
4 bulan kemudian.
Hari ini adalah hari bahagia bagi Cindy, setelah beberapa bulan menikah akhirnya ia bisa menyelesaikan kuliahnya. Cindy sudah dihias sedemikian rupa di dampingi oleh suami tercinta, keluarga besar beserta temannya pun ikut menghadiri acara wisudanya. Nama Cindy dipanggil untuk maju kedepan, para keluarga bertepuk tangan bangga kepada Cindy terutama Adelia yang paling heboh diantara yang lainnya, dia bersorak sambil bersiul sampai semua orang menatap kearahnya.
"Huhuuuyyy.. CHAYYO BESTIE.. WIUWIIITT." teriak Adel.
"Sayang please, kalau mau petakilan liat tempat dulu." tegur Albert.
"Emangnya kenapa? Perasaan gak ada yang ngelarang juga." heran Adel.
"Dinda, ini acara penting dan bersejarang bagi para mahasiswa yang sedang wisuda. Lihat tuh, semua orang ngelihat kearah kita." ucap Albert.
"Ups, sorry. Habisnya aku excited banget kakakanda, hihihi." ucap Adel cengengesan.
Acara demi acara pun berlangsung, kini Cindy bergabung dengan keluarga besarnya dan juga temannya yang memberikan ucapann selamat padanya.
"Untuk semuanya, sepulang dari acara aku dan suamiku akan mengajak kalian ke peresmian restoran kita berdua dan juga makan-makan disana." ucap Cindy.
__ADS_1
"Widiihh, makan gratis kita Lun." ucap Farid antusias.
"Makasih ya Cin, sering-sering lah ngajak kita makan gratis. Semoga usaha loe lancar, cepet di kasih momongan juga." ucap Luna.
"Thanks bestie, kalau momongan kita emang sengaja nunda dulu soalnya suami gue pengen gue fokus beresin kuliah dulu baru program hamil." ucap Cindy.
"Baguslah kalau begitu, sekarang kan kuliahnya udah beres tinggal nambah cucu deh." ucap Indah.
"Manfaatkan ilmu yang kamu raih dengan benar, jangan di salah gunakan." pesan Albert.
"Makasih semuanya." ucap Cindy tersenyum.
Acaranya sudah selesai, Satria terus memeluk pinggang Cindy dengan posesif membuat dua biangkerok iri, di tambah lagi dua pasangan Albert dan Burhan yang saat ini istrinya sedang mengandung semakin panas lah hati keduanya.
Benerapa menit kemudian.
Cindy dan yang lainnya sudah sampai di restoran miliknya, Satria dan Cindy tidak mau bergantung pada orangtuanya masing-masing jadi mereka membuka usaha dari tabungan yang mereka miliki. Albert pernah menawarkan bantuan pada Satria maupun Cindy, namun keduanya menolak karena memang pada dasarnya mereka pure ingin memakai modal sendiri, Albert begitu bangga pada adik bungsunya yang kini berubah lebih mandiri.
__ADS_1
Para karyawan berjejer menyambut pemilik restoran, tepat di depan restoran sudah tersedia pita yang besar dan juga panjang. Satria dan Cindy menggunting pita bersamaan, riuh tepuk tangan terdengar daei orang-orang yang turut hadir dalam peresmian restoran.
Cindy membawa keluarga besar beserta para sahabatnya ke ruang VIP yang sudah ia sediakan, para pelayan menata makanan di atas meja ddengan berbagai mavam menu makanan.
"Kayaknya enak-enak nih." ucap Adel.
"Kamu tinggal pilih aja mau makan apa, nanti kakanda ambilin." ucap Albert.
Adel menunjuk makanan yang ia inginkan, Albert mengambilkan makanan yang diinginkan oleh istrinya dengan sabar karena Adel sedikit menguji kesabarannya. Saat orang-orang sedang sibuk makan tiba-tiba saja Adel langsung terdiam, dia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya namun ia bingung mendeskripsikannya.
'Kok perasaan basah deh nih baju, tapi gue gak ngerasa pipis atau gimana?' batin Adel.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Albert.
Semua orang menatap kearah Adel saat Albert melontarkan pertanyaan pada istrinya, Fatimah dan Yusuf pun langsung menghentikan aktifitas makannya.
"Kakanda, aku gak ngerasa pipis tapi kok dibawah basah ya?" tanya Adel bingung.
__ADS_1