
Albert menatap Rasya sekilas kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya, Adel dan Indah menatap Rasya dengan tanda tanya di kepalanya. Adel menyimpan piring kotornya ke dapur lalu mencucinya, Adel berjalan menghampiri suaminya kemudian ia duduk di samping Albert.
"Kakanda tu anak kenapa?" tanya Adel berbisik kepada Albert.
"Tidak tau." jawab Albert singkat.
Cup.
Albert mengecup sekilas b**** Adel, Rasya yang duduk di samping Albert langsung mendelikkan matanya kemudian ia menggeserkan tubuhnya agak jauh dari kakaknya Albert, posisinya Albert duduk di tengah-tengah Adel dan Rasya bagaimana tidak tambah bete dia melihat adegan yang harus di sensor dari indera penglihatannya. Adel menyembunyikan wajahnya yang memerah tanpa memperdulikan bagaimana reaksi Rasya, Albert menyunggingkan senyumnya saat mendapati istrinya yang masih malu-malu saat ia memberikan sebuah c*****.
"Main nyosor aja kayak soang." ucap Adel.
"Gapapa, toh halal ini." ucap Albert.
"Iya cuman kasihan tuh yang di samping, tadinya mukanya udah bete eh sekarang tambah bete aja." ucap Adel.
"Diam!" ketus Rasya.
"Emangnya kenapa sih adik ipar, kok daritadi mukanya kusut mulu deh? Sini cerita sama kakak iparmu yang paling cantik ini." ucap Adel.
Rasya menghela nafasnya kasar, dia bergidik saat mengingat kejadian sebelum dia kembalu ke rumah sakit.
"Bete banget tadi ketemu cewek jadi-jadian"
"Jadi-jadian gimana? emangnya kamu tadi liat hantu di luar?" tanya Adel.
"Ini mah lebih dari hantu." ucap Rasya.
"Maksudnya gimana sih gak ngerti?" tanya Adel.
__ADS_1
Flashback
Rasya izin kepada ibunya untuk makan di luar, Indah tentu saja mengizinkan Rasya pergi. Albert dan Adel keduanya diajak oleh Rasya namun Adel menolak karena tidak ada yang menjaga Indah nantinya, Albert pun tidak ikut jika Adel tidak ikut meskipun Adel menyuruh Albert ikut bersama Rasya namun Albert tetap tidak ingin pergi tanpa Adel disisinya.
"Dasar bucin." cibir Rasya.
"Bodo amat." sahut Albert.
Pada Akhirnya Rasya pergi sendiri, dia mencari restoran yang letaknya tak jauh dari rumah sakit. Rasya berjalan kaki sembari menikmati keindahan di negara A, sampai di restoran ia duduk dan memesan beberapa menu kepada pelayan.
Sambil menunggu makanannya datang Rasya memainkan ponselnya, dia melihat beberapa laporan yang masuk ke dalam hp nya. Tak berselang lama pelayan datang membawa makanan dan minuman kearah meja Rasya.
"Ini pesanannya tuan." ucap pelayan restoran meletakkan minuman dan makanan yang di pesan Rasya diatas meja.
"Terima kasih." ucap Rasya.
"Rasya, ternyata kau disini rupanya." Ucap seorang wanita.
'Alamak kenapa cabe-cabean ada disini' batin Rasya.
Rasya menelan makanannya dengan susah payah melihat wanita di hadapannya, dia mengambil air minum dengan perasaanya yang campur aduk.
"I-iya" ucap Rasya terbata.
Selera makan Rasya langsung hilang seketika, wanita yang di sebut cabe-cabean oleh Rasya duduk di sampinya memeluk tubuh Rasya dan cipika-cipiki meskipun Rasya berusaha menolaknya.
"Kau kemana saja? Aku selalu mencarimu Rasyaku sayang." ucap wanita tersebut.
"Rena menyingkirlah!" sentak Rasya.
__ADS_1
"Kenapa sayangku? Aku rindu padamu, sudah lama kita tak bertemu." ucap wanita yang bernama Rena memeluk Rasya dengan erat.
"Lepaskan aku!" ucap Rasya berontak.
Rasya terus berontak sampai Rena terjatuh, salah seorang pengunjung datang membantu Rena untuk bangun.
"kau tidak apa-apa?"tanya pengunjung dalam bahasa inggris.
"Yes, thank you." ucap Rena.
"Hei kau, pria macam apa kau beraninya sama perempuan!" ucap pengunjung memarahi Rasya.
Rena pura-pura sedih di hadapan para penjung yang datang menghampirinya, dia mengeluarkan airmata buaya demi menarik perhatian orang-orang di sekitar. Rasya mengibaskan tangannya saat pengunjung memarahinya.
"Bukan..bukan begitu, aku tidak berniat melukainya tadi dia terjatuh juga bukan disengaja." ucap Rasya.
Beberapa pengunjung perempuan ikut memarahi Rasya sampai manager restoran datang, Rasya menjelaskan keadaan yang sebenarnya kepada manager restoran beruntung manager mempercayai ucapannya. Rasya sudah badmood dia langsung membayar makanan yang sudah di pesannya, kemudian ia langsung pergi meninggalkan restoran dengan perut yang masih lapar.
Flashback off
"Hahaha..." Indah tertawa mendengar cerita Rasya.
Ternyata Indah mendengarkan percakapan Rasya, dia seketika langsung tertawa mendengarnya mendengar nama wanita yang di sebutkan oleh Rasya.
"Mom kenapa ketawa?" tanya Adel.
"Kau tahu Adel, Rena itu orang yang membuat Rasya tidak mau punya pasangan sampai sekarang." ucap Indah.
"Apa hubungannya?" tanya Albert ikut nimbrung.
__ADS_1