Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
Indah sembuh


__ADS_3

Kondisi Indah semakin membaik dan hari ini juga ia di perbolehkan pulang, Adel dan Albert selalu mengunjungi Indah siang hari sampai sore harinya setelah menjelang malam mereka berdua kembali lagi ke hotel agar bisa leluasa melakukan apapun yang mereka mau.


"Kondisi nyonya Indah sudah pulih sepenuhnya, jadi hari ini ia di perbolehkan pulang." ucap dokter Zack.


"Yeaayyy.. Mommy dah sembuh." sorak Cindy bahagia.


"Syukurlah sekarang mommy udah sembuh." ucap Rasya.


"Terima kasih dokter." ucap Indah.


Dokter Zack menganggukkan kepalanya, dia membereskan alat medisnya kemudian mencabut selang infus dari tangan Indah. Selesai dengan tugasnya dokter Zack keluar dari ruangan Indah, Cindy dan Rasya memeluk ibunya dengan erat mereka sangat senang mendengar kabar baik yang di sampaikan oleh dokter Zack.


"Kita pulang sekarang juga mom?" tanya Cindy.


"Adel sama Al kan masih di hotel, mereka berdua kan belum tahu kalau mommy sembuh masa kita ninggalin mereka begitu saja." ucap Rasya.


"Lebih baik telpon dulu kakakmu, biar dia nanti gak ngamook." ucap Indah.


"Selamat nyonya, sekarang kau sudah sembuh." ucap pak Ahmad.


"Terimakasih paman, ini semua berkat doa dari kalian semua." ucap Indah tersenyum.


Rasya mengambil hp nya kemudian menghubungi Al memberitahu kalau ibunya sudah di perbolehkan pulang, dua kali di telpon Albert tak mengangkat telponnya.


"Ini kakak kemana sih? udah di telpon ulang tapi gak diangkat?" heran Rasya.


"Gimana sya? Al bisa dihubungi tidak?" tanya Indah.


"Belum mom, tapo sya bakal coba lagi." ucap Rasya.

__ADS_1


Rasya kembali menghubungi kakaknya, ponselnya tersambung namun Albert tak juga mengangkat telponnya.


Di hotel.


Adel dan Albert sedang melakukan olahraga panas, keduanya sudah melakukannya selama berjamjam lamanya. Adel mendengar ponsel yang terus berdering namun Albert sama sekali tidak memperdulikannya, dia terus memompa sampai Adel kewalahan.


"Kakanda itu telponnya dilihat dulu, takutnya penting." ucap Adel.


"Sudah biarkan saja." sahut Albert.


"Kalo gak mau angkat telponnya dinda gak mau terusin olahraganya." ancam Adel.


Albert terpaksa mengambil hp nya yang terletak di bawah bantal tanpa melepaskan pedangnya dari bagian **** Adel, dilihatnya Rasya menghubunginya sebanyak lim kali. Sambil memaju mundurkan pedangnya Albert mengangkat teleponnya, Adel m******h di bawah kungkungan Albert sampai ia lupa kalau Albert sedang mengangkat telponnya.


"Hallo, ada apa?" tanya Albert.


"Kau kemana saja kak? Aku daritadi terus telponin nomor kakak tapi gak diangkat-angkat?" omel Rasya.


Bukannya mendengar jawaban dari kakaknya Albert Rasya malah mendengar suara erotis yang keluar dari mulut Adel, Rasya memejamkan matanya sebentar dan berdehemmenetralkan suaranya sungguh kedua kakaknya ini sangat menyebalkan, tubuh Rasya menegang mendengar suara erotis itu terus keluar dari mulut Adel sampai ia lupa mau bicara apa.


"Katakan ada apa?" tanya Albert.


"aahh iya, emm itu aku mau memberitahu kalau mommy hari ini di perbolehkan pulang k-kau mau ikut pulang bersama atau ti-tidak." ucap Rasya tergagap.


cepak..cepak..jedeerr, pak, cepak jeder...


"Suara apa itu?" tanya Rasya.


"Bukan apa-apa, nanti aku akan menghubungimu lagi tanggung ini." ucap Albert.

__ADS_1


"Aiihh..eemhh."


Tuuut.


Albert memutus sambungannya secara sepihak.


"AAAARRGGGHHH.. DASAR G****K LOE BERDUA." teriak Rasya.


"Rasya kamu kenapa nak?" tanya Indah khawatir.


"Iya kakak, kenapa kau berteriak seperti itu? Kaget tau." ucap Cindy.


"Mom kayaknya otakku harus disapu dulu deh biar bersih, soalnya dua kakak menyebalkan itu sudah mencemari otakku." rengek Rasya.


"Ngomong yang bener Rasya, mommy sama sekali gak ngerti." ucap Indah.


"Tadi Rasya udah telpon kakak berkali-kali, nah pas yang kelima kalinya kakak angkat telpon Rasya, tau gak mom apa yang Rasya denger?" jelas Rasya.


"Apa?" tanya Indah penasaran.


"Aiihh..emmh..aahh." ucap Rasya memperagakan suara Adel di telpon tadi.


Pak Ahmad, Indah dan juga Cindy menahan tawanya, ternyata sumber kekesalan Rasya adalah suara lucknut Adel saat sedang bergoyang.


"Terus apalagi yang kakak dengar?" tanya Cindy.


"Cepakk..pakk.cepak jedeerrr. ." ucap Rasya dengan polosnya.


"HAHAHHAHA" tawa ketiganya pecah.

__ADS_1


Rasya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, entah apa yang mereka tertawakan Rasya sungguh tidak mengerti.


__ADS_2