tanya Edgar.


"Lihatlah, disana ada dua bayi laki-laki di pangkuan wanita cantik tersenyum bahagia." ucap Rio.


"Tapi siapa dia? Aku belum pernah melihatnya?" tanya Edgar.


"Dia adalah wanita pertama yang kau lihat saat kau lahir kedunia, dia adalah wanita yang mempertaruhkan nyawanya untuk kedua anak kembar di tangannya, dulu ia mendedikasikan hidupnya untuk menyusui kedua anaknya agar mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, dia adalah ibumu dan saudara kembarmu Edelio." jelas Rio.

__ADS_1


Deg!!


__ADS_2