
"Adikmu?" beo Indah.
Indah membulatkan matanya mendengar kata adik yang keluar dari mulut Edgar, selaka ini ia berusaha mencari saudara dari Satria namun tak juga mendapatkannya.
"Menurut penyelidikan yang kami lakukan selama ini bahwa tuan Satria adalah adik dari tuan Edgar, ayah dari Edgar bernama tuan Rio telah memberitahu kebenaran yang sesungguhnya sejak saat itu pulq tuan Edgar meminta saya mencari tahu siapa adik kandungnya." jelas Leo.
"Rio? Jadi benar kau adalah anak Rio dan Nadia?" tanya Indah beruntun.
"Benar, belum lama ini aku mengetahui sebuah kebenaran dari daddy." jawab Edgar.
"Nadia pasti bahagia kalau ia tahu kalian sudah mengetahui kebenarannya, sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya dia ingin kalian bersatu hanya itu saja keinginannya." ucap Indah dengan berkaca-kaca.
"Aku meminta sampel rambut Satria tanpa sepengetahuannya, aku harus mengumpulkan semua bukti yang aku perlukan untuk memperkuat fakta yang sesungguhnya. Kakekku bukanlah orang sembarangan dan ibu tiriku juga pastinya tidak akan tinggal diam." ucap Edgar.
"Kau tahu siapa yang membunuh ibumu?" tanya Indah.
__ADS_1
"Pembunuhnya sedang berkeliaran dirumahku, dia hidup dengan damai dan menikmati semua fasilitas daddy ku." ucap Edgar dengan dingin.
Edgar mengepalkan tangannya sampai uratnya pun terlihat, dia tidak boleh gegabah masalah yang saat ini dihadapinya sangatlah sensitif. Edgar butuh koneksi yang cukup banyak dan cukup kuat untuk menghadapi kakeknya, mungkin disini dia juga membutuhkan bantuan dari Albert.
"Aku tau apa yang kau pikirkan." ucap Albert menebak apa yang ada di pikiran Edgar.
"Aku akan membantumu sebelum kau mengatakannya, ada koneksi tambahan dari istriku dia kenal dengan ketua mafia untuk lebih jelasnya nanti kita diskusikan lagi. Ada satu pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu?" ucap Albert.
"Katakan." ucap Edgar.
"Wanita iblis yang membuat kau kehilangan ayahmu." jawab Edgar dengan santainya.
Deg!!
Indah, Albert maupun pak Ahmad begitu terkejut mendengarnya, mereka membulatkan matanya tak menyangka ternyata dalang dari balik kecelakaan yang merenggut nyawa Wiguna adalah Clarissa.
__ADS_1
"Darimana kau tahu?" tanya Albert.
"Leo jelaskan pada mereka." titah Edgar.
"Clarissa mempunyai adik perempuan bernama Clara, dia begitu tergila-gila kepada tuan Wiguna segala cara dia lakukan demi mendapatkannya. Clarissa sangat menyayangi adiknya untuk itu ia ikut serta membantu Clara mencapai keinginannya, tetapi tanpa kalian ketahui tuan Wiguna berhasil menggagalkan semua rencana Clarissa dan dia menolak dengan keras cinta Clara sampai akhirnya Clara memutuskan untuk bunuh diri. Dia membalaskan dendamnya karena kematian adiknya, padahal kebenaran yang sebenarnya adalah adiknya bunuh diri karena dia hamil anak dari pria lain yang menggaulinya saat dia mabuk berat." jelas Leo.
Albert merangkul bahu Indah, kenyataan ini cukup membuat dada Indah sesak. Edgar mengerti bagaimana perasaan Indah saat ini, walau bagaimanapun kebenaran yang dia ketahui harus ia sampaikan meskipun rasanya sangat sakit.
"Aku juga menduga kematian ibuku ada kaitannya dengan wanita iblis itu." ucao Edgar.
"Lalu apa rencanamu saat ini?" tanya Albert.
"Saat ini aku harus mendapatkan tanda tangan tua bangka itu agar posisiku lebih kuat, untuk selebihnya aku akan menyelidikinya lebih lanjut bersama Leo." ucap Edgar.
"Kau kabari aku jika kau membutuhkan sesuatu." ucap Albert.
__ADS_1
"Setelah tes DNA keluar aku akan mengabarimu, banyak sekali yang harus aku selesaikan disini sebelum tua bangka dan wanita iblis itu menyadari semua tindakanku aku harus lebih dulu menyelesaikan urusanku dengan Satria." jelas Edgar.