
Adel kembali mengejan mengikuti arahan dokter Friska, Albert terus menyeka air mata bahagia sekaligus syok menjadi satu, bagaimana tidak syok ia selalu mendampingi istrinya cek kandungan dan dokter yang memeriksa pun mengatakan kalau janinnya hanya ada satu.
Tak berselang lama suara tangisan bayi melengking begitu nyaringnya, berbeda dengan bayi pertama yang menangis hanya sebentar saja, anak kedua yang berjenis kelamin laki-laki tak hentinya menangis membuat kedua orangtuanya semakin terharu. Untuk pertama kalinya Albert sampai menangis tersedu, dia terus mengecup wajah Adel serta menggenggam tangannya dengan erat.
"Selamat tuan dan nyonya, bayinya sudah lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun. Bayi pertama berjenis kelamin perempuan dan bayi kedua berjenis kelamin laki-laki." ucap dokter Friska tersenyum.
"Terimakasih dokter." ucap Albert.
"Alhamdulillah, akhirnya aku dan kamu jadi orangtua mas." ucap Adel berlinang air mata.
"Kamu hebat sayang, cup." ucap Albert mengecup kembali kening Adel.
"Sementara kedua bayi di bersihkan terlebih dahulu, sekarang saya akan membersihkan ibunya, jadi tuan tolong keluar dulu ya." ucap dokter Friska.
"Baik dok." ucap Albert menganggukkan kepalanya.
Bayi laki-laki yang di pegang oleh dokter Friska pun diberikan kepada suster untuk di bersihkan, dokter Friska mangambil suntikan, jarum dan benang jahit khusus.
"Sayang aku keluar dulu memberi tahu yang lainnya." ucap Albert.
__ADS_1
"Iya mas." ucap Adel.
Diluar Indah dan Fatimah di susul oleh yang lainnya menunggu dengan gelisah, tak lupa mereka semua memanjatkan doa untuk keselamatan ibu dan juga bayinya. Setelah bayi pertama keluar dan terdengar suara tangisan semua orang menghela nafasnya lega seraya mengucap syukur, tak sampai disitu saat terdengar suara bayi kembali menangis lebih keras dari sebelumnya membuat semuanya membulatkan matanya syok.
"Bukannya bayinya satu ya?" heran Indah.
"Iya, Adel sama Al juga bilangnya satu tepi kok ada dua." tambah Fatimah.
"Mungkin bayinya nangis lagi mom, ibu." ucap Cindy.
Ceklek.
"Mom Al udah resmi jadi seorang ayah, sekarang Al tahu bagaimana perjuangan mommy melahirkan Al dulu setelah melihat secara langsung bagaimana Adel menahan sakit dan juga bertaruh nyawa didalam sana." ucap Albert sambil menangis.
"Beda sama Adel Al, Adel mah lahirannya normal sedangkan mommy mah Caesar hihi."ucap Indah cengengesan.
"Mau lahiran normal ataupun caesar dua-duanya sama, sama-sama bertaruh nyawa hanya beda caranya saja." ucap Fatimah.
"Oh iya, ada kabar gembira buat kalian." ucap Albert.
__ADS_1
"Apa tuh?" tanya Cindy penasaran.
"Adel melahirkan bayi kembar, satu perempuan dan satu laki-laki." ucap Albert tersenyum.
"YEAAYYYY." ucap semuanya bersorak secara bersamaan.
Albert menyimpan jari telunjuknya tepat di bibirnya, dia malu melihat keluarga besarnya yang terkesan sangat heboh setelah mendengar kabar gembira darinya.
"Ssstt, ini rumah sakit bukan di tempat konser."tegur Albert.
"Mommy seneng banget Al, jadi gak sabar pengen ketemu cucu mommy." ucap Indah antusias.
"Ibu juga mau gendong cucu ibu, aaahhhh mereka pasgi lucu sekali." ucap Fatimah gemas sendiri.
"Akhirnya ayah jadi kakek," ucap Yusuf terharu.
"Aku jadi aunty, dan kalian semua jadi uncle kecuali papa Rio sama pak Ahmad jadi opa." ucap Cindy.
"Nanti setelah selesai di bersihkan kita baru bisa masuk, Adel juga lagi di bersihin dulu kata dokternya." ucap Albert.
__ADS_1
Fatimah dan Indah berpelukan, akhirnya setelah penantian selama sembilan bulan lamanya terbalaskan dua kali lipat jadinya mereka tidak perlu berebutan menggendong cucu.