Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Keppooo


__ADS_3

Adel memilah dan memilih bahan yang dibutuhkam, Albert setia mendorong troli di belakang Adel.


"Sudah selesai." ucap Adel.


"Ayo kita ke kasir." ajak Albert.


Adel dan Albert mendorong troli bersamaan, keduanya berjalan ke arah kasir, setelah membayar barang belanjaan keduanya keluar daei supermarket menuju mobil yang terparkir di depan dimana Satria dan Rasya sudah menunggu keduanya datang.


"Lain kali kita bawa mobil masing-masing aja, bosen harus nungguin kalian mulu." protes Rasya.


"Yeee.. anggap aja latihan biar nanti udah nikah kamu udah ngerti adik ipar." ucap Adel.


Albert memasukkan barang belanjaannya kedalam bagasi di bantu oleh Satria, sedangkan Rasya dan Adel menunggu disamping mobil.


"Ayo pulang." ajak Albert.


Adel masuk terlebih dahulu kemudian Albert setelahnya, Rasya dan Satria pun ikut masuk ke dalam mobil.


Tak butuh waktu lama mobil yang di tumpangi oleh Albert dan yang lainnya sudah sampai di mansion, Adel turun terlebih dahulu sedangkan Albert mengambil barang belanjaan. Cindy menyambut kedatangan kakaknya terutama Satria, dia langsung saja menghampiri Satria yang baru saja masuk melangkahkan kakinya ke dalam mansion.

__ADS_1


"Ayang..sstt..sstt." panggil Cindy.


Satria mengalihkan pandangannya, dia mencari sumber suara yang dikenalinya. Cindy memanggilnya dengan suara berbisik-bisik jadi dia ragu kalau pemilik hatinya memanggil namanya, Satria mendapati Cindy yang bersembunyi di balik tiang yang besar, dia segera menghampirinya.


"Kenapa bersembunyi disini?" tanya Satria.


"Nanti dimarahin kakak, habisnya kangen sih." rengek Cindy.


"Lebih baik sekarang kau tidur, sudah larut malam tidak baik anak gadis begadang nanti banyak jerawatnya loh." ucap Satria.


"Ihh dasar gak peka, emangnya kamu gak kangen apa? Padahal kita udah lama gak ketemu." ucap Cindy cemberut.


"Ya kangen, bukannya aku sudah berjanji padamu akan menghabiskan satu hari penuh bersamamu ketika kau pulang dari negara A?" tanya Satria.


Satria menganggukkan kepalanya, Cindy meloncat-loncat seperti anak kecil saking bahagianya, dia kira Satria tidak serius dengan ucapannya ternyata memang Satria menepati janjinya. Cindy memeluk tubuh Satria kemudian mengecup pipinya, tubuh Satria langsung menegang di tempatnya mendapat kecupan dari Cindy.


'Apa ini mimpi? Cindy menciumku? Ahh Ya Allah mau lagi' batin Satria.


Cindy langsung pergi meninggalkan Satria yang masih mematung di tempatnya, dia berlari masuk kedalam kamarnya dengan hati yang berbunga-bunga.

__ADS_1


Duaarrr.


Rasya mengejutkan Satria sampai tersadar dari lamunannya, sang pelaku tertawa puas melihat ekspresi Satria yang menurutnya sangatlah konyol.


"Hahaha.. Mukanya kocak kalo kaget." ucap Rasya sambil tertawa.


"Ngapain sih gaada kerjaan banget deh." gerutu Satria.


"Habisnya loe ngapain sih bengong aja disitu?" tanya Rasya.


"Keppooo." ucap Satria sambil berlalu meninggalkan Rasya.


Albert dan Adel sibuk di dapur memasak seblak, melihat Satria hendak pergi Albert langsung mencegahnya.


"Satria kau mau pulang?" tanya Albert.


"Iya tuan, memangnya kenapa? Apa tuan memerlukan sesuatu?" tanya Satria beruntun.


"Aku ingin besok kau bawa semua bukti yang sudah kau kumpulkan saat aku kecelakaan beberapa bulan yang lalu, bukannya kau ingin cuti besok? Maka dari itu aku ingin kau mengantarkan semua bukti sebelum kau menikmati masa liburmu." ucap Albert.

__ADS_1


"Baik tuan." ucap Satria.


Selesai berbicara dengan Albert Satria langsung pulang, Adel menyajikan seblak buatannya ke dalam mangkuk yang lumayan besar, berhubung yang lainnya sudah tidur akhirnya Adel hanya menikmati seblak buatannya berdua saja dengan sang suami.


__ADS_2