Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Pertemuan Rio dan Satria


__ADS_3

"Tidak, ini tidak benar bukan Ed? Nadia ku masih hidup kan? Jawab Ed? JAWAB!" cecar Rio sambil mengguncangkan tubuh Edgar.


Edgar menggelengkan kepalanya, dia menundukkan kepalanya tidak tega melihat reaksi ayahnya.


"Benar, dia adalah Nadia yang kau cari selama ini." ucal Edgar.


Brukk.


Tubuh Rio langsung ambruk namun Edgar segera menahannya, semua ototnya terasa lemas ternyata selama ini orang yang selalu ia cari selama bertahun-tahun sudah lebih dulu menghadap sang pencipta.


"Nadia.. Kenapa kau meniggalkanku hikss..Maafkan aku yang tak becus mempertahankan keluarga kita, gara-gara kebodohanku semuanya berantakan, maafkan aku Nadia hikss..hikss.." ucap Rio menangis pilu di samping makam Nadia.


Edgar ikut merasakan apa yang Rio rasakan, hatinya ikut merasa perih namun dia berusaha terlihat tegar dihadapan ayahnya. Di dalam hatinya ia bersumpah akan membalaskan semua perbuatan kakeknya dan juga ibu tirinya, Edgar membiarkan Rio menumpahkan semua kesedihannya.


Tanpa mereka sadari Satria menyaksikan semuanya dari kejauhan, dia langsung berjalan dengan perlahan menghampiri Edgar dan juga Rio. Edgar merasakan ada seseorang yang berjalan kearahnya, dia mengalihkan pandangannya dan betapa terkejutnya Edgar melihat Satria berjalan dengan membawa seikat bunga ditangannya.


"Satria." gumam Edgar.


'Mungkin ini sudah saatnya mereka tahu yang sebenarnya' batin Edgar.


"Kenapa kalian ada dimakam ibuku?" tanya Satria.

__ADS_1


Mendengar suara Satria Rio langsung mengakihkan pandangannya, dia menatap wajah Satria dengan lekat. Rio berdiri kemudian mengusap wajah Satria, melihat Satria mengingatkannya kepada Nadia karena wajah Satria begitu miirip dengan mendiang istrinya.


"Wajahmu sangatlah mirip dengan istriku." ucap Rio.


"Istri? Siapa istrimu? Aku tidak mengenalnya." tanya Satria.


"Berhubung kalian sudah ada disini aku akan memberitahukan yang sebenarnya. Satria sebenarnya kita adalah saudara kembar dan pria yang ada dihadapanmu adalah ayah kandungmu." jelas Edgar.


Deg!!


"Edgar dia.." ucap Rio tak melanjutkan kata-katanya.


"Dia adalah Edelio yang kita cari selama ini, dia masih hidup." sambung Edgar.


"Maafkan ayahmu ini nak," ucap Rio disela tangisnya.


"Satria, aku tau kau masih belum percaya semua ini tapi aku akan membuktikan semuanya lewat tes DNA yang akan keluar sekitar satu minggu lagi." ucap Edgar.


'Jangan pernah membenci ayahmu' Satria mengingat pesan ibunya.


Dengan ragu Satria membalas pelukan Rio sehingga suasana harupun semakin terasa. Kini keinginan ibunya terwujud keluarga kecilnya sudah bisa berkumpul kembali meskipun Nadia sudah tak ada di dunia ini.

__ADS_1


"Kalian tidak mau meemelukku?" tanya Edgar.


"Kemarilah nak," ucap Rio.


Ketiganya berpelukan dengan begitu hangatnya, Rio tak habisnya meminta maaf kepada Satria. Puas berpelukan ketiganya mengusap sudut matanya masing-masing yang basah akibat sama-sama menangis.


"Kau ikutlah denganku." titah Edgar.


"Ikut kemana?" tanya Satria.


"Aku akan menunjukkan sesuatu padamu." ucap


Edgar.


"Baiklah." ucap Satria.


"Apa kakekmu sudah tahu mengenai keberadaan adikmu dan juga ibumu Ed?" tanya Rio.


"Mereka belum tahu, tapi sebelum mereka mengetahuinya kita harus membuat rencana untuk membalaskan semua perbuatan yang telah mereka lakukan pada keluarga kita." ucap Edgar.


"Edelio selama ini kau kemana saja, daddy mencarimu kemana-mana tapi tetap saja aku tidak menemukanmu." ucap Rio.

__ADS_1


"Jelas saja daddy gak bakal nemuin dia, orang identitasnya di sembunyikan dan asal daddy tahu dia dijaga oleh orang terkaya di negara ini." bukannya Satria yang menjawab malah Edgar yang lebih dulu menyelanya.


"Ed daddy bertanya pada adikmu, bukan padamu." ucap Rio..


__ADS_2