
Kini Cindy sudah sampai di bandara, Satria mengeluarkan koper dari bagasi mobil dan mengantar Cindy masuk ke dalam. Semuanya sudah diurus oleh Satria jadi Cindy dan juga pak Ahmad hanya tinggal berangkat dan duduk manis saja, Cindy berjalan dengan lesu semakin berat hatinya berpisah dengan Satria.
"Jangan lemes gitu, ayo masuk." ucap Satria.
"Iya-iya, gak peka." Sindir Cindy.
"Bukannya tidak peka, hanya saja semua sudah seharusnya seperti ini." ucap Satria.
"Aku masuk dulu." ucap Cindy.
"Jangan lupa kabari aku kalau sudah sampai disana." ucap Satria.
Cindy menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia masuk ke dalam pesawat VIP bersama pak Ahmad. Satria memastikan Cindy dan pak Ahmad sudah benar-benar masuk ke dalam pesawat, dia juga menunggu sampai pesawat terbang sebelum ia kembali ke perusahaan.
Pesawat yang di tumpangi oleh Cindy kini telah mengudara, Satria menatap kepergian Cindy dari bawah sana. Setelah pesawat sudah tak terlihat Satria melangkahkan kakinya keluar dari Bandara menuju mobilnya, di dalam mobil Satria mengeluarkan buku yang sudah lama ia simpan sebagai petunjuk untuk mencari keberadaan ayahnya.
__ADS_1
**
Seperti biasanya setelah menolak perjodohan yang di buat oleh Clarissa Edgar langsung keluar dari mansion, Leo mengikuti tuannya dari belakang kemudian ia membukakan pintu mobil untuk Edgar. Leo masuk dan duduk di kursi kemudi melajukan mobilnya ke apartemen milik Edgar, di kursi belakang Edgar sibuk dengan tablet di tangannya entah apa yang sedang di kerjakannya karena terlihat dari ekspresi wajahnya Edgar begitu serius.
"Leo apa kau sudah memastikan kalau dia adalah adikku?" tanya Edgar.
"Menurut informasi yang saya kumpulkan kemungkinan lima puluh persen dia adalah orang yang tuan cari, tetapi untuk memastikannya saya harus melakukan tes DNA tuan." jelas Leo.
"Lakukan saja, aku ingin semuanya cepat selesai." ucap Edgar.
"Masalahnya kita harus mendapat dukungan orang terdekatnya agar memudahkan semuanya, tidak mungkin saya langsung mengambil darah atau mencabut rambutnya untuk melakukan tes DNA nanti saya dikiranya penjahat lagi," ucap Leo.
"Untuk saat ini tuan Albert sedang berada di negara A jadi kita tidak bisa bertemu dengannya karena dia menolak untuk bertemu dengan siapapun." ucap Leo.
"Kapan dia akan kembali?" tanya Edgar.
__ADS_1
"Sampai ibunya sehat kembali." ucap Leo.
"Hemm, jika dia sudah kembali langsung kau atur saja semuanya." ucap Edgar.
"Baik tuan." ucap Leo.
Edgar kembali fokus dengan tabletnya, diam-diam dia menyelidiki kebenaran yang selama ini di sembunyikan oleh ibunya sendiri.
Clarissa mengomel sendiri sampai Rio dibuat pusing olehnya, Rio sudah lelah menghadapi sikap Clarissa yang selalu berbuat seenaknya kepadanya.
"Bisakah kau diam?!" Sentak Rio.
"Bagaimana aku bisa diam untuk ke sekian kalinya perjodohan yang aku buat selalu saja gagal, apalagi kejadian tadi membuatku geram." kesal Clarissa.
"Itu semua karena kebodohanmu sendiri, Edgar adalah pria normal tak perlu kau mencarikan seorang wanita untuknya biarkan dia mencari jodohnya sendiri tanpa harus kau atur, sudah berapa kali aku bilang padamu dia anakku darah dagingku dan kami sama-sama seorang pria jadi aku tau bagaimana perasaan Edgar, aku tidak mau apa anakku bernasib sama sepertiku." tegas Rio.
__ADS_1
Rio melemparkan buku yang sedang di pegangnya kemudian dia pergi meninggalkan Clarissa sendirian, Clarisa mengepalkan tangannya dia menahan rasa sesak di dadanya mendengar ucapan Rio.
'Awas kau Rio! Beraninya kau mengungkit masa lalumu di hadapanku. batin Clarissa.