Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Bonus


__ADS_3

Edgar mengacak-acak rambutnya frustasi, tiba-tiba Leo masuk ke dalam ruangan Edgar membawa sebuah foto.


"Tuan kenapa dengan penampilanmu? Sejak kapan kau jadi gembel?" tanya Leo dengan polosnya.


"Berani kau mengataiku gembel? Bosan hidup kau rupanya Leo!" geram Edgar.


'Astaga, keceplosan' batin Leo.


"Emm, maaf tuan aku tidak bermaksud hihi." ucap Leo nyengir.


"Apa yang kau bawa?" tanya Edgar.


"Oh ini, ini foto nyonya Clarissa menandatangani pemindahan kekuasaannya." ucap Leo menyerahkan sebuah foto lengkap dengan berkas ditangannya.


Edgar langsung berdiri mengambil hasil laporan daei asisten kepercayaannya, wajahnya langsung berbinar kala melihat Clarissa menandatangani surat pemindahan kuasanya menjadi atas nama dirinya.


"Kerja bagus, ini yang aku mau Leo." ucap Edgar senang.

__ADS_1


"Eekkheemm.. Bonus." ucap Leo memberi kode pada Edgar.


"Bonus 2x lipat." ucap Edgar.


Wajah Leo langsung berbinar mendengar bonusnya jadi dua kali lipat dari biasany, ia langsung membayangkan dirinya masuk ke dalam kolam tumpukan uang.


"Tapi karena tadi kau menyebutku gembel, bonus di potong 50 persen." tambah Edgar.


Rahang Leo langsung terbuka lebar, baru saja ia bahagia sampai membayangkan masuk ke dalam kolam uang seketika uang yang ia bayangkan menghilang begitu saja.


"Tuan kenapa kau pelit sekali, padahal tadi aku kan hanya bercanda, tolonglah jangan dipotong bonusnya." ucap Leo memelas.


"Apa syaratnya tuan?" tanya Leo.


"Syaratnya kau harus bisa mendapatakan tanda tangan si tua bangka itu, memindahkan semua hartanya atas namaku. Deal?" ucap Edgar.


Tubuh Leo langsung melemas, tanpa di iming-imingi bonus pun itu memang sudah jadi tugasnya sedari dulu bahkan sampai sekarang sangatlah susah menghadapi kakek dari Edgar itu.

__ADS_1


"Sama saja kau melemparkan ikan pada kucing yang lapar, aku harus seperti jerry dulu agar bisa mengelabui kakekmu tuan." keluh Leo.


"Aku tidak mau tau itu, kalau kau berhasil aku tambahkan lagi bonusnya dengan satu rumah mewah plus mobil sport keluaran terbaru." ucap Edgar terus mengiming-imingi Leo agar semakin tergiur dengan tawarannya.


"Deal!" ucap Leo tanpa basa-basi lagi.


"Giliran bonus banyak aja cepet." cibir Edgar.


Dengan raut wajah yang bahagia Leo keluar daei ruangan Edgar, dia langsung masuk keruangannya mengeluarkan sebuah berkas kemudian menghubungi anak buahnya. Sebenarnya Leo paling bisa diandalkan, dia sudah mengumpulkan sedikit demi sedikit data yang diminta oleh Edgar hanya tinggal menunggu waktunya saja.


"Punya bos emang kudu dipancing dulu, dia mah emang pelit giliran yang sulit keluar jurus bonus serba elit." gerutu Leo.


Sambil menggerutu Leo mengumpulkan semua pekerjaannya yang setiap harinya menumpuk, Edgar tidak pernah mendengarkan keluhannya yang meminta sekertaris agar bisa meringankan pekerjaannya.


Edgar melonggarkan dasinya, kini hanya tinggal satu langkah lagi dia bisa mengembalikan apa yang memang seharusnya menjadi hak keluarganya. Kini Edgar bukanlah Edgar yang patuh kepada perintah kakeknya, Edgar sekarang adalah Edgar yang baru dengan segala kemampuannya. Sejak kecil kakeknya dan Clarissa sering bekerjasama mengendalikan Edgar, mereka menuntut Edgar menjadi sempurna tetapi setelah kepemimpinan perusahaan dipimpin olehnya kini ia akan membalikkan keadaan.


"Tunggu tanggal mainnya." ucap Edgar menyeringai.

__ADS_1


Edgar mengirimkan pesan kepada Leo, dia meminta Leo membekukkan semua kartu kredit dan Atm yang digunakan oleh Clarissa.


"Penderitaan dimulai." ucap Edgar tersenyum lebar.


__ADS_2