
Satu minggu kemudian.
Indah sibuk mempersiapkan acara pernikahan Cindy dan juga Satria yang akan dilaksanakan dua hari lagi, para pelayan mansion sudah mulai disibukkan dengan tugas yang diberikan oleh Indah.
Berbeda dengan Indah yang sibuk mempersiapkan acara lernimahan anaknya, Adel justru sedang uring-uringan di dalam kamarnya.
"Kakanda ayo dong ihh." ucap Adel kesal.
"Sayang, tolong mengertilah saat ini susah sekali mencari jambu air sama kedongdongnya aku sudah berkeliling ke semua pasar, toko bahkan supermarket pun sudah aku datangi." ucap Albert frustasi.
"Kalau begitu aku mogok makan!" protes Adel.
Albert menghela nafasnya kasar, dia menyugar rambutnya kebelakang karena pusing dengan kelakuan istrinya.
"Sayangkuh, cintaku jangan ngambek dong. Sekarang kamu mau apa, asal jangan yang susah ya apapun akan aku turutin demi istriku tersayang." bujuk Albert.
Adel terdiam ia memikirkan apa yang dia inginkan, tiba-tiba saja dia membayangkan seblak tapi yang dibuat oleh Rasya.
"Yaudah, aku ganti saja. Sekarang aku mau seblak Rasya yang masak tapi dia pakai wig perempuan warna biru." ucap Adel.
'Ya Allah, kenapa istriku semakin aneh saja kemauannya 🥺 daripada singa betina ngamuk, mending turutin aja deh.' batin Albert.
"Oke, aku mau temui Rasya dulu ya?" ucap Albert meminta izin pada istrinya.
Adel menganggukkan kepalanya dengan wajahnya yang sumringah, Albert langsung berjalan keluar menuju kamar Rasya.
__ADS_1
"Rasya." panggil Albert dari luar.
Ceklek.
"Ada apa kak?" tanya Rasya.
Albert tak menjawab pertanyaan Rasya dia langsung menarik tangan Rasya ke dapur, Rasya bingung kenapa kakaknya membawanya ke dapur. Albert berlari kearah kamar Cindy, dia menerobos masuk mencari wig sesuai yang Adel inginkan.
"Kak ngapain bawa wig aku?" tanya Cindy yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Pinjem sebentar." ucap Albert sambil berlari keluar kamar Cindy.
"Hiih, dasar aneh." cibir Cindy.
"Huh..Huh..Sya, ini pake wig nya." ucap Albert menyodorkan wig kearah Rasya.
"Udah aku duga, buat apaan sih kak? Gamau ah ngapain pakek wig segala malu tahu." tolak Rasya.
"Ini semua keinginan kakak iparmu, tolonglah aku sekali ini saja jangan sampai kakak iparmu ngamuk bisa gawat urusannya." ucap Albert.
"Astaga, kaka ipar gue emang mengerikan sekaligus menyebalkan 🤬." gerutu Rasya.
Rasya mengambil wig dari tangan Albert dengan kasar, wajahnya berubah masam bibirnya pun mengerucut saking kesalnya tapi tak bisa menolak jika urusannya menyangkut Adelia.
'S***t' umpat Rasya dalam hati.
__ADS_1
Albert mencari resep seblak dari internet, ia menyerahkan hp nya pada Rasya. Sebslum Rasya kembali protes Albert langsung lari meninggalkan dapur, dia pergi ke kamar menyusul istrinya.
"Sayang, ayo Rasya udah di dapur wig nya juga udah di pake." ucal Albert.
"Oke, gaskeun." ucap Adel bersemangat.
Adel langsung turun dari tempat tidurnya, dia berjalan tergesa sambil menarik tangan suaminya turun ke lantai bawah. Sampai dilantai bawah Adel langsung menuju ke dapur, dia tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Rasya.
"HAHAHHAHA." Adel tertawa lepas.
"Menyebalkan!" Kesal Rasya.
"Sayang, ini Rasya harus ngapain aja? Soalnya aku gak tahu." ucap Albert.
Adel mengelap sudut matanya yang mengeluarkan air mata, dia memerintahkan Rasya mengulek semua bumbu seblak yang akan dimasak. Rasya sampai banjir keringat karena gerah, ingin sekali Rasya mengulek wajah Adel namun keberaniannya lebih kecil daripada rasa takutnya.
"Was kalo gak enak!" ancam Adel.
Glukk..
Rasya menelan ludahnya dengan kasar, dia melihat internet dengan seksama karena takut rasa dari seblak buatannya aneh di lidah Adel.
Hueekk..Huekk..
Tiba-tiba saja perut Adel terasa bergejolak saat mencium bau tak sedap yang mengusik hidungnya, dia langsung pergi ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya. Albert mengikuti Adel dari belakang, dia memijat tengkuk Adel meskipun ia sendiri ikut mual tetapi Albert menahannya.
__ADS_1