
Selesai makan Imdah mengajak semua anaknya dan pak Ahmad masuk ke ruang kerja, ia mengambil sebuah dokumen yang sudah berdebu karena saking sudah lamanya ia simpan, Indah meletakkan dokumen tersebut ke atas meja.
"Cindy coba kau buka dokumen itu." titah Indah.
Cindy mengambil dokumen tersebut lalu membukanya dimana ada beberapa foto salah satu diantaranya adalah foto satu orang wanita menggendong dua bayi di tangannya, kemudian foto anak laki-laki sekitar umur dua tahun.
"Ini siapa mom?" tanya Cindy.
"Itu adalah foto Satria saat dia umur dua tahun, dan satunya lagi adalah sahabat mommy Nadia sedang menggendong kedua anak kembarnya yaitu Satria dan juga kakaknya." jelas Indah.
__ADS_1
"WHAT?! Satria punya saudara kembar? Jadi ini yang di maksud Satria waktu itu?" tanya Cindy syok.
"Memangnya Satria bilang apa ke kamu?" tanya Rasya.
"Dia bilang dia akan meminta restu sama mommy sama kak Al juga, tapi katanya dia harus menyelesaikan satu tugas gitu aku gak tau tugas apa? Mungkin dia lagi cari kakak kandungnya dulu atau apa aku gak ngerti sama sekali." ucap Cindy.
"Dengarkan mommy, dulu Nadia tak sengaja bertemu dengan mommy di taman kota saat mommy sedang mengandung Cindy, dia lari ketakutan sambil menggendong anaknya Satria saat mommy tanya kenapa dia berlari Nadia malah menangis dan memohon sama mommy untuk bawa pergi Satria, daddy langsung mengambil Satria dari Nadia lalu menyuruh mommy masuk ke dalam mobil kemudian tak lama kemudian seorang wanita datang mengejar Nadia, wanita tersebut membawa dua preman ikut dengannya daddy menghalangi dua preman tersebut sampai terjadilah perkelahian, mommy menutup mulut Satria dan menunduk bersembunyi agar wanita yang mengejar Nadia tak melihat mommy, saat dua preman di hajar sampai tak sadarkan diri daddy langsung masuk ke mobil mencari Nadia tetapi saat kita berhasil menemukan Nadia kita sudah terlambat, wanita gila itu berhasil menusuk perut Nadia sampai banyak darah yang keluar, mommy dan daddy panik akhirnya kita membawa Nadia yang sudah tak sadarkan diri ke rumah sakit terdekat.." jelas Indah tak sanggup melanjutkan ceritanya.
Indah terisak mengingat kejadian dimana sahabatnya sampai menghembuskan nafas terakhirnya, Adel memeluk tubuh Indah ia mengusap punggung Indah memberikan kekuatan kepada ibu mertuanya.
__ADS_1
"Hiks.. saat itu dokter langsung menangani Indah dengan melakukan tindakan operasi di bagian perut Indah, Satria kecil menangis di pangkuan daddy terus memanggil ibunya beruntung mommy mengeluarkan segala bujukan agar ia berhenti menangis hingga akhirnya Satria bermain dengan Cindy yang masih berada di dalam perut mommy, operasi Nadia berhasil dan besoknya dia sadar dan dia meminta pertolongan mommy karena Nadia merasa hidupnya tak akan lama lagi hiks..hiks.. Dia meminta mommy dan daddy menyembunyikan identitasnya dan juga Satria, dia tidak punya orang yang bisa ia percaya jadi dia memohon kepada mommy agar merawat Satria dan menganggapnya seperti anak sendiri, dia juga berpesan jika Satria kelak sudah dewasa Satria harus mencari kakaknya dan juga ayahnya." sambung Indah.
Cindy meneteskan air matanya, ternyata masa lalu Satria begitu menyakitkan saat ia tahu kebenarannya.
"Aku dan Rasya sudah tahu sejak lama begitupun paman, kita berkumpul disini tujuannya adalah untuk membantu Satria bertemu dengan ayah dan saudaranya entah itu hidup ataupun mati. Saat ini yang menjadi penghalang adalah wanita yang sudah membunuh ibu Satria dan juga kakeknya, kita harus melatih Satria untuk menjadi kuat agar ia bisa melawan dua orang tersebut kedepannya, dalam kasus Satria ini aku akan mencari tahu dimana saudara dan ayah kandungnya, tetapi aku juga harus menyelidiki kasus kecelakaan yang membuatku sampai hilang harapan dan yang paling menyakitkannya adalah kita harus kehilangan daddy, aku yakin bahwa kecelakaan beberapa bulan yang lalu itu di sengaja." jelas Albert.
"Aku pikir kita harus mencari koneksi yang lebih kuat untuk mengalahkan kakek dan juga wanita gila yang mommy maksud, aku rasa mereka bukanlah orang sembarangan." ucap Rasya.
"Kau benar, nanti aku akan menghubungi beberapa temanku untuk ikut membantu memecahkan masalah ini." Ucap Albert menyetujui ucapan Rasya.
__ADS_1
"Butuh mafia gak kira-kira di kasusnya Satria?" celetuk Adel.