Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
cemburu


__ADS_3

di dalam mobil Albert diam saja, Adel sibuk memainkan hp nya yang menambah kekesalan Albert.


'daritadi dia main hp terus, apa dia bertukar pesan dengan pria lain?' batin Albert.


Cindy berbalik ke arah belakang, dia melihat kakaknya yang diam seperti patung sedangkan Adel senyum-senyum sendiri dengan hp nya. Kalau yang ada di belakangnya lagi jangan ditanya, Fatimah sedang sibuk mengeluarkan isi perutnya di bantu oleh Yusuf yang memijat tengkuknya.


'hadeuhh dasar para manusia sibuk, yang satu nyengir sendiri, satunya lagi diem-diem bae, eh yang belakang sibuk ngeluarin iai perutnya.' batin Cindy.


"woy del, lu lagi liatin apa kayaknya seneng bener?" tanya Cindy.


"apa sih kepo banget." jawab Adel.


?


"eh kampret gue nanya bener-bener, chattingan ama cowo lain lu ya?" tebak Cindy.


"sembarangan kalo ngomong, noh liat nih hp gue." ucap Adel memperlihatkan hp nya kepada Cindy.


Cindy mengambil hp Adel, dia menscroll gambar yang tertera di layar hp, Cindy menelan ludahnya tergiur dengan apa yang tengah dilihatnya.


"mau juga kan loe?" tanya Adel.


"widdihh del, cakep ini mah gue juga mau." ucap Cindy.


Cekiiitttt...

__ADS_1


Tiba-tiba Satria menginjak remnya mendengar kata cakep yang Cindy ucapkan, Albert memberikan tatapan tajam ke arah Satria.


Glukk.


"ma-af tuan a-da kucing di depan." ucap Satria beralasan.


'apa nona Cindy menyukai pria lain? Terus aku gimana? Apa aku sudah tak tampan lagi? Apa aku sudah tak menarik lagi? Oh Tuhan,' batin Satria.


"yaaakkk.. Satria dasar lu ya, liat noh ibu sampe kejedot." omel Adel.


"maaf nona, saya tidak sengaja." ucap Satria merasa bersalah.


"ih ngapain loe marahin yayang gue, lagian tadi juga yayang udah bilang kalo di depan ada kucing lewat" ucap Cindy tidak terima Satria di marahi.


"jalan" titah Albert.


Dengan tubuh yang masih tegang dan perasaan yang berkecamuk Satria melajukan kembali mobilnya, Adel memeriksa kondisi Al dan juga ibunya di belakang, saat Adel ingin membenarkan posisi duduk Albert tangannya di tepis oleh suaminya itu.


"kenapa sih? Orang mau benerin posisi duduk juga, kalo duduk nya gak bener nanti encok tuh pinggang." ucap Adel.


"tidak perlu." ucap Albert dingin.


"kenapa sih kakanda? Apa adinda melakukan kesalahan?" tanya Adel.


"hp mu lebih penting dariku." ucap Albert.

__ADS_1


Adel mengerutkan dahinya, dia mencerna kata-kata Albert dan seketika senyumnya mengembang sempurna. Adel mendekatkan wajahnya ke arah Albert, di tatap dari jarak dekat membuat jantung Albert dag dig dug tak karuan dia meniup wajah Adel sampai Adel memundurkan tubuhnya.


"awwhh.. Kenapa kau meniup wajahku?" keluh Adel memegang matanya.


"del kamu kenapa nak?" tanya Yusuf.


Alber khawatir dia memegang tangan Adel namun Adel tak mau membuka tangannya yang digunakan menutupi matanya, Cindy pun ikut khawatir.


"buka matamu apa aku menyakitimu?" tanya Al.


"hembusan dari mulutmu membuat mataku perih." ucap Adel.


"sini, biar ku lihat." ucap Albert.


Adel menurunkan tangannya, lalu ia membuka matanya yang nampak biasa-biasa saja.


"lihat mataku, gara-gara kau cemburu mataku jadi perih begini." ucap Adel.


"tampaknya biasa saja, gak merah matanya? Kau mengerjaiku?" ucap Albert.


"tentu saja, orang gengsi sepertimu itu harus di kerjain, kalau apa-apa itu tanya jangan langsung berasumsi sendiri, aku lihat hp itu buka statusnya bu Karmila yang posting seblak makanya aku senyum-senyum sendiri kalau udah berurusan sama seblak mah, bukan chattingan ama cowok lain." ucap Adel.


"siapa yang cemburu?" kilah Albert.


"alah ngaku aja." desak Adel.

__ADS_1


Albert memalingkan wajahnya malu, dia mengira kalau Adel berpaling namun nyatanya saingannya bukanlah pria namun seblak bu Karmila.


' baru kali ini saingan sama yang namanya seblak.' batin Albert.


__ADS_2