Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
terapi


__ADS_3

"maafkan aku paman karena tidak memberitahumu, jika paman tidak sibuk besok Al harus menjalani terapi untuk kakinya, apa paman mau ikut mengantarnya?" tanya Adel.


"tentu saja nona, saya mau ikut mendampingi tuan muda." ucap pak Ahmad antusias.


"besok pagi kita berangkat" ucap Adel.


Pak Ahmad menganggukkan kepalanya, dia menekan tombol lift menuju kamar Albert. Tak butuh waktu lama pintu lift terbuka, Adel memdorong kursi roda Albert masuk ke kamar.


"paman bisa bantu aku memindahkan Al ke atas kasur." ucap Adel meminta bantuan pak Ahmad.


"Tentu saja nona." jawab pak Ahmad.


Albert masih betah memejamkan matanya, Adel dan pak Ahmad menggotong tubuh Albert ke atas kasur. Adel membuka sepatu, jam tangan dan juga jas yang masih menempel di tubuh Albert.


"paman ada yang ingin aku bicarakan denganmu." ucap Adel.


"silahkan katakan saja nona." ucap pak Ahmad.


"tidak disini, kita bicara di ruang tamu saja." ucap Adel.


"baiklah." ucap pak Ahmad.


Adel menyelimuti tubuh Al sebatas dadanya, dia keluar bersama pak Ahmad dan turun ke lantai bawah menuju ruang tamu.

__ADS_1


30 menit kemudian.


Albert mulai membuka kelopak matanya, dia melihat ke sekeliling kamar mencari sosok istrinya namun tak mendapatinya. Albert duduk menyandarkan kepalanya di kepala ranjang, dia memijat pelipisnya yang masih terasa pusing.


Ceklek.


"kau sudah bangun." ucap Adel.


Adel masuk ke dalam kamar membawa ramuan yang paling Albert tidak sukai namun tidak bisa menolaknya, Adel menyingkap selimut yang menutupi sebagian tubuh Albert dilihatnya suaminya mengompol. Wajah Albert memerah, dia malu sekali untuk ke sekian kalinya dia mengompol. Adel menyingsingkan lengan bajunya, dia memindahkan tubuh Al ke atas kursi roda lalu melepaskan sprei dan selimut kemudian meletakannya ke dalam keranjang khusus pakaian kotor.


"kau mandi dulu, setelah itu makan dan minum ramuan sakti mandraguna yang telah aku buat." ucap Adel.


"bisakah libur untuk kali ini saja." ucap Albert.


"apalagi aku." sahut Albert.


"udah jangan banyak ngomong, kalau kau mau sembuh jangan banyak protes paham Aliyudin."ucap Adel.


Albert mengerucutkan bibirnya. Adel mendorong kursi roda Albert masuk ke kamar mandi lalu melepaskan pakaiannya, setelah selesai dengan tugasnya Adel keluar membiarkan Albert mandi sendiri sedangkan ia mengganti sprei, selimut dan menyiapkan baju ganti untuk Albert.


Keesokan harinya.


setelah selesai sholat subuh Adel sibuk memasak, membantu Albert mandi dan meracik ramuan. Pagi kali ini berbeda dari pagi biasanya, sekarang adalah jadwal Albert untuk terapi, pak Ahmad turut membantu Adel mengurus Albert.

__ADS_1


"Al kau sarapan di temani paman dulu ya, aku mau mandi." ucap Adel.


"hmm" jawab Albert.


Adel bergegas naik ke atas kamar, dia langsung membersihkan tubuhnya. Albert menghabiskan sarapan dan juga ramuannya dalam sekejap, tak lama kemudian Adel turun dari lantai atas memakai celana jeans dan baju lengan panjang berwarna putih, untuk pertama kalinya Adel menggerai rambutnya yang mana menambah kesan kecantikannya, wajahnya yang putih dan terlihat lebih fresh setelah mandi membuat Albert tak berkedip melihatnya.


"aku tau aku cantik." ucap Adel dengan penuh percaya diri.


Deg!!


Bak maling yang tertangkap basah Albert langsung memalingkan wajahnya, pak Ahmad menyembunyikan senyumnya melihat dua insan di hadapannya.


"ekkheemm.. Pede sekali kau." ucap Albert sambil berdehem.


"ngaku aja, laki kok gede gengsi." cibir Adel.


"siapa bilang?" tanya Albert.


"hantu yang bilang, yuk buruan keburu telat kita datangnya." ajak Adel.


"mari nona." ucap pak Ahmad.


Adel berjalan terlebih dahulu, sedangkan Albert di dorong oleh pak Ahmad keluar menuju mobil yang sudah terparkir di halaman rumah.

__ADS_1


__ADS_2