Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
terapi part 2


__ADS_3

Adel sudah sampai di klinik tempat dimana Albert akan melakukan terapi, pak Ahmad membantu Albert untuk duduk di kursi roda. Adel mengurus pendaftaran sebelum masuk ke ruang terapi, Albert berusaha agar terlihat tenang walau tak bisa di pungkiri kalau saat ini dia sedang tegang.


'Semoga aku bisa sembuh kembali, tapi bagaimana jika setelah terapi hasilnya sia-sia? Bagaimana ini ya Tuhan.' batin Albert resah.


" Ayo masuk." ajak Adel.


Pak Ahmad mendorong kursi roda Albert masuk ke dalam ruangan yang isinya banyak Alat medis yang di gunakan khusus untuk terapi tulang, dokter Zico bersama dua perawat laki-laki menyambut kedatangan Albert, ia mempersilahkan Albert untuk naik ke atas hospital bed lalu merebahkan tubuhnya di bantu oleh kedua perawat pria.


"Selamat pagi tuan Albert, pertama-tama kita harus melakukan pemeriksaan dari dalam lewat rontgen tulang." ucap dokter Zico.


Albert menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dokter Zico melakukan Rontgen tulang agar ia bisa menggali lebih dalam lagi seserius apa kelumpuhan yang Albert alami.


Adel menemani Albert di sampingnya, sedangkan pak Ahmad berdiri agak jauh dari tempat Albert di periksa.


" untuk nona dan Tuan mohon tunggu diluar, saya akan melakukan terapi pada tuan Albert demi kenyamanan bersama dan agar saya bisa lebih fokus menangani pasien, jika kalian ingin melihatnya nona dan tuan bisa melihat di balik pintu." ucap dokter Zico pada Adel dan juga pak Ahmad.

__ADS_1


"Baik dokter." ucap Adel.


Adel mengajak pak Ahmad untuk menunggu diluar, sebelum keluar Adel memberikan dorongan semangat kepada Albert.


"Albert semangat!!! Kamu pasti bisa, FIGHTING!!" ucap Adel dengan penuh semangat.


Albert menyunggingkan senyumnya, Adel keluar dari ruangan terapi dia melihat Albert dari kaca di balik pintu.


'Lancarkan semuanya ya Allah.' ucap Adel berdoa di dalam hatinya.


"Sebelum memulai terapinya mari kita berdoa dulu sesuai keyakinan masing-masing." ucap dokter Zico.


" Apa kau merasakannya?" tanya dokter Zico saat menenuk kaki Albert.


"tidak." jawab Albert jujur.

__ADS_1


Entah apa yang di lakukan oleh dokter Zico pada kaki Albert, dia meraba kaki Al lalu mencubitnya.


"Aaaww.." ringis Albert.


"kenapa? Apa sakit?" tanya dokter Zico.


Albert terkejut, selama ini kakinya sama sekali tidak merasakan apa-apa. Tapi sekarang dia bisa merasakan sakit saat dokter Zico mencubit kakinya, dia menatap tak percaya seakan semuanya terasa seperti mimpi, sejak kecelakaan kakinya mati rasa sekalipun di cubit ataupun terjatuh tetap saja dia merasa tidak terjadi apa-apa.


"apa ini mimpi?" tanya Albert melongo tak percaya.


"tidak, ini bukanlah mimpi. Syukurlah kaki mu memberikan respon yang positif, besar kemungkinan kau bisa sembuh dari kelumpuhanmu asal kau yakin, tetap berusaha dan optimis, jangan lupa minum terus ramuannya agar kau bisa cepat berjalan normal seperti semula." ucap dokter Zico.


Albert kembali melakukan terapinya. Diluar ruangan Adel terus berdoa agar terapi yang dilakukan Albert berjalan lancar, pak Ahmad terharu melihat anak yang sedari dulu diasuhnya masih memiliki kesempatan untuk kembali sembuh.


Kepala Adel tiba-tiba merasakan pusing, matanya mulai berkunang-kunang tetapi Adel menggelengkan kepalanya, dia berusaha untuk tetap terjaga namun sekuat apapun dia melawan rasa pusingnya tubuhnya tetap ambruk ke bawah.

__ADS_1


Brukk...


Pak Ahmad langsung mengalihkan pandangannya, dia terkejut melihat Adel yang sudah ambruk di bawah dengan wajah yang pucat.


__ADS_2