Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh

Gadis Barbar Kesayangan Tuan Muda Lumpuh
meminta hak sebagai suami


__ADS_3

Di dalam kamar Albert menurunkan tubuh Adel tepat diatas kasur, Adel menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


" Kau butuh sesuatu?" tanya Albert.


" Tidak." ucap Adel menggelengkan kepalanya.


Albert duduk bersebelahan dengan Adel, dia juga memeriksa luka Adel yang perlahan mengering.


"Aku akan mengganti perbannya ya," ucap Albert.


"Nanti saja setelah mandi." Ucap Adel.


"Baiklah." ucap Albert.


Albert mengubah posisinya menjadi berhadapan dengan Adel, Adel pun melakukan hal yang sama mengubah posisinya berhadapan dengan Albert kemudian ia melipat kakinya, Albert menatap Adel dengan lekat. Tanpa aba-aba Albert meraup b**** Adel dengan lembut, Adel membulatkan matanya tubuhnya seperti tersetrum karena terkejut jantungnya berdetak tak karuan dia tak tau apa yang harus dia lakukan. Albert mengalungkan sebelah tangan Adel ke lehernya, kemudian ia menggigit b**** bawah Adel agar terbuka.


'Aduh gawat ini, padahal tadi kan cuman bercanda mana gue suka lagi di giniin' batin Adel.


Adel memejamkan matanya, dia membiarkan Albert yang bekerja karena dia sama sekali tidak tau apa yang harus ia lakukan, selama hidupnya ini adalah pertama kalinya ia b******** itupun dengan suaminya sendiri.


" Emmhhh.."

__ADS_1


"Manis." ucap Albert di sela p*******nya.


Adel hampir kehabisan nafas, Albert melihat Adel yang sudah seperti ikan yang lompat kedaratan dia langsung melepaskan b****nya dari b**** Adel.


" huuhhh..huhhh." Adel mengatur nafasnya.


Wajah Adel berubah merah, dia tak berani menatap wajah Albert sedangkan Albert langsung memeluk tubuh Adel dan mengecupi kepalanya dengan penuh kasih sayang.


" Adel aku ingin bertanya padamu?" tanya Albert.


" Katakan saja." ucap Adel.


" Sekarang tanganmu masih sakit, tapi nanti jika tanganmu sudah sembuh bolehkaha aku meminta hakku padamu?" tanya Albert.


" Hak asasi manusia," jawab Albert asal.


" emang apa hubungannya sama aku Al?" tanya Adel lagi.


" Kau ini, ya hakku sebagai suamimu kau pasti tahu bukan apa yang di lakukan oleh suami istri setelah menikah selain melayani kebutuhan pakaian, makan dan lain sebagainya yang sedang aku bicarakan ini adalah hakku di atas ranjang." jelas Albert.


Adel menggut-manggut sambil ber oh ria, walaupun sebenarnya dia tidak begitu paham tentang ranjang ysng di maksud oleh suaminya.

__ADS_1


"Kau mengerti?" tanya Albert.


Adel menggelengkan kepalanya, sedangkan Albert menepuk jidatnya dikiranya Adel sudah paham ternyata otak istrinya masih polos belum terkontaminasi hal-hal yang berbau s***.


Karna gereget kepada istrinya, Albert pun kembali meraup b**** Adel dengan rakusnya dia memegang wajah Adel dengan kedua tangannya, lama b******* membuat b**** Adel membengkak.


" itu hukuman untukmu karena tidak tau apa hakku." ucap Albert.


" Yaaakk.. Apaan sih, aku kan bener-bener gak ngerti." protes Adel.


" Lihatlah b**** mu lucu, jadi seksiihh.." goda Albert.


Adel mengambil kaca kecil diatas nakas, dia kemudian meletakkan kaca tersebut di hadapannya.


" kok jadi doer kayak gini sih Al, ini mah bukan seksi yang ada kayak kesengat tawon." keluh Adel.


" Tapi meskipun begitu kamu dapet pahala loh." ucap Albert tersenyum.


"Iyakah?" tanya Adel.


"Menyenangkan suami adalah pahala bagi istrinya begitupun sebaliknya," ucap Albert.

__ADS_1


"Oh gitu ya, ibu juga pernah bilang sih sama aku. Ucap Adel.


Adel meminta Albert duduk di sebelahnya, dia menggeserkan tubuhnya sedikit kebelakang agar bisa kembali bersandar di kepala ranjang.


__ADS_2